Berita Terkini
Trending Tags

Candi Sadon Magetan, Jejak Peradaban Hindu yang Tetap Disakralkan dan Menyimpan Beragam Kisah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Candi Sadon, situs Hindu kuno di lereng Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di balik hamparan perkampungan di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, berdiri sebuah situs bersejarah yang menyimpan jejak panjang peradaban Hindu di lereng Gunung Lawu. Situs yang dikenal sebagai Candi Sadon atau Candi Reog itu hingga kini tidak hanya menjadi objek kajian sejarah dan arkeologi, tetapi juga masih dianggap sakral oleh sebagian masyarakat setempat.

Meski bangunannya tidak lagi utuh dan hanya menyisakan susunan batu andesit serta sejumlah artefak kuno, Candi Sadon diyakini memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Hindu di wilayah Mataraman. Sejumlah kajian menyebut situs tersebut berasal dari masa peralihan kerajaan-kerajaan Hindu di Jawa Timur. Namun, terdapat pula pendapat yang mengaitkannya dengan masa Kerajaan Majapahit hingga era Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.

Juru Pelihara Candi Sadon, Sarnu, mengatakan keberadaan situs tersebut telah ada sejak masa kerajaan Hindu dan diperkirakan masih digunakan hingga periode akhir Majapahit. “Era Majapahit terakhir, tapi sebelum itu sudah ada candi ini,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Keberadaan Candi Sadon telah lama menarik perhatian para peneliti. Situs ini pertama kali diketahui masyarakat setelah ditemukan kembali dalam kondisi tertimbun tanah. Puluhan batu andesit yang diduga merupakan bagian bangunan candi kemudian digali dan ditata ulang sehingga membentuk kompleks situs seperti yang terlihat saat ini.

Menurut Sarnu, sebagian besar struktur bangunan diduga masih berada di bawah permukaan tanah. “Candi ini diperkirakan baru sepertiga saja yang terlihat, lainnya masih terkubur,” katanya.

Dugaan tersebut pernah diperkuat melalui kegiatan ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan. Namun penggalian tidak dilanjutkan karena kondisi batu-batu yang ditemukan telah mengalami kerusakan.

“Ada temuan saat penggalian, tetapi kemudian ditimbun lagi. Ekskavasinya dibatalkan,” jelasnya.

Salah satu daya tarik utama Candi Sadon adalah keberadaan dua arca Kalamakara yang menjadi ikon situs tersebut. Bentuknya menyerupai wajah raksasa dengan karakter mirip kepala harimau pada Dhadhak Merak dalam kesenian Reog Ponorogo.

Karena itulah masyarakat lebih akrab menyebut situs ini sebagai Candi Reog. “Kalau Kalamakara ini bentuknya seperti barongan reog,” ujar Sarnu.

Selain Kalamakara, di kompleks candi juga ditemukan berbagai artefak bernilai sejarah seperti arca naga, batu bertulis, umpak atau fondasi bangunan, antefik sebagai ornamen sudut candi, yoni sebagai alas lingga, serta relief Tantri yang berisi kisah-kisah binatang yang sarat pesan moral.

Temuan yoni, lingga, dan arca Nandi berbentuk sapi semakin menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi tempat pemujaan bercorak Hindu Siwaistik pada masa lampau.

Tidak jauh dari kompleks utama terdapat lokasi terpisah yang menyimpan arca Nandi, sapi suci yang dalam ajaran Hindu merupakan wahana Dewa Siwa. Di sekitar lokasi itu juga terdapat sejumlah batu yang oleh masyarakat dikenal sebagai Reca Kandang, Reca Pakan, Reca Omben, Reca Capil, dan Reca Cagak yang berkaitan dengan aktivitas penggembalaan sapi.

Sarnu menuturkan, pada sekitar tahun 1985 arca Nandi pernah dipindahkan ke kompleks utama Candi Sadon. Namun tidak lama kemudian warga mengaku mengalami kejadian yang tidak biasa.

“Dulu arca itu sempat dipindah ke sini. Setelah itu ternak sapi milik warga berubah liar. Akhirnya arca tersebut dikembalikan lagi ke tempat semula,” ungkapnya.

Meski cerita tersebut belum pernah dibuktikan secara ilmiah, kisah itu masih menjadi bagian dari tradisi lisan yang berkembang di tengah masyarakat sekitar.

Selain memiliki nilai sejarah dan arkeologis, Candi Sadon juga masih memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Hingga sekarang, sebagian masyarakat masih mendatangi kawasan situs untuk berdoa atau menyampaikan harapan sebelum menggelar hajatan maupun kegiatan penting lainnya.

“Kalau masyarakat sini tempat ini masih disakralkan. Kalau punya niat atau hajat tertentu biasanya datang ke sini terlebih dahulu,” kata Sarnu.

Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun. Pada bulan Suro, masyarakat juga kerap menggelar selamatan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang ada di kawasan tersebut.

Di luar tradisi yang masih dijalankan warga, berkembang pula berbagai cerita mengenai sosok-sosok yang dipercaya menjadi penjaga kawasan candi. Beberapa nama yang sering disebut masyarakat antara lain Mbah Sikem yang diyakini sebagai tokoh pendiri desa, Haji Sulaiman, serta Dadung Awuk yang dikisahkan sebagai penggembala sapi.

Meski demikian, keberadaan kisah-kisah tersebut lebih dipandang sebagai bagian dari folklor atau tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat dan turut memperkaya nilai budaya situs bersejarah tersebut.

Kini, Candi Sadon menjadi salah satu bukti penting berkembangnya pengaruh Hindu di kawasan lereng Gunung Lawu. Berbagai artefak yang tersisa menunjukkan tingginya nilai seni dan teknologi bangunan pada masanya, sekaligus menyimpan informasi sejarah yang hingga kini masih terus diteliti.

Bagi para arkeolog, situs ini merupakan jejak penting perkembangan kebudayaan Hindu di Jawa Timur. Sementara bagi masyarakat sekitar, Candi Sadon bukan sekadar reruntuhan bangunan kuno, melainkan warisan leluhur yang harus dijaga keberadaannya.

Karena itu, Sarnu mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian situs dan tidak mengambil maupun merusak batu-batu yang ada di kawasan candi.

“Ini warisan sejarah. Harapannya bisa terus dijaga bersama agar tetap lestari dan bisa dipelajari oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menelisik Fee hingga Dana CSR, Ini Kesaksian Tiga Kontraktor Soal Mekanisme Proyek di DPUPR Kota Madiun

    Menelisik Fee hingga Dana CSR, Ini Kesaksian Tiga Kontraktor Soal Mekanisme Proyek di DPUPR Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, serta Direktur CV Sekar Arum Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (23/7/2026) dibeberkan pola hubungan antara kontraktor, pejabat dinas, hingga dugaan aliran dana dalam proyek-proyek pemerintah. Jaksa […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan membuka fakta adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebut bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi karena lemahnya kontrol pada setiap tahapan penyaluran hibah. “Pengawasan yang tidak optimal membuka celah bagi oknum untuk memanipulasi proses, mulai dari perencanaan […]

    Bagikan
  • Maling Motor dan Helm Terniat Terekam CCTV Viral di Medsos

    Maling Motor dan Helm Terniat Terekam CCTV Viral di Medsos

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ada-ada saja ulah pelaku pencurian sepeda motor di Kota Madiun kali ini. Pelaku melakukan aksi pencurian sepeda motor di Gang Jati Manis III Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Sabtu (15/02/2025). Aksi pelaku terekam CCTV yang terpasang di gang pemukiman. Rekaman CCTV pencurian kendaraan sepeda motor itu pun viral […]

    Bagikan
  • Defisit Perubahan APBD Ngawi Tembus Rp150 Miliar, Sejumlah Kegiatan Dipangkas

    Defisit Perubahan APBD Ngawi Tembus Rp150 Miliar, Sejumlah Kegiatan Dipangkas

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama DPRD menyepakati Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD sekaligus pengambilan keputusan. Salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut adalah defisit anggaran yang mencapai sekitar Rp150 miliar. Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko menyebut, kondisi […]

    Bagikan
  • Mulai 1 Desember 2025, KAI Daop 7 Madiun Perbarui Jadwal dan Pola Perjalanan Kereta

    Mulai 1 Desember 2025, KAI Daop 7 Madiun Perbarui Jadwal dan Pola Perjalanan Kereta

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan pengubahan terhadap jadwal dan pola perjalanan kereta api di seluruh daerah operasionalnya, termasuk di Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, terhitung mulai 1 Desember 2025. Inisiatif ini diambil sebagai bagian dari upaya KAI untuk memperbaiki keselamatan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan kenyamanan bagi pelanggan […]

    Bagikan
  • Dihadapan BBWSB Solo dan Tim ITS, Wali Kota Madiun Bahas Pengembangan Kota dan Peningkatan SDM

    Dihadapan BBWSB Solo dan Tim ITS, Wali Kota Madiun Bahas Pengembangan Kota dan Peningkatan SDM

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun tengah fokus dalam penataan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi, dalam audiensi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSB Solo) dan Tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di TPA Winongo, Selasa (09/09/2025). Hal ini juga […]

    Bagikan
expand_less