Berita Terkini
Trending Tags

Monitoring KKN-PPM UGM di Madiun, Mahasiswa Kenalkan Inovasi IoT hingga Pengembangan Wisata dan UMKM Desa

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 221
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahasiswa UGM kenalkan inovasi IoT untuk bantu petani desa. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memastikan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi KKN-PPM Periode II Tahun 2026 yang digelar di Aula Desa Tulungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Komisi II Senat Akademik UGM, pemerintah desa, serta mahasiswa KKN yang ditempatkan di tiga desa, yakni Desa Tulungrejo, Gunungsari, dan Pulungrejo.

Dalam forum evaluasi tersebut, masing-masing kelompok mahasiswa mempresentasikan capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama menjalankan pengabdian di masyarakat. Selain memaparkan hasil kegiatan, mahasiswa juga menyampaikan berbagai inovasi yang tengah dikembangkan untuk mendukung potensi unggulan di masing-masing desa.

Beragam program dipresentasikan, mulai dari penguatan sektor pertanian, pengembangan usaha mikro, inventarisasi potensi budaya, pemberdayaan masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, hingga pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengembangan alat monitoring kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut dirancang untuk membantu petani memantau kondisi kelembapan tanah secara real time melalui telepon genggam sehingga kebutuhan irigasi dapat diketahui lebih cepat dan tepat.

Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Kabupaten Madiun, Shakira, menjelaskan alat tersebut merupakan pengembangan dari perangkat pendeteksi kelembapan tanah yang telah ada sebelumnya.

“Alat ini ditancapkan di lahan pertanian untuk mendeteksi kelembapan tanah, kemudian datanya langsung terhubung ke telepon seluler. Ketika kelembapan tanah berada di bawah batas yang ditentukan, sistem akan memberikan notifikasi kepada petani sehingga mereka mengetahui kapan harus melakukan irigasi,” ujarnya.

Menurut Shakira, setiap desa memiliki fokus pengembangan yang berbeda sesuai potensi wilayah masing-masing. Desa Gunungsari mengembangkan konsep wellness tourism dan pertanian, Desa Tulungrejo fokus pada inventarisasi potensi budaya serta pengembangan desa wisata, sedangkan Pulungrejo diarahkan pada penguatan sektor UMKM.

Ia berharap seluruh program yang dijalankan mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi mampu diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

“Kami membawa sekitar 100 program dari 20 mahasiswa. Harapannya, ada program-program yang dapat terus berlanjut setelah KKN selesai dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan monitoring terhadap program yang masih berjalan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Nanung Agus Fitriyanto, mengatakan monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana program mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menggali potensi desa yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Menurutnya, selama berada di Kabupaten Madiun, mahasiswa telah mengidentifikasi berbagai potensi strategis, mulai dari sektor pertanian hingga pariwisata, yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa.

“KKN menjadi jembatan yang menghubungkan UGM dengan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan, tetapi juga membawa hasil riset kampus agar dapat diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nanung.

Ia menambahkan, salah satu inovasi yang saat ini terus didorong adalah pengembangan varietas padi unggul Gamagora 7, yang sedang diuji di Desa Gunungsari.

“Kalau teknologi seperti Gamagora terbukti memberikan manfaat yang luas bagi petani, tentu ini menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Memang 50 hari KKN tidak cukup menyelesaikan semua persoalan desa, tetapi mahasiswa dapat memetakan berbagai potensi yang nantinya bisa dikembangkan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut Nanung, kegiatan KKN juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Apresiasi terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan Pemerintah Desa Tulungrejo. Perangkat Desa Tulungrejo, Mariadi, menilai kehadiran mahasiswa UGM memberikan banyak manfaat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat bangga Desa Tulungrejo menjadi lokasi KKN UGM. Mudah-mudahan ilmu yang dibawa mahasiswa dapat terus bermanfaat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya.

Menurut Mariadi, mahasiswa telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan Posyandu, edukasi kesehatan, pengolahan daun kelor menjadi produk pangan bergizi, hingga pendampingan UMKM berbasis olahan susu segar dan makanan tradisional yang akan diarahkan untuk memperoleh sertifikasi halal.

Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, UGM berharap seluruh program KKN-PPM tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian selama mahasiswa berada di desa, tetapi mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Madiun. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Telur Naik, Warga Miskin Di Ponorogo Malah Untung

    Harga Telur Naik, Warga Miskin Di Ponorogo Malah Untung

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga telur ayam yang kini mencapai Rp28–Rp29 ribu per kilogram ternyata tidak selalu membawa kabar buruk. Di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, sejumlah warga miskin justru merasa diuntungkan. Mereka adalah penerima bantuan ayam petelur dari pemerintah daerah melalui program Taskintul atau Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pangan yang Betul. Program […]

    Bagikan
  • Kejari Ponorogo Sita Lagi Rp1,049 Miliar, Total Uang Capai Rp3,037 Miliar

    Kejari Ponorogo Sita Lagi Rp1,049 Miliar, Total Uang Capai Rp3,037 Miliar

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo kembali menyita uang dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tahun anggaran 2023–2026. Penyitaan pada Rabu (12/8/2026) menjadi penyitaan yang ketiga dalam perkara tersebut. Kali ini, uang yang diamankan mencapai Rp1,049 miliar. Dengan penyitaan tahap ketiga tersebut, total […]

    Bagikan
  • Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perkerjaan rumah tim penyidik Kejari Kab. Madiun kian bertambah pasca laporan APBDes Simo Kec. Balerejo Tahun 2021-2024. Padahal dugaan rasuah dua kasus besar yakni kolam renang di Desa Gemarang, Kec. Gemarang dan Desa Sukosari Kec. Dagangan belum tuntas. Tak pelak desakan dan sindiran muncul agar penyidik Kejari tidak mengantung perkaranya. […]

    Bagikan
  • Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen Play Button photo_camera 2

    Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim penghujan yang terjadi sejak awal tahun menjadi tantangan berat bagi para perajin genteng tradisional di Kabupaten Magetan. Ketergantungan pada panas matahari untuk proses pengeringan membuat produksi genteng rentan terganggu ketika cuaca tiba-tiba berubah. Kondisi itu dirasakan para perajin di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, salah satu sentra industri genteng rumahan di […]

    Bagikan
  • Semarak Sepasma 2025, Ribuan Warga Padati Festival Budaya dan UMKM 

    Semarak Sepasma 2025, Ribuan Warga Padati Festival Budaya dan UMKM 

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ribuan warga memadati Lapangan Desa Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Selasa malam (02/07/2025), menyambut pembukaan Sepasar Ing Madiun (SEPASMA) 2025. Ini menjadi festival budaya dan ekonomi kreatif yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun. Festival ini menampilkan kolaborasi seni pertunjukan, parade budaya, serta bazar UMKM yang menjadi etalase potensi lokal. […]

    Bagikan
  • Salat Idul Fitri 1447 H di Islamic Center Madiun Dipadati Ribuan Jemaah Muhammadiyah, Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Salat Idul Fitri 1447 H di Islamic Center Madiun Dipadati Ribuan Jemaah Muhammadiyah, Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Islamic Center Kota Madiun berlangsung khidmat dan tertib, Jumat (20/3/2026) pagi. Ribuan jemaah dari kalangan Muhammadiyah dari wilayah Kota Madiun dan sekitarnya memadati area lokasi sejak pagi hari untuk mengikuti ibadah salat Id. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Taufiqullah A Ahmady menyampaikan […]

    Bagikan
expand_less