Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Ponorogo Kawal Tuntutan Guru Honorer Non-dapodik

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Riyanto, Anggota DPRD Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sekitar seribu guru honorer non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo, Selasa (26/5/2026). Dalam aksi tersebut, para guru menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membuka kembali akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang disebut telah ditutup sejak tahun 2020.

Aksi yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Non Dapodik itu diterima langsung anggota DPRD Ponorogo Riyanto. Di hadapan massa aksi, Riyanto mengaku memahami kondisi guru honorer yang selama ini masih menerima honor minim.

“Kami menerima aksi damai dari teman-teman GTT. Saya tahu persis kondisi guru yang saat ini digaji di bawah standar,” ujar Riyanto.

Ia mengatakan DPRD Ponorogo akan mengawal seluruh aspirasi guru honorer non-Dapodik agar dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

“Kami akan mengawal apa yang menjadi aspirasi guru GTT. Aspirasi ini nanti akan kami sampaikan kepada pihak terkait,” katanya.

Menurut Riyanto, DPRD juga akan melakukan diskusi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo guna mencari jalan keluar terkait persoalan guru honorer non-Dapodik.

“Kami akan memberikan masukan terkait apa yang diinginkan teman-teman guru dan kemampuan pemerintah daerah. Mudah-mudahan 100 persen guru GTT ada solusi,” lanjutnya.

Sementara itu, para guru honorer menilai keberadaan dalam sistem Dapodik sangat penting karena menjadi syarat memperoleh berbagai fasilitas pemerintah, termasuk Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) hingga peluang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Forum Guru Tidak Tetap Non Dapodik, Mahmud Danuri, menyebut banyak guru honorer di Ponorogo masih bertahan mengajar meski hanya menerima honor antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

“Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa guru honorer di Ponorogo itu nyata dan masih ada. Kami tetap mengabdi meski dalam kondisi yang sangat terbatas,” ujarnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepekan Tak Terungkap, Penyebab Keracunan Massal Siswa di Madiun Masih Misterius

    Sepekan Tak Terungkap, Penyebab Keracunan Massal Siswa di Madiun Masih Misterius

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Satu pekan pasca keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SD di Kecamatan Mejayan, penanganan kasus ini dinilai berjalan lambat. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut belum terungkap karena hasil uji laboratorium sisa makanan belum juga diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun. Keterlambatan ini memicu kritik public, khususnya orang tua siswa yang […]

    Bagikan
  • Polwan Berkuda Perkuat Pengamanan Telaga Sarangan, Wisatawan Sambut Antusias

    Polwan Berkuda Perkuat Pengamanan Telaga Sarangan, Wisatawan Sambut Antusias

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan kembali menghadirkan inovasi pengamanan kawasan wisata dengan menerjunkan patroli berkuda Polisi Wanita (Polwan) di Telaga Sarangan, Minggu (18/01/2026). Kehadiran pasukan berkuda ini menjadi strategi untuk menciptakan rasa aman sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis. Sejak pagi, para Polwan berkuda berkeliling di sekitar lingkar […]

    Bagikan
  • Kejaksaan Tetapkan Ketua LKK Madiun Lor Tersangka Dugaan Penyimpangan Dana Penyertaan Modal

    Kejaksaan Tetapkan Ketua LKK Madiun Lor Tersangka Dugaan Penyimpangan Dana Penyertaan Modal

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergi | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menetapkan sekaligus menahan seorang tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK), Jumat (29/08/2025). Langkah hukum ini dilakukan setelah tim penyidik memeriksa lebih dari 20 orang saksi, melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, serta menyita berbagai dokumen dan barang bukti yang berkaitan dengan perkara […]

    Bagikan
  • Ojol Madiun Doa Bersama untuk  Keselamatan Bangsa dan Alm. Affan Kurniawan 

    Ojol Madiun Doa Bersama untuk  Keselamatan Bangsa dan Alm. Affan Kurniawan 

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Madiun bersama komunitas Aspirasi Para Gus (Asparagus) menggelar doa bersama di Pendopo Muda Graha, Senin (01/09/2025). Kegiatan ini dihadiri jajaran tiga pilar pemerintah daerah, TNI, dan Polri sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan atas situasi bangsa beberapa hari terakhir. Selain mendoakan keselamatan Indonesia, doa […]

    Bagikan
  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
  • Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi baru saja melakukan mutasi terhadap 5 pejabat pimpinan tinggi pratama pada Rabu (07/05/2025). Bahkan, 2 Kepala Dinas masuk “kotak” di posisi Staf Ahli. Rupanya, gerbong mutasi tidak ada berhenti disini saja. Maidi mengungkapkan bahwa perubahan struktur atau “gerbong” pemerintahan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, […]

    Bagikan
expand_less