Berita Terkini
Trending Tags

Candi Sadon Magetan, Jejak Peradaban Hindu yang Tetap Disakralkan dan Menyimpan Beragam Kisah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 121
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Candi Sadon, situs Hindu kuno di lereng Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di balik hamparan perkampungan di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, berdiri sebuah situs bersejarah yang menyimpan jejak panjang peradaban Hindu di lereng Gunung Lawu. Situs yang dikenal sebagai Candi Sadon atau Candi Reog itu hingga kini tidak hanya menjadi objek kajian sejarah dan arkeologi, tetapi juga masih dianggap sakral oleh sebagian masyarakat setempat.

Meski bangunannya tidak lagi utuh dan hanya menyisakan susunan batu andesit serta sejumlah artefak kuno, Candi Sadon diyakini memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Hindu di wilayah Mataraman. Sejumlah kajian menyebut situs tersebut berasal dari masa peralihan kerajaan-kerajaan Hindu di Jawa Timur. Namun, terdapat pula pendapat yang mengaitkannya dengan masa Kerajaan Majapahit hingga era Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.

Juru Pelihara Candi Sadon, Sarnu, mengatakan keberadaan situs tersebut telah ada sejak masa kerajaan Hindu dan diperkirakan masih digunakan hingga periode akhir Majapahit. “Era Majapahit terakhir, tapi sebelum itu sudah ada candi ini,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Keberadaan Candi Sadon telah lama menarik perhatian para peneliti. Situs ini pertama kali diketahui masyarakat setelah ditemukan kembali dalam kondisi tertimbun tanah. Puluhan batu andesit yang diduga merupakan bagian bangunan candi kemudian digali dan ditata ulang sehingga membentuk kompleks situs seperti yang terlihat saat ini.

Menurut Sarnu, sebagian besar struktur bangunan diduga masih berada di bawah permukaan tanah. “Candi ini diperkirakan baru sepertiga saja yang terlihat, lainnya masih terkubur,” katanya.

Dugaan tersebut pernah diperkuat melalui kegiatan ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan. Namun penggalian tidak dilanjutkan karena kondisi batu-batu yang ditemukan telah mengalami kerusakan.

“Ada temuan saat penggalian, tetapi kemudian ditimbun lagi. Ekskavasinya dibatalkan,” jelasnya.

Salah satu daya tarik utama Candi Sadon adalah keberadaan dua arca Kalamakara yang menjadi ikon situs tersebut. Bentuknya menyerupai wajah raksasa dengan karakter mirip kepala harimau pada Dhadhak Merak dalam kesenian Reog Ponorogo.

Karena itulah masyarakat lebih akrab menyebut situs ini sebagai Candi Reog. “Kalau Kalamakara ini bentuknya seperti barongan reog,” ujar Sarnu.

Selain Kalamakara, di kompleks candi juga ditemukan berbagai artefak bernilai sejarah seperti arca naga, batu bertulis, umpak atau fondasi bangunan, antefik sebagai ornamen sudut candi, yoni sebagai alas lingga, serta relief Tantri yang berisi kisah-kisah binatang yang sarat pesan moral.

Temuan yoni, lingga, dan arca Nandi berbentuk sapi semakin menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi tempat pemujaan bercorak Hindu Siwaistik pada masa lampau.

Tidak jauh dari kompleks utama terdapat lokasi terpisah yang menyimpan arca Nandi, sapi suci yang dalam ajaran Hindu merupakan wahana Dewa Siwa. Di sekitar lokasi itu juga terdapat sejumlah batu yang oleh masyarakat dikenal sebagai Reca Kandang, Reca Pakan, Reca Omben, Reca Capil, dan Reca Cagak yang berkaitan dengan aktivitas penggembalaan sapi.

Sarnu menuturkan, pada sekitar tahun 1985 arca Nandi pernah dipindahkan ke kompleks utama Candi Sadon. Namun tidak lama kemudian warga mengaku mengalami kejadian yang tidak biasa.

“Dulu arca itu sempat dipindah ke sini. Setelah itu ternak sapi milik warga berubah liar. Akhirnya arca tersebut dikembalikan lagi ke tempat semula,” ungkapnya.

Meski cerita tersebut belum pernah dibuktikan secara ilmiah, kisah itu masih menjadi bagian dari tradisi lisan yang berkembang di tengah masyarakat sekitar.

Selain memiliki nilai sejarah dan arkeologis, Candi Sadon juga masih memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Hingga sekarang, sebagian masyarakat masih mendatangi kawasan situs untuk berdoa atau menyampaikan harapan sebelum menggelar hajatan maupun kegiatan penting lainnya.

“Kalau masyarakat sini tempat ini masih disakralkan. Kalau punya niat atau hajat tertentu biasanya datang ke sini terlebih dahulu,” kata Sarnu.

Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun. Pada bulan Suro, masyarakat juga kerap menggelar selamatan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang ada di kawasan tersebut.

Di luar tradisi yang masih dijalankan warga, berkembang pula berbagai cerita mengenai sosok-sosok yang dipercaya menjadi penjaga kawasan candi. Beberapa nama yang sering disebut masyarakat antara lain Mbah Sikem yang diyakini sebagai tokoh pendiri desa, Haji Sulaiman, serta Dadung Awuk yang dikisahkan sebagai penggembala sapi.

Meski demikian, keberadaan kisah-kisah tersebut lebih dipandang sebagai bagian dari folklor atau tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat dan turut memperkaya nilai budaya situs bersejarah tersebut.

Kini, Candi Sadon menjadi salah satu bukti penting berkembangnya pengaruh Hindu di kawasan lereng Gunung Lawu. Berbagai artefak yang tersisa menunjukkan tingginya nilai seni dan teknologi bangunan pada masanya, sekaligus menyimpan informasi sejarah yang hingga kini masih terus diteliti.

Bagi para arkeolog, situs ini merupakan jejak penting perkembangan kebudayaan Hindu di Jawa Timur. Sementara bagi masyarakat sekitar, Candi Sadon bukan sekadar reruntuhan bangunan kuno, melainkan warisan leluhur yang harus dijaga keberadaannya.

Karena itu, Sarnu mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian situs dan tidak mengambil maupun merusak batu-batu yang ada di kawasan candi.

“Ini warisan sejarah. Harapannya bisa terus dijaga bersama agar tetap lestari dan bisa dipelajari oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Terpadu Diusulkan Ganti Nama Jadi Gedung Haji Amin

    Gedung Terpadu Diusulkan Ganti Nama Jadi Gedung Haji Amin

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Penghargaan terhadap jasa pemimpin masa lalu tak cukup hanya sebatas mengenang. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memilih langkah konkret dengan mengusulkan perubahan nama Gedung Terpadu di Jalan Basuki Rahmad menjadi Gedung Haji Amin. Nama Haji Amin dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada sosok Bupati Ponorogo yang menggagas pembangunan gedung enam lantai tersebut […]

    Bagikan
  • HUT ke-75 Penerangan TNI AD, Penrem 081/DSJ Siap Perkuat Sinergi dengan Media

    HUT ke-75 Penerangan TNI AD, Penrem 081/DSJ Siap Perkuat Sinergi dengan Media

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Para personel Penrem 081/DSJ menggelar syukuran dalam rangka memperingati HUT ke-75 Penerangan TNI AD di kantor mereka yang berlokasi di Jl. Pahlawan No. 50, Kota Madiun, Jumat (23/1/2026). Acara ini turut dihadiri perwakilan wartawan di Kota Madiun. Kapenrem 081/DSJ Mayor Inf Ismail berharap peringatan HUT Penerangan TNI AD tahun ini dapat […]

    Bagikan
  • Jembatan Penghubung Dua Desa di Ngawi Ambruk Diterjang Banjir, Ratusan Warga Terdampak

    Jembatan Penghubung Dua Desa di Ngawi Ambruk Diterjang Banjir, Ratusan Warga Terdampak

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah jembatan penghubung di Desa Ngrambe–Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, putus total setelah diterjang banjir pada Selasa (24/2/2026) pagi. Runtuhnya jembatan ini terekam dalam sebuah video yang beredar di masyarakat, memperlihatkan kepanikan warga saat konstruksi utama jembatan roboh terseret arus. Dalam dua hari terakhir, wilayah tersebut diguyur hujan deras hingga menyebabkan […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Harapkan Pemerintahan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Lisdyarita Jadi Plt Bupati

    DPRD Ponorogo Harapkan Pemerintahan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Lisdyarita Jadi Plt Bupati

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Pemerintahan Kabupaten Ponorogo diharapkan tidak akan terhenti pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/11/2025). Dalam operasi tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait mutasi serta promosi jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo. Sebagai langkah cepat agar roda […]

    Bagikan
  • Kemenag Kota Madiun Lakukan Pengumpulan Koper Calon Jemaah Haji Kloter 52 dan 55

    Kemenag Kota Madiun Lakukan Pengumpulan Koper Calon Jemaah Haji Kloter 52 dan 55

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun mulai pengumpulan koper calon jemaah haji pada Kamis (15/05/2025). Kegiatan ini diperuntukkan bagi calon jemaah dari kloter 52 dan 55. Kepala Kemenag Kota Madiun, Zainut Tamam, menjelaskan bahwa koper milik para jemaah akan dikirim secara kolektif pada sore hari dan akan dipisahkan kembali saat tiba […]

    Bagikan
  • Satlantas Polres Magetan Gelar Ramp Check dan Tes Kesehatan Sopir di Terminal Maospati

    Satlantas Polres Magetan Gelar Ramp Check dan Tes Kesehatan Sopir di Terminal Maospati

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang momentum libur Natal dan Tahun Baru, jajaran Polres Magetan memperketat keselamatan transportasi publik. Satuan Lalu Lintas Polres Magetan menggelar serangkaian pemeriksaan keselamatan kendaraan umum di Terminal Maospati. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Dinas Perhubungan Magetan dan Dokkes Polres Magetan, sekaligus menjadi bagian dari Operasi Lilin Semeru 2025. Pemeriksaan terutama […]

    Bagikan
expand_less