RRI Madiun Gelar Festival Budaya, Dorong Pelestarian Seni Lokal dan Penguatan UMKM
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – RRI Madiun kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya lokal melalui Gelar Budaya RRI Madiun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (26/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Direktur SDM dan Umum LPP RRI, Dedi Suparman, di halaman RRI Madiun, Jumat (26/6/2026) sore.
Gelar Budaya menjadi ruang kolaborasi bagi seniman, pelaku UMKM, komunitas budaya, dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali kearifan lokal di tengah derasnya perkembangan zaman.
Kepala RRI Madiun, Kukuh Setyo Budi Akhrianto, mengatakan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, budaya lokal merupakan identitas yang harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
“Ini adalah sebuah perwujudan dari pemikiran saya bahwa kekuatan lokal itu tidak luput dari tradisi dan budaya lokal itu sendiri. Jadi itu perlu kita gali, kita angkat kembali, dan kita berdayakan kembali melalui gelar budaya ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan kepedulian masyarakat untuk terus nguri-uri atau melestarikan budaya daerah sebagai warisan yang bernilai bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum LPP RRI, Dedi Suparman, mengapresiasi inisiatif RRI Madiun yang menghadirkan Gelar Budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi budaya di wilayah Madiun Raya.
Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menginspirasi masyarakat melalui nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan.

“Budaya itu bagian dari peradaban. Maka peradaban ini bukan hanya soal sejarah yang harus kita catat, tetapi juga bagaimana kita melestarikan, meregenerasi, mengembangkan, dan menjaga budaya agar tetap lestari. RRI harus ikut mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk ambil bagian dalam melestarikan budaya,” katanya.
Selain menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, Gelar Budaya RRI Madiun juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dedi menilai keterlibatan UMKM menjadi langkah penting agar penyelenggaraan kegiatan budaya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, RRI tidak cukup hanya menyediakan ruang pameran, tetapi juga perlu membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM, mulai dari akses permodalan hingga strategi pemasaran.
“RRI seyogianya bukan hanya menyediakan fasilitas pameran, tetapi juga menghadirkan ekosistem, mulai dari pemodal hingga strategi pemasaran, sehingga UMKM dapat terus berkembang,” jelasnya.
Dedi menambahkan, keberadaan RRI yang memiliki jaringan di seluruh Indonesia menjadikannya sebagai representasi keberagaman budaya Nusantara. Karena itu, setiap stasiun RRI di daerah memiliki peran strategis dalam memperkenalkan dan mempromosikan kearifan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Bagaimana gelar budaya yang ada di Madiun ini bisa didengar dan disaksikan oleh masyarakat di wilayah timur Indonesia, salah satunya melalui RRI,” tegasnya.
Melalui Gelar Budaya 2026, RRI Madiun berharap seni, tradisi, dan potensi ekonomi kreatif daerah semakin dikenal masyarakat luas, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga warisan budaya Indonesia. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





