Maling Sepeda Gunung Teror Perumahan di Magetan, Ketua Takmir Masjid Jadi Korban
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Gelombang pencurian sepeda gunung di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali memakan korban. Setelah sebelumnya empat sepeda gunung milik warga Jalan Tripandita, Kelurahan Kebonagung, hilang dalam satu malam, kini aksi serupa terjadi di kawasan Perumahan KPR Selosari Baru RW 08, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan.
Korban terbaru diketahui bernama Hendriyanto, Ketua Takmir Masjid Al Aqsha KPR Selosari Baru. Sepeda gunung miliknya digasak maling saat dini hari, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV milik warga. Dalam rekaman video, terlihat dua pria menjalankan aksinya dengan rapi dan terorganisir. Satu pelaku masuk ke area rumah untuk mengeluarkan sepeda dari balik pagar, sementara rekannya menunggu di luar untuk menerima barang curian sebelum keduanya melarikan diri.
Pelaku hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membawa kabur sepeda milik korban. Kecepatan aksi itu membuat warga menduga para pelaku sudah memetakan lokasi sasaran dan mengetahui kondisi lingkungan sekitar.
Terulangnya kasus pencurian dengan pola yang hampir sama membuat warga mulai diliputi keresahan. Kawasan perumahan yang selama ini dianggap aman kini justru dinilai menjadi sasaran empuk kawanan maling spesialis sepeda gunung.
Kapolsek Magetan, AKP Ika Wardani, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Saat ini, polisi bersama Tim Resmob Polres Magetan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Iya mas, teman-teman masih bersama Resmob melakukan pendalaman,” ujar AKP Ika Wardani ketika dikonfirmasi.
Polisi juga memastikan akan meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan di kawasan permukiman warga. Selain itu, masyarakat diminta kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan untuk mencegah aksi kriminal serupa.
“Kita tingkatkan patroli di jam-jam rawan di perumahan-perumahan serta mengingatkan warga untuk mengaktifkan kembali pos kamling,” tambahnya.
Sebelumnya, kasus pencurian serupa juga terjadi di Jalan Tripandita, Kelurahan Kebonagung. Empat sepeda gunung milik warga hilang dalam satu malam dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp16 juta.
Salah satu korban, Ohang Zakaria (34), mengaku baru mengetahui sepeda miliknya hilang saat hendak digunakan pada pagi hari. Setelah memeriksa rekaman CCTV, terlihat seorang pria mengenakan hoodie hitam melompati pagar rumah dan membawa kabur sepeda yang diparkir di depan rumah.
Warga menduga pelaku merupakan komplotan profesional yang tidak bekerja sendirian. Dugaan itu diperkuat dengan kemunculan sebuah mobil putih yang terekam melintas di sekitar lokasi sebelum aksi pencurian terjadi. Kendaraan tersebut diduga digunakan untuk mengangkut hasil curian.
Maraknya pencurian sepeda gunung dalam beberapa pekan terakhir membuat rasa aman warga perlahan memudar. Jika di kota-kota besar masyarakat diresahkan aksi begal jalanan, warga Magetan kini mulai dihantui pencurian yang menyasar lingkungan perumahan saat tengah malam.
Kondisi tersebut memunculkan dorongan agar sistem ronda malam dan pos kamling kembali diaktifkan secara maksimal. Warga berharap langkah itu mampu mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus mencegah jatuhnya korban berikutnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





