TNI-Polri dan BPBD Trenggalek Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan Jati di Gandusari dalam Empat Jam
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 12
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Trenggalek – Tim gabungan TNI, Polri, BPBD Kabupaten Trenggalek, dan Perhutani berhasil memadamkan kebakaran hutan jati di kawasan petak 3A RPH Gandusari, KRPH Gandusari, BKPH Karangan, KPH Kediri, Dusun Beji, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (25/7/2026).
Kebakaran yang terjadi di lahan pemajekan dan kawasan hutan negara itu berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman selama kurang lebih empat jam. Kesigapan personel gabungan dinilai mampu mencegah kobaran api meluas ke area hutan yang lebih luas.
Tim yang diterjunkan dalam operasi pemadaman terdiri atas Babinsa Karanganyar Koramil 0806-06/Gandusari Sertu Agus Sutikno, Bhabinkamtibmas Briptu Lutfi, anggota TRC PB Kecamatan Gandusari Sertu Sutrisno, personel BPBD Trenggalek Edy Purwanto, serta Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Gandusari Kushariadi.
Medan yang berada di lereng pegunungan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Untuk menjangkau lokasi dan mengendalikan kobaran api, tim menggunakan metode *gepyok*, yakni memukul kobaran api menggunakan ranting dan alat sederhana guna menghentikan penyebaran api.
Babinsa Karanganyar Sertu Agus Sutikno mengatakan koordinasi yang cepat dan kekompakan seluruh unsur menjadi faktor utama keberhasilan operasi pemadaman.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh rembetan api dari lahan warga yang membakar daun jati di area pemajekan. Berkat sinergi seluruh unsur, api berhasil kami padamkan sebelum meluas ke kawasan hutan yang lebih besar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat kondisi cuaca kering, karena risikonya sangat tinggi,” ujar Sertu Agus.
Ia menegaskan, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan diminta lebih berhati-hati saat mengelola lahan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran di seluruh lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti sinergi TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan unsur terkait dalam menjaga kelestarian hutan serta melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Aparat berharap kolaborasi tersebut juga diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama pada musim kemarau, demi mencegah terulangnya kebakaran di wilayah Kabupaten Trenggalek. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




