Berita Terkini
Trending Tags

Monitoring KKN-PPM UGM di Madiun, Mahasiswa Kenalkan Inovasi IoT hingga Pengembangan Wisata dan UMKM Desa

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahasiswa UGM kenalkan inovasi IoT untuk bantu petani desa. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memastikan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi KKN-PPM Periode II Tahun 2026 yang digelar di Aula Desa Tulungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Komisi II Senat Akademik UGM, pemerintah desa, serta mahasiswa KKN yang ditempatkan di tiga desa, yakni Desa Tulungrejo, Gunungsari, dan Pulungrejo.

Dalam forum evaluasi tersebut, masing-masing kelompok mahasiswa mempresentasikan capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama menjalankan pengabdian di masyarakat. Selain memaparkan hasil kegiatan, mahasiswa juga menyampaikan berbagai inovasi yang tengah dikembangkan untuk mendukung potensi unggulan di masing-masing desa.

Beragam program dipresentasikan, mulai dari penguatan sektor pertanian, pengembangan usaha mikro, inventarisasi potensi budaya, pemberdayaan masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, hingga pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengembangan alat monitoring kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut dirancang untuk membantu petani memantau kondisi kelembapan tanah secara real time melalui telepon genggam sehingga kebutuhan irigasi dapat diketahui lebih cepat dan tepat.

Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Kabupaten Madiun, Shakira, menjelaskan alat tersebut merupakan pengembangan dari perangkat pendeteksi kelembapan tanah yang telah ada sebelumnya.

“Alat ini ditancapkan di lahan pertanian untuk mendeteksi kelembapan tanah, kemudian datanya langsung terhubung ke telepon seluler. Ketika kelembapan tanah berada di bawah batas yang ditentukan, sistem akan memberikan notifikasi kepada petani sehingga mereka mengetahui kapan harus melakukan irigasi,” ujarnya.

Menurut Shakira, setiap desa memiliki fokus pengembangan yang berbeda sesuai potensi wilayah masing-masing. Desa Gunungsari mengembangkan konsep wellness tourism dan pertanian, Desa Tulungrejo fokus pada inventarisasi potensi budaya serta pengembangan desa wisata, sedangkan Pulungrejo diarahkan pada penguatan sektor UMKM.

Ia berharap seluruh program yang dijalankan mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi mampu diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

“Kami membawa sekitar 100 program dari 20 mahasiswa. Harapannya, ada program-program yang dapat terus berlanjut setelah KKN selesai dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan monitoring terhadap program yang masih berjalan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Nanung Agus Fitriyanto, mengatakan monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana program mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menggali potensi desa yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Menurutnya, selama berada di Kabupaten Madiun, mahasiswa telah mengidentifikasi berbagai potensi strategis, mulai dari sektor pertanian hingga pariwisata, yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa.

“KKN menjadi jembatan yang menghubungkan UGM dengan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan, tetapi juga membawa hasil riset kampus agar dapat diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nanung.

Ia menambahkan, salah satu inovasi yang saat ini terus didorong adalah pengembangan varietas padi unggul Gamagora 7, yang sedang diuji di Desa Gunungsari.

“Kalau teknologi seperti Gamagora terbukti memberikan manfaat yang luas bagi petani, tentu ini menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Memang 50 hari KKN tidak cukup menyelesaikan semua persoalan desa, tetapi mahasiswa dapat memetakan berbagai potensi yang nantinya bisa dikembangkan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut Nanung, kegiatan KKN juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Apresiasi terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan Pemerintah Desa Tulungrejo. Perangkat Desa Tulungrejo, Mariadi, menilai kehadiran mahasiswa UGM memberikan banyak manfaat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat bangga Desa Tulungrejo menjadi lokasi KKN UGM. Mudah-mudahan ilmu yang dibawa mahasiswa dapat terus bermanfaat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya.

Menurut Mariadi, mahasiswa telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan Posyandu, edukasi kesehatan, pengolahan daun kelor menjadi produk pangan bergizi, hingga pendampingan UMKM berbasis olahan susu segar dan makanan tradisional yang akan diarahkan untuk memperoleh sertifikasi halal.

Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, UGM berharap seluruh program KKN-PPM tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian selama mahasiswa berada di desa, tetapi mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Madiun. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laskar Ronggo Djoemeno Bagikan 1.200 Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

    Laskar Ronggo Djoemeno Bagikan 1.200 Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Aksi berbagi di bulan suci Ramadan dilakukan oleh Laskar Ronggo Djoemeno dengan membagikan sekitar 1.200 paket takjil kepada pengguna jalan. Kegiatan tersebut digelar di Simpang Tiga Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Minggu (15/3/2026) sore. Puluhan anggota Laskar Ronggo Djoemeno tampak turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada pengendara yang […]

    Bagikan
  • Diduga Hilang Kendali, Truk Hino Dump Tronton Hantam SPBU dan Warung di Ngawi

    Diduga Hilang Kendali, Truk Hino Dump Tronton Hantam SPBU dan Warung di Ngawi

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan raya Ngawi – Bojonegoro, tepatnya di Dusun Joho, Desa Karang Tengah Prandon, Kecamatan Ngawi, pada Sabtu (22/3/2025).   Truk Hino Dump Tronton dengan nomor polisi B 9233 TYW yang dikemudikan oleh Sugeng Prasetyo Alex (38), warga Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, diduga hilang kendali […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Genjot Program Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

    Pemkot Madiun Genjot Program Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun semakin serius membenahi sistem pengelolaan sampah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekaligus Kepala Bappelitbangda Kota Madiun, Suwarno, menegaskan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. “Setiap keluarga wajib memilah sampah sebelum dibuang ke TPS. Pemilahan sejak dari sumber […]

    Bagikan
  • Menikmati Kicau Merdu Burung Perkutut yang Bikin Candu

    Menikmati Kicau Merdu Burung Perkutut yang Bikin Candu

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Halaman Denbekang V/1B Madiun tampak dipenuhi ratusan orang pecinta burung perkutut, Minggu (31/08/2025). Ini bagian dari latihan bersama dan lomba kicau burung perkutut    yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Bahkan, pecinta burung perkutut dari wilayah JawaTengah pun turut hadir meramaikan Latber yang juga dalam rangka HUT ke-80 RI. Mayor Cba. […]

    Bagikan
  • 12 Titik KDKMP di Kabupaten Madiun Tertahan, Bupati: Terkendala Lahan Perhutani

    12 Titik KDKMP di Kabupaten Madiun Tertahan, Bupati: Terkendala Lahan Perhutani

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Madiun belum berjalan mulus. Sedikitnya 12 titik pembangunan harus tertahan karena lokasi yang disiapkan berada di lahan milik Perum Perhutani dan masih menunggu persetujuan Kementerian Kehutanan. Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, Pemkab Madiun telah mengajukan komunikasi dan surat untuk memperoleh izin pendirian gerai […]

    Bagikan
  • Dua Narapidana Kasus Pembunuhan Bebas Berkat Amnesti Presiden

    Dua Narapidana Kasus Pembunuhan Bebas Berkat Amnesti Presiden

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dua narapidana kasus pembunuhan di Lapas Kelas I Madiun, berinisial A dan M, resmi dibebaskan usai memperoleh amnesti dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pembebasan dilakukan pada Sabtu (02/08/2025), membawa haru bagi keduanya setelah bertahun-tahun menjalani hukuman masing-masing selama 13 tahun dan 5 tahun. Kebebasan A dan M berdasarkan Keputusan […]

    Bagikan
expand_less