Souvenir Frozen Food Jadi Tren Baru di Pernikahan, Pengusaha Ponorogo Bagikan Dimsum untuk Tamu
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 50
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Souvenir pernikahan umumnya berupa barang kenangan seperti kipas, gelas, atau gantungan kunci. Namun, sebuah resepsi pernikahan di Kabupaten Ponorogo menghadirkan konsep berbeda dengan membagikan paket frozen food kepada para tamu undangan.
Inovasi tersebut dilakukan oleh Asri Ananda (52), pengusaha frozen food asal Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Dalam resepsi pernikahan putrinya, Daffa Kharisma Aulia, yang digelar Minggu (7/6/2026), Asri memilih menjadikan produk usahanya sebagai souvenir pernikahan.

Paket souvenir yang dibagikan berisi berbagai produk frozen food, di antaranya damling, dimsum, dan bakpau mini. Seluruh produk dikemas secara praktis sehingga mudah dibawa pulang dan dapat langsung disimpan di dalam lemari pendingin.
Asri mengaku sengaja memilih konsep tersebut karena ingin memberikan sesuatu yang berbeda sekaligus bermanfaat bagi para tamu.
“Kalau souvenir biasanya berupa barang yang kadang hanya disimpan. Saya ingin memberikan sesuatu yang bisa dinikmati dan bermanfaat untuk tamu. Kebetulan saya punya usaha frozen food, jadi saya jadikan souvenir pernikahan anak saya,” ujar Asri.
Perempuan yang telah menekuni usaha frozen food sejak tahun 2013 itu mengatakan, ide tersebut juga menjadi cara untuk memperkenalkan produk UMKM lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Konsep souvenir tersebut mendapat sambutan positif dari para tamu undangan. Mereka menilai souvenir berupa makanan lebih berguna dibandingkan barang-barang kenangan yang sering kali tidak digunakan.
Salah seorang tamu, Maya, mengaku terkesan dengan ide yang diterapkan dalam pesta pernikahan tersebut.
“Menurut saya ini unik sekali. Biasanya dapat kipas, gelas atau hiasan. Kalau ini langsung bisa dimasak dan dimakan di rumah, jadi lebih bermanfaat,” kata Maya.
Ia berharap konsep serupa dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang akan menggelar hajatan.
“Souvenir seperti ini lebih berkesan karena benar-benar digunakan. Semoga bisa menjadi contoh untuk acara-acara lainnya,” pungkasnya.
Selain menjadi buah tangan bagi para tamu, souvenir frozen food tersebut juga menjadi bukti bahwa kreativitas pelaku usaha lokal mampu menghadirkan konsep baru dalam sebuah perayaan pernikahan. Inovasi itu sekaligus membuka peluang bagi produk UMKM untuk tampil lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai momentum istimewa. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





