Berita Terkini
Trending Tags

Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kopi Excelsa dan Robusta tua jadi andalan Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah menjamurnya tren kopi lokal di Indonesia, lereng Gunung Lawu di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, masih menyimpan kekayaan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Ratusan petani di kawasan ini tetap mempertahankan budidaya kopi dari bibit peninggalan era kolonial Belanda yang usianya telah melampaui satu abad.

Keaslian varietas serta cita rasa kopi yang diwariskan secara turun-temurun menjadi daya tarik tersendiri. Tiga jenis kopi, yakni Robusta, Arabika, dan Excelsa, masih tumbuh dan dibudidayakan tanpa mengalami persilangan, sehingga karakter rasa dan bentuk bijinya diyakini tetap sama seperti saat pertama kali ditanam lebih dari 100 tahun lalu.

Salah seorang petani kopi di kawasan Gunung Tambal, Desa Alastuwo, Santoso (57), mengatakan sebagian besar kebun kopinya berasal dari bibit yang diperbanyak dari satu pohon tua berusia lebih dari satu abad yang tumbuh di belakang rumahnya. Bibit tersebut dikembangkan secara vegetatif melalui stek batang hingga kini mencapai sekitar 3.000 pohon yang tersebar di tiga lokasi.

Menurut Santoso, pohon-pohon tersebut kini mampu menghasilkan sekitar satu ton kopi setiap musim panen.

“Punya saya kopinya jenis Robusta dan Excelsa. Bibitnya itu sudah ada sejak kakek saya masih hidup. Saya perbanyak terus sampai sekarang sudah ada 3.000 pohon di tiga titik,” ujar Santoso.

Ia menjelaskan kopi Robusta asal Poncol memiliki ukuran biji yang relatif lebih kecil dibandingkan kopi dari daerah lain. Kondisi tersebut justru menjadi ciri khas karena tanaman berasal dari varietas lama yang tidak mengalami persilangan. Sementara itu, kopi Excelsa, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai kopi nangka, memiliki pohon lebih tinggi, daun lebih lebar, serta biji berukuran besar dan cenderung lonjong.

Image Not Found
Petani rawat kopi warisan Belanda di lereng Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

“Kalau Robusta bijinya memang lebih kecil dibanding daerah lain karena ini keturunan pohon lama. Sedangkan Excelsa pohonnya tinggi, daunnya lebar, dan bijinya lebih besar. Di sini orang menyebutnya kopi nangka karena aromanya khas seperti buah nangka,” jelasnya.

Meski populasi kopi Excelsa diperkirakan hanya sekitar dua persen dari total tanaman kopi di dunia, jenis ini memiliki pasar tersendiri. Namun, tidak banyak petani yang membudidayakannya karena proses panennya lebih sulit akibat tinggi pohon yang dapat mencapai belasan meter.

Untuk produk green bean, Santoso memasarkan kopi Robusta seharga Rp100.000 per kilogram, sedangkan kopi Excelsa dijual Rp110.000 per kilogram.

“Permintaan Excelsa ini mayoritas dari Solo dan Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Warga sini justru tidak banyak yang suka karena pohonnya tinggi dan metiknya lebih susah. Kalau Robusta, pembelinya banyak dari kafe-kafe di Magetan dan sekitarnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian Kecamatan Poncol, Sayogo Pamungkas, mengatakan kopi telah berkembang menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan di wilayah tersebut. Saat ini terdapat sekitar 720 petani kopi yang tersebar di delapan desa di Kecamatan Poncol.

Luas areal perkebunan kopi diperkirakan mencapai 25 hingga 30 hektare, dengan potensi pengembangan yang masih terbuka lebar. Kecamatan Poncol memiliki sekitar 2.200 hektare lahan kering yang dinilai sangat potensial untuk perluasan budidaya kopi.

Menurut Sayogo, pemerintah terus mendorong pengembangan sektor kopi melalui berbagai program pendampingan. Kelompok tani difasilitasi memperoleh bantuan bibit, pupuk, sarana produksi, hingga peralatan pengolahan kopi. Selain itu, pendampingan teknis juga dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

“Setiap tahun selalu ada pengembangan areal kopi. Kami memfasilitasi kelompok tani untuk memperoleh bantuan bibit, pupuk, obat-obatan hingga alat pengolahan kopi dari Dinas Pertanian. Kami juga menggandeng UNS dan UNESA untuk mendampingi petani agar kualitas kopi terus meningkat,” kata Sayogo.

Ia menambahkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal dengan cita rasa khas turut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kopi asal Poncol.

“Sekarang pemasaran kopi Poncol tidak hanya di Magetan. Produk petani sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Timur bahkan hingga luar provinsi. Ini menunjukkan kopi dari lereng Gunung Lawu semakin dikenal dan memiliki prospek ekonomi yang sangat baik,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intensitas Hujan Tinggi, Empat Desa di Madiun Terdampak Luapan Sungai

    Intensitas Hujan Tinggi, Empat Desa di Madiun Terdampak Luapan Sungai

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun pada Minggu (22/2/2026) malam memicu luapan air sungai di sejumlah titik. Sedikitnya empat desa di Kecamatan Balerejo terdampak genangan, meski air dilaporkan belum sampai masuk ke rumah warga. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Fajar Lumaksono, […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Berbagi Santunan di Panti Asuhan Muhammadiyah, Pererat Silaturahmi dan Motivasi Anak Asuh

    Polres Madiun Kota Berbagi Santunan di Panti Asuhan Muhammadiyah, Pererat Silaturahmi dan Motivasi Anak Asuh

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Madiun di Jalan Aloon-Aloon Utara No.26, Pangongangan, Kecamatan Manguharjo pada Rabu (25/02/2026). Polres Madiun Kota bersama perwakilan awak media menggelar kegiatan pemberian santunan dan sembako yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama anak-anak panti dan para pengurus. Kegiatan tersebut menjadi momentum […]

    Bagikan
  • Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Madiun Luncurkan Kampung Kendali Penyakit Tidak Menular

    Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Madiun Luncurkan Kampung Kendali Penyakit Tidak Menular

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Madiun terus digencarkan. Salah satunya melalui peresmian Kampung Kendali PTM yang berada di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada Kamis (20/11/2025). Program ini diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi. […]

    Bagikan
  • Bupati dan Wakil Bupati Magetan 2025–2030 Resmi Dilantik, Ini Pesan Gubernur Jatim

    Bupati dan Wakil Bupati Magetan 2025–2030 Resmi Dilantik, Ini Pesan Gubernur Jatim

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bupati dan Wakil Bupati Magetan periode 2025–2030 resmi dilantik Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat pada Jumat (23/05/2025) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Usai prosespanjang Pilkada 2024, Nanik Endang Rusminiarti dan Suyatni Priasmoro kini menduduki kursi Pimpinan di Pemerintah Kabupaten Magetan. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Internet Anak di Magetan Segera Dibatasi? Pemkab Sedang Finalisasi Aturan

    Internet Anak di Magetan Segera Dibatasi? Pemkab Sedang Finalisasi Aturan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah menyiapkan formulasi kebijakan pembatasan akses internet bagi anak di tingkat daerah. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan nasional terkait perlindungan pengguna muda serta peningkatan kualitas SDM di era digital.  Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan, Cahaya Wijaya, usai mengikuti pertemuan di Graha Adi […]

    Bagikan
  • KA BIAS Makin Diminati! 180 Ribu Penumpang Terangkut, Pilihan Cerdas ke Bandara di Awal 2026

    KA BIAS Makin Diminati! 180 Ribu Penumpang Terangkut, Pilihan Cerdas ke Bandara di Awal 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah kini semakin praktis. Layanan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat lonjakan penumpang yang cukup signifikan pada awal tahun 2026. Sepanjang Triwulan I (Januari–Maret 2026), KA BIAS […]

    Bagikan
expand_less