Berita Terkini
Trending Tags

Monitoring KKN-PPM UGM di Madiun, Mahasiswa Kenalkan Inovasi IoT hingga Pengembangan Wisata dan UMKM Desa

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 275
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahasiswa UGM kenalkan inovasi IoT untuk bantu petani desa. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memastikan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi KKN-PPM Periode II Tahun 2026 yang digelar di Aula Desa Tulungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Komisi II Senat Akademik UGM, pemerintah desa, serta mahasiswa KKN yang ditempatkan di tiga desa, yakni Desa Tulungrejo, Gunungsari, dan Pulungrejo.

Dalam forum evaluasi tersebut, masing-masing kelompok mahasiswa mempresentasikan capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama menjalankan pengabdian di masyarakat. Selain memaparkan hasil kegiatan, mahasiswa juga menyampaikan berbagai inovasi yang tengah dikembangkan untuk mendukung potensi unggulan di masing-masing desa.

Beragam program dipresentasikan, mulai dari penguatan sektor pertanian, pengembangan usaha mikro, inventarisasi potensi budaya, pemberdayaan masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, hingga pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengembangan alat monitoring kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut dirancang untuk membantu petani memantau kondisi kelembapan tanah secara real time melalui telepon genggam sehingga kebutuhan irigasi dapat diketahui lebih cepat dan tepat.

Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Kabupaten Madiun, Shakira, menjelaskan alat tersebut merupakan pengembangan dari perangkat pendeteksi kelembapan tanah yang telah ada sebelumnya.

“Alat ini ditancapkan di lahan pertanian untuk mendeteksi kelembapan tanah, kemudian datanya langsung terhubung ke telepon seluler. Ketika kelembapan tanah berada di bawah batas yang ditentukan, sistem akan memberikan notifikasi kepada petani sehingga mereka mengetahui kapan harus melakukan irigasi,” ujarnya.

Menurut Shakira, setiap desa memiliki fokus pengembangan yang berbeda sesuai potensi wilayah masing-masing. Desa Gunungsari mengembangkan konsep wellness tourism dan pertanian, Desa Tulungrejo fokus pada inventarisasi potensi budaya serta pengembangan desa wisata, sedangkan Pulungrejo diarahkan pada penguatan sektor UMKM.

Ia berharap seluruh program yang dijalankan mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi mampu diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

“Kami membawa sekitar 100 program dari 20 mahasiswa. Harapannya, ada program-program yang dapat terus berlanjut setelah KKN selesai dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan monitoring terhadap program yang masih berjalan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Nanung Agus Fitriyanto, mengatakan monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana program mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menggali potensi desa yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Menurutnya, selama berada di Kabupaten Madiun, mahasiswa telah mengidentifikasi berbagai potensi strategis, mulai dari sektor pertanian hingga pariwisata, yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa.

“KKN menjadi jembatan yang menghubungkan UGM dengan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan, tetapi juga membawa hasil riset kampus agar dapat diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nanung.

Ia menambahkan, salah satu inovasi yang saat ini terus didorong adalah pengembangan varietas padi unggul Gamagora 7, yang sedang diuji di Desa Gunungsari.

“Kalau teknologi seperti Gamagora terbukti memberikan manfaat yang luas bagi petani, tentu ini menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Memang 50 hari KKN tidak cukup menyelesaikan semua persoalan desa, tetapi mahasiswa dapat memetakan berbagai potensi yang nantinya bisa dikembangkan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut Nanung, kegiatan KKN juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Apresiasi terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan Pemerintah Desa Tulungrejo. Perangkat Desa Tulungrejo, Mariadi, menilai kehadiran mahasiswa UGM memberikan banyak manfaat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat bangga Desa Tulungrejo menjadi lokasi KKN UGM. Mudah-mudahan ilmu yang dibawa mahasiswa dapat terus bermanfaat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya.

Menurut Mariadi, mahasiswa telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan Posyandu, edukasi kesehatan, pengolahan daun kelor menjadi produk pangan bergizi, hingga pendampingan UMKM berbasis olahan susu segar dan makanan tradisional yang akan diarahkan untuk memperoleh sertifikasi halal.

Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, UGM berharap seluruh program KKN-PPM tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian selama mahasiswa berada di desa, tetapi mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Madiun. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Kades Ponorogo Gigit Jari, Dana Desa Tahap II Tak Kunjung Cair

    Ratusan Kades Ponorogo Gigit Jari, Dana Desa Tahap II Tak Kunjung Cair

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan kepala desa (Kades) di Ponorogo harus gigit jari. Pasalnya, jatah Dana Desa (DD) tahap II tak kunjung cair. Sementara sejumlah proyek pembangunan terlanjur berjalan dan menanti pembayaran sebelum akhir tahun. Tak ingin semakin merugi, para Kades yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Ponorogo meluruk DPRD menggelar rapat […]

    Bagikan
  • Sekolah Rakyat Madiun Siap Sambut Siswa Baru Lewat MPLS Pekan Depan, Proyek Ditarget Rampung Akhir Juli

    Sekolah Rakyat Madiun Siap Sambut Siswa Baru Lewat MPLS Pekan Depan, Proyek Ditarget Rampung Akhir Juli

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Madiun memasuki tahap akhir. Progres fisik proyek yang dibangun di Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, kini telah mencapai 90,061 persen. Sejumlah fasilitas utama sudah siap digunakan untuk mendukung kegiatan awal tahun ajaran baru, termasuk agenda open house yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Juli 2026 sebagai bagian dari Masa […]

    Bagikan
  • Diduga Sopir Mengantuk, Minibus Hiace Tabrak Truk, 2 Korban MD

    Diduga Sopir Mengantuk, Minibus Hiace Tabrak Truk, 2 Korban MD

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan maut di ruas Tol Solo–Kertosono KM 619+200A menyebabkan 2 nyawa melayang. Kecelakaan itu terjadi wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Rabu (20/5/2026). Sebuah minibus Toyota Hiace menghantam truk Mitsubishi Canter usai sopir diduga mengalami microsleep saat berkendara. Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Benturan keras menyebabkan bodi […]

    Bagikan
  • Kondisi Jembatan Ngaglek Magetan Mengkhawatirkan, Akses Vital Warga Butuh Perbaikan Segera

    Kondisi Jembatan Ngaglek Magetan Mengkhawatirkan, Akses Vital Warga Butuh Perbaikan Segera

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi Jembatan Ngaglek di Desa Ngaglek, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kian memprihatinkan. Jembatan berbahan kayu yang dibangun pada 2007 itu mengalami kerusakan parah akibat termakan usia dan dinilai tidak lagi layak dilalui karena membahayakan keselamatan warga. Sejumlah papan kayu jembatan tampak lapuk dan licin. Kondisi tersebut bahkan pernah menyebabkan insiden nyaris […]

    Bagikan
  • 10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 10 anak di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diamankan aparat kepolisian dalam sepekan terakhir. Mereka kedapatan membuat balon udara tanpa awak dan ratusan selongsong petasan. Mirisnya, bahan pembuatan selongsong petasan tersebut menggunakan kertas dari buku pelajaran. Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo menyampaikan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pembuatan […]

    Bagikan
  • Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Warga Joketro Magetan Gempar

    Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Warga Joketro Magetan Gempar

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Joketro, Kecamatan Parang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia pada Senin (29/09/2025) pagi. Korban diketahui bernama Sarmo (78), warga setempat yang sehari-hari tinggal seorang diri. Kapolsek Parang, AKP Sukarno, menyampaikan pihak kepolisian mendapat laporan sekitar pukul 07.00 WIB. “Setelah laporan masuk, petugas segera berkoordinasi dengan tim Puskesmas […]

    Bagikan
expand_less