Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 185
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kopi Excelsa dan Robusta tua jadi andalan Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah menjamurnya tren kopi lokal di Indonesia, lereng Gunung Lawu di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, masih menyimpan kekayaan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Ratusan petani di kawasan ini tetap mempertahankan budidaya kopi dari bibit peninggalan era kolonial Belanda yang usianya telah melampaui satu abad.

Keaslian varietas serta cita rasa kopi yang diwariskan secara turun-temurun menjadi daya tarik tersendiri. Tiga jenis kopi, yakni Robusta, Arabika, dan Excelsa, masih tumbuh dan dibudidayakan tanpa mengalami persilangan, sehingga karakter rasa dan bentuk bijinya diyakini tetap sama seperti saat pertama kali ditanam lebih dari 100 tahun lalu.

Salah seorang petani kopi di kawasan Gunung Tambal, Desa Alastuwo, Santoso (57), mengatakan sebagian besar kebun kopinya berasal dari bibit yang diperbanyak dari satu pohon tua berusia lebih dari satu abad yang tumbuh di belakang rumahnya. Bibit tersebut dikembangkan secara vegetatif melalui stek batang hingga kini mencapai sekitar 3.000 pohon yang tersebar di tiga lokasi.

Menurut Santoso, pohon-pohon tersebut kini mampu menghasilkan sekitar satu ton kopi setiap musim panen.

“Punya saya kopinya jenis Robusta dan Excelsa. Bibitnya itu sudah ada sejak kakek saya masih hidup. Saya perbanyak terus sampai sekarang sudah ada 3.000 pohon di tiga titik,” ujar Santoso.

Ia menjelaskan kopi Robusta asal Poncol memiliki ukuran biji yang relatif lebih kecil dibandingkan kopi dari daerah lain. Kondisi tersebut justru menjadi ciri khas karena tanaman berasal dari varietas lama yang tidak mengalami persilangan. Sementara itu, kopi Excelsa, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai kopi nangka, memiliki pohon lebih tinggi, daun lebih lebar, serta biji berukuran besar dan cenderung lonjong.

Image Not Found
Petani rawat kopi warisan Belanda di lereng Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

“Kalau Robusta bijinya memang lebih kecil dibanding daerah lain karena ini keturunan pohon lama. Sedangkan Excelsa pohonnya tinggi, daunnya lebar, dan bijinya lebih besar. Di sini orang menyebutnya kopi nangka karena aromanya khas seperti buah nangka,” jelasnya.

Meski populasi kopi Excelsa diperkirakan hanya sekitar dua persen dari total tanaman kopi di dunia, jenis ini memiliki pasar tersendiri. Namun, tidak banyak petani yang membudidayakannya karena proses panennya lebih sulit akibat tinggi pohon yang dapat mencapai belasan meter.

Untuk produk green bean, Santoso memasarkan kopi Robusta seharga Rp100.000 per kilogram, sedangkan kopi Excelsa dijual Rp110.000 per kilogram.

“Permintaan Excelsa ini mayoritas dari Solo dan Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Warga sini justru tidak banyak yang suka karena pohonnya tinggi dan metiknya lebih susah. Kalau Robusta, pembelinya banyak dari kafe-kafe di Magetan dan sekitarnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian Kecamatan Poncol, Sayogo Pamungkas, mengatakan kopi telah berkembang menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan di wilayah tersebut. Saat ini terdapat sekitar 720 petani kopi yang tersebar di delapan desa di Kecamatan Poncol.

Luas areal perkebunan kopi diperkirakan mencapai 25 hingga 30 hektare, dengan potensi pengembangan yang masih terbuka lebar. Kecamatan Poncol memiliki sekitar 2.200 hektare lahan kering yang dinilai sangat potensial untuk perluasan budidaya kopi.

Menurut Sayogo, pemerintah terus mendorong pengembangan sektor kopi melalui berbagai program pendampingan. Kelompok tani difasilitasi memperoleh bantuan bibit, pupuk, sarana produksi, hingga peralatan pengolahan kopi. Selain itu, pendampingan teknis juga dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

“Setiap tahun selalu ada pengembangan areal kopi. Kami memfasilitasi kelompok tani untuk memperoleh bantuan bibit, pupuk, obat-obatan hingga alat pengolahan kopi dari Dinas Pertanian. Kami juga menggandeng UNS dan UNESA untuk mendampingi petani agar kualitas kopi terus meningkat,” kata Sayogo.

Ia menambahkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal dengan cita rasa khas turut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kopi asal Poncol.

“Sekarang pemasaran kopi Poncol tidak hanya di Magetan. Produk petani sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Timur bahkan hingga luar provinsi. Ini menunjukkan kopi dari lereng Gunung Lawu semakin dikenal dan memiliki prospek ekonomi yang sangat baik,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ironis! Usai Asesmen dari KPK, Bupati Ponorogo Sugiri Malah Tersandung OTT

    Ironis! Usai Asesmen dari KPK, Bupati Ponorogo Sugiri Malah Tersandung OTT

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Publik Kabupaten Ponorogo digemparkan dengan informasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko pada Jumat (07/11/2025). Operasi ini terjadi usai KPK melakukan asesmen terhadap Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada 23 Oktober lalu di Jakarta. Bahkan, Sugiri sempat berujar bakal menindaklanjuti hasil asesmen KPK terkait pembenahan […]

    Bagikan
  • Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Yogyakarta – PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1446 hijriah. Dikutip dari keterangan resmi yang disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti melalui konferensi pers dalam website resmi muhammadiyah.or.id Rabu (12/2/2025). Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Agung Danarto. “Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan […]

    Bagikan
  • Operasional SPPG Bermasalah Distop, Bupati Madiun Ingatkan Pengelola Patuhi SOP 

    Operasional SPPG Bermasalah Distop, Bupati Madiun Ingatkan Pengelola Patuhi SOP 

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penyelenggaraan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini menyusul insiden keracunan yang terjadi di salah satu SPPG di Kecamatan Mejayan. Insiden yang menyebabkan puluhan siswa mengalami gejala keracunan itu disebut sebagai peringatan serius bagi para pengelola […]

    Bagikan
  • Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Para pedagang pasar di Kabupaten Madiun masih menunggu kepastian revitalisasi dari pemerintah daerah. Hingga kini, sejumlah pasar tradisional di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Pesilat itu belum mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan pada APBD murni 2026. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Erni Suryani, mengatakan belum […]

    Bagikan
  • Damkar Magetan Masuk Sekolah, SDN Bogoarum 2 Jadi Pelopor Edukasi Kebakaran di Plaosan

    Damkar Magetan Masuk Sekolah, SDN Bogoarum 2 Jadi Pelopor Edukasi Kebakaran di Plaosan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Upaya memperluas edukasi keselamatan kebakaran kini mulai menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Magetan. Sejumlah personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Magetan menggelar sosialisasi dan pelatihan dasar pemadaman di SDN Bogoarum 2 Kecamatan Plaosan. Sekolah ini tercatat sebagai yang pertama mengundang petugas Damkar untuk edukasi keselamatan di lingkup sekolahan. Kegiatan itu diikuti 46 siswa dan […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Tegaskan Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Soroti Regulasi Masih Lemah

    Kajari Magetan Tegaskan Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Soroti Regulasi Masih Lemah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, Yuana Nurshiyam, menegaskan komitmen penegakan hukum secara tegas terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Magetan. Hal itu disampaikan Kajari dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Lintas Sektoral Mitigasi Aktivitas Tambang, yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Forkopimda di Pendapa Surya Graha, Selasa (07/10/2025) kemarin. Dalam […]

    Bagikan
expand_less