Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Ponorogo Kawal Tuntutan Guru Honorer Non-dapodik

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 187
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Riyanto, Anggota DPRD Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sekitar seribu guru honorer non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo, Selasa (26/5/2026). Dalam aksi tersebut, para guru menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membuka kembali akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang disebut telah ditutup sejak tahun 2020.

Aksi yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Non Dapodik itu diterima langsung anggota DPRD Ponorogo Riyanto. Di hadapan massa aksi, Riyanto mengaku memahami kondisi guru honorer yang selama ini masih menerima honor minim.

“Kami menerima aksi damai dari teman-teman GTT. Saya tahu persis kondisi guru yang saat ini digaji di bawah standar,” ujar Riyanto.

Ia mengatakan DPRD Ponorogo akan mengawal seluruh aspirasi guru honorer non-Dapodik agar dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

“Kami akan mengawal apa yang menjadi aspirasi guru GTT. Aspirasi ini nanti akan kami sampaikan kepada pihak terkait,” katanya.

Menurut Riyanto, DPRD juga akan melakukan diskusi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo guna mencari jalan keluar terkait persoalan guru honorer non-Dapodik.

“Kami akan memberikan masukan terkait apa yang diinginkan teman-teman guru dan kemampuan pemerintah daerah. Mudah-mudahan 100 persen guru GTT ada solusi,” lanjutnya.

Sementara itu, para guru honorer menilai keberadaan dalam sistem Dapodik sangat penting karena menjadi syarat memperoleh berbagai fasilitas pemerintah, termasuk Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) hingga peluang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Forum Guru Tidak Tetap Non Dapodik, Mahmud Danuri, menyebut banyak guru honorer di Ponorogo masih bertahan mengajar meski hanya menerima honor antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

“Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa guru honorer di Ponorogo itu nyata dan masih ada. Kami tetap mengabdi meski dalam kondisi yang sangat terbatas,” ujarnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relokasi TPA Mrican ke Lahan Perhutani Sukun Ditargetkan Rampung 2026

    Relokasi TPA Mrican ke Lahan Perhutani Sukun Ditargetkan Rampung 2026

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Proses panjang relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican ke lahan Perhutani di wilayah Sukun dipastikan segera rampung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo menyebut, tahap akhir berupa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis kini hampir selesai. Plt. Kepala DLH Ponorogo, Jamus Kunto, mengatakan penyelesaian dokumen dan nilai anggaran ditargetkan tuntas pada Desember […]

    Bagikan
  • Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Magetan memicu bencana tanah longsor kembali. Seorang petani bernama Pardi, warga Dusun Dagung, Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, nyaris kehilangan nyawa setelah tertimbun material longsor di area kebun, Selasa (11/11/2025) sore. Peristiwa terjadi ketika korban hendak menuju sawah di tengah cuaca gerimis setelah hujan lebat. Saat melintas […]

    Bagikan
  • Jika Nekad Beroperasi, Satpol PP Pemkab Madiun Ancam Segel PT Wah Lung Indonesia

    Jika Nekad Beroperasi, Satpol PP Pemkab Madiun Ancam Segel PT Wah Lung Indonesia

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dugaan pembangkangan terhadap perintah pemerintah daerah mencuat dalam aktivitas pembangunan yang dilakukan PT Wah Lung Indonesia di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Satpol PP bahkan mengancam siap menyegelnya. Kepala Satpol PP Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. “Nanti kami akan turun untuk memastikan kondisi […]

    Bagikan
  • Pencari Belut Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Listrik Perangkap Tikus

    Pencari Belut Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Listrik Perangkap Tikus

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Seorang pencari belut di Kabupaten Ngawi ditemukan tewas diduga akibat tersengat listrik yang digunakan sebagai perangkap tikus di area persawahan. Jenazah korban segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Warga Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di area persawahan pada Minggu (19/01/2025) […]

    Bagikan
  • Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Wali Kota Madiun Maidi dibawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan selama berjam-jam di Markas Polres Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Kota Madiun. Pantauan di lokasi, Maidi keluar dari gedung Polres Madiun sekitar pukul 17.20 […]

    Bagikan
  • Nyaru Polisi, Pria Asal Kediri Ditangkap Saat Lamaran di Magetan

    Nyaru Polisi, Pria Asal Kediri Ditangkap Saat Lamaran di Magetan

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Aksi penipuan kembali mencuat di media sosial. Seorang pria asal Kediri, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi sungguhan setelah nekat menyamar sebagai anggota kepolisian demi melamar seorang janda asal Magetan. Identitas palsunya terbongkar tepat saat prosesi lamaran berlangsung. Pelaku diketahui bernama Doni Setiawan. Ia berkenalan dengan korban, RS warga Kecamatan […]

    Bagikan
expand_less