Bulog Ponorogo Ungkap Penyebab Beras SPHP Langka di Pasar Legi
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Perum Bulog Cabang Ponorogo meminta masyarakat tidak khawatir terkait ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang belakangan kosong di sejumlah lapak Pasar Legi Ponorogo. Saat ini, Bulog tengah melakukan proses pengemasan ulang setelah pasokan kemasan beras SPHP yang sempat terlambat akhirnya tiba.
Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menjelaskan bahwa kekosongan beras SPHP dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan minimnya stok beras, melainkan karena keterlambatan pengiriman kemasan yang digunakan untuk proses distribusi.
“Memang minggu kemarin dropingan kemasan baru datang dan saat ini masih dalam proses re-pack. Saya juga sudah ke pasar untuk menyampaikan kepada para pedagang. Jadi kosongnya beras SPHP ini karena kemasannya masih dalam proses pengiriman,” ujar Budiwan saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap beras SPHP membuat keberadaannya selalu dinantikan. Selain kualitasnya yang dinilai baik, harga beras SPHP juga lebih terjangkau dibanding beras komersial, yakni Rp57.500 per kemasan.
Budiwan memastikan distribusi beras SPHP ke Pasar Legi akan segera kembali dilakukan setelah proses pengemasan selesai.
“Kemungkinan minggu ini atau paling lambat minggu depan sudah kita droping lagi,” katanya.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 20 pedagang mitra Bulog di Pasar Legi Ponorogo yang rutin menerima pasokan beras SPHP. Namun jumlah yang diterima masing-masing pedagang berbeda, menyesuaikan kemampuan pembelian mereka.
“Per pedagang tidak sama. Ada yang mendapat 1 ton, ada yang 500 kilogram. Itu tergantung kemampuan pembelian masing-masing,” tambahnya.
Budiwan menegaskan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Ponorogo dalam kondisi sangat aman. Saat ini, cadangan beras yang tersedia mencapai sekitar 80 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Ponorogo yang meliputi Kabupaten Ponorogo, Pacitan, dan Magetan hingga Lebaran tahun depan.
“Stok aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” tandasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





