Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Harga Plastik Melonjak, Perajin Besek Bambu di Magetan Kebanjiran Pesanan Jelang Idul Adha

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 300
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Permintaan besek bambu meningkat seiring naiknya harga plastik. (18/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga plastik yang dipicu dampak konflik di Timur Tengah membawa efek tak terduga bagi perajin besek bambu di Kabupaten Magetan. Menjelang Idul Adha, permintaan wadah tradisional dari anyaman bambu tersebut meningkat tajam, bahkan mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan hari normal.

Lonjakan pesanan paling terasa di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi besek bambu. Dalam beberapa pekan terakhir, para perajin setempat menerima pesanan dalam jumlah besar dari berbagai daerah, terutama untuk kebutuhan distribusi daging kurban.

Aktivitas produksi pun meningkat signifikan. Hampir di setiap rumah warga, suara anyaman bambu terdengar sepanjang hari. Para perajin berupaya mengejar target produksi agar pesanan dapat terpenuhi sebelum hari raya tiba.

Salah satu perajin, Endah Desi, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan mulai dirasakan sejak dua pekan terakhir. Menurutnya, selain faktor kenaikan harga plastik, karakteristik besek yang lebih ramah lingkungan dan mampu menjaga kualitas daging turut menjadi alasan utama meningkatnya minat masyarakat.

Image Not Found
Perajin besek bambu di Magetan kebanjiran pesanan jelang Idul Adha. (18/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

“Besek memiliki rongga udara dari anyaman bambu, sehingga daging tidak mudah lembap dan bisa lebih awet dibandingkan jika menggunakan plastik,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, ukuran besek yang paling diminati saat ini adalah 14 x 15 sentimeter. Dalam satu ikat berisi 30 pasang, harga jual kini mencapai sekitar Rp40.000, naik dari kisaran Rp30.000 pada tahun sebelumnya. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh sulitnya memperoleh bahan baku bambu serta meningkatnya waktu produksi akibat tingginya permintaan.

Untuk memenuhi lonjakan pesanan, para perajin terpaksa menambah jam kerja. Bahkan, tidak sedikit yang melibatkan anggota keluarga dalam proses produksi agar pesanan dapat diselesaikan tepat waktu.

Momentum Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi para perajin besek bambu di wilayah ini. Selain meningkatkan pendapatan, penggunaan besek juga dinilai sebagai langkah positif dalam mengurangi sampah plastik saat pembagian daging kurban.

Saat ini, pasar besek bambu Magetan tidak hanya terbatas di wilayah lokal. Permintaan juga datang dari berbagai daerah di kawasan Madiun Raya hingga Blora, Jawa Tengah, yang semakin memperluas jangkauan distribusi produk tradisional tersebut.

“Pesanan dari luar daerah juga terus berdatangan, termasuk dari Jawa Tengah. Semoga ini menjadi rezeki yang membawa berkah,” tambah Endah. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satu kios di Pasar Burung Sri Jaya Kota Madiun disatroni maling. Kios milik Yatimin (56) dalam kondisi berantakan saat dibuka pada Sabtu (22/03/2025) siang. Kondisi sangkar burung juga sudah tidak berada di tempatnya. “Awal ketahuan pas buka kios jam 11.00. Tahu-tahu buka kios sudah berantakan. Perkiraan lewat pintu belakang malingnya,” […]

    Bagikan
  • Stabilkan Harga Pangan, Wamentan Sudaryono : Operasi Pasar Dimasifkan Selama Ramadhan dan Lebaran 

    Stabilkan Harga Pangan, Wamentan Sudaryono : Operasi Pasar Dimasifkan Selama Ramadhan dan Lebaran 

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono berkunjung ke Kota Madiun, yang tepatnya di food court pasar sleko pada Selasa malam, 25/2/2025. Dalam kesempatan ini, Sudaryono menegaskan dalam menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan dan Lebaran akan melakukan operasi pasar.  Menurutnya, operasi pasar ini bertujuan untuk memastikan harga sembako tetap […]

    Bagikan
  • Harga Aspal Melonjak, Proyek Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda

    Harga Aspal Melonjak, Proyek Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Madiun terpaksa ditunda akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada kenaikan harga aspal. Pemerintah daerah kini masih melakukan penyesuaian anggaran dan menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat terkait Standar Harga Satuan (SHS). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, […]

    Bagikan
  • PN Magetan Eksekusi Rumah Warga, Kuasa Hukum Sebut Cacat Prosedur

    PN Magetan Eksekusi Rumah Warga, Kuasa Hukum Sebut Cacat Prosedur

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengadilan Negeri (PN) Magetan mengeksekusi pengosongan paksa terhadap sebuah rumah warga di Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Rabu (8/10/2025). Eksekusi dilakukan lantaran pemilik rumah dinilai tidak kooperatif selama proses mediasi berlangsung dan menolak mengosongkan rumah meski telah kalah dalam proses lelang. Eksekusi dilakukan oleh juru sita PN Magetan dengan pengamanan yang ketat […]

    Bagikan
  • Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang. Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu […]

    Bagikan
  • Rocky Gerung: Marhaenisme Harus Menjadi Metode Berpikir, Bukan Sekadar Retorika Bung Karno

    Rocky Gerung: Marhaenisme Harus Menjadi Metode Berpikir, Bukan Sekadar Retorika Bung Karno

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengajak generasi muda untuk memahami Marhaenisme sebagai sebuah metode berpikir, bukan sekadar menghafal pidato atau slogan perjuangan Bung Karno. Menurutnya, kekuatan utama Presiden pertama Republik Indonesia itu bukan hanya terletak pada kemampuan berorasi, melainkan pada logika dan cara berpikir yang melandasi setiap gagasan yang disampaikannya. Menurut Rocky, salah […]

    Bagikan
expand_less