15 Tim DKPP Madiun Siaga Periksa Daging Kurban Saat Idul Adha 2026
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menyiapkan 15 tim pemeriksa kesehatan hewan kurban untuk mengawasi proses penyembelihan saat Hari Raya Idul Adha 2026. Tim tersebut akan diterjunkan ke seluruh kecamatan guna memastikan daging kurban aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai sebelum hingga setelah penyembelihan hewan kurban.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit hewan yang dapat menular ke manusia.
“Pemeriksaan dilakukan mulai sebelum hingga setelah penyembelihan agar daging kurban betul-betul steril dari penyakit yang dapat menular ke manusia,” ujar Paryoto.
Sebanyak 15 tim pemeriksa akan disebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun. Masing-masing tim terdiri dari dokter hewan ASN dan swasta, paramedik veteriner, serta paramedik reproduksi atau inseminator.
Petugas nantinya ditempatkan di sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan postmortem atau pemeriksaan setelah hewan disembelih. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi karkas maupun organ dalam hewan.
“Petugas akan menyebar di titik penyembelihan guna melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” katanya.
Dalam pemeriksaan karkas, petugas akan mengecek jaringan otot, lemak, tulang, hingga kelenjar getah bening. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi adanya perubahan warna, pembengkakan, atau kerusakan jaringan yang berpotensi menjadi indikasi penyakit berbahaya.
“Kondisi karkas harus dipastikan normal sebelum daging dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, organ dalam seperti hati, paru-paru, limpa, jantung, ginjal, dan usus juga diperiksa secara detail. Pemeriksaan hati dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya cacing hati, sedangkan organ lainnya diperiksa guna mengetahui adanya infeksi maupun gejala penyakit seperti antraks.
Sebelumnya, DKPP Kabupaten Madiun juga telah menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan di pasar hewan dan lokasi penjualan ternak menjelang Idul Adha. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat sebelum dipotong.
Paryoto berharap pengawasan berlapis mulai dari pemeriksaan sebelum hingga sesudah penyembelihan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat penerima daging kurban. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





