Berita Terkini
Trending Tags

Bulog Ponorogo Ungkap Penyebab Beras SPHP Langka di Pasar Legi

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 290
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Ponorogo – Perum Bulog Cabang Ponorogo meminta masyarakat tidak khawatir terkait ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang belakangan kosong di sejumlah lapak Pasar Legi Ponorogo. Saat ini, Bulog tengah melakukan proses pengemasan ulang setelah pasokan kemasan beras SPHP yang sempat terlambat akhirnya tiba.

Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menjelaskan bahwa kekosongan beras SPHP dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan minimnya stok beras, melainkan karena keterlambatan pengiriman kemasan yang digunakan untuk proses distribusi.

“Memang minggu kemarin dropingan kemasan baru datang dan saat ini masih dalam proses re-pack. Saya juga sudah ke pasar untuk menyampaikan kepada para pedagang. Jadi kosongnya beras SPHP ini karena kemasannya masih dalam proses pengiriman,” ujar Budiwan saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap beras SPHP membuat keberadaannya selalu dinantikan. Selain kualitasnya yang dinilai baik, harga beras SPHP juga lebih terjangkau dibanding beras komersial, yakni Rp57.500 per kemasan.

Budiwan memastikan distribusi beras SPHP ke Pasar Legi akan segera kembali dilakukan setelah proses pengemasan selesai.

“Kemungkinan minggu ini atau paling lambat minggu depan sudah kita droping lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat sekitar 20 pedagang mitra Bulog di Pasar Legi Ponorogo yang rutin menerima pasokan beras SPHP. Namun jumlah yang diterima masing-masing pedagang berbeda, menyesuaikan kemampuan pembelian mereka.

“Per pedagang tidak sama. Ada yang mendapat 1 ton, ada yang 500 kilogram. Itu tergantung kemampuan pembelian masing-masing,” tambahnya.

Budiwan menegaskan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Ponorogo dalam kondisi sangat aman. Saat ini, cadangan beras yang tersedia mencapai sekitar 80 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Ponorogo yang meliputi Kabupaten Ponorogo, Pacitan, dan Magetan hingga Lebaran tahun depan.

“Stok aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” tandasnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Memanfaatkan bahan-bahan rongsokan dari bekas suku cadang mobil yang kondisinya rusak berat, Denpal V/1 Madiun di jajaran Korem 081/DSJ berhasil menciptakan mesin pencacah pakan ternak berkemampuan tinggi. Saat diuji coba langsung kepada para peternak di Madiun, kemampuan mesin itu diakui mampu menghancurkan berbagai limbah pertanian untuk pakan ternak. Bahkan mencacah […]

    Bagikan
  • Dorong Investasi, Wali Kota Madiun Naikkan NJOP dan Bakal Gratiskan PBB

    Dorong Investasi, Wali Kota Madiun Naikkan NJOP dan Bakal Gratiskan PBB

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah strategis untuk meningkatkan nilai aset masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dilakukan agar harga aset di kota ini tidak turun, seiring dengan semakin ramainya investasi yang masuk. “Justru dengan ramainya kota ini, orang datang semakin banyak dan […]

    Bagikan
  • Diterjang Luapan Bengawan Madiun, Rumah Lansia di Balerejo Ambles 2 Meter

    Diterjang Luapan Bengawan Madiun, Rumah Lansia di Balerejo Ambles 2 Meter

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sebuah rumah milik pasangan lanjut usia (lansia) di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, ambles sedalam dua meter. Hal itu akibat diterjang luapan Sungai Bengawan Madiun pada pertengahan Maret lalu. Insiden ini terjadi bersamaan dengan pertengahan bulan Ramadan. Pemilik rumah, Kasidin (62) dan Sri Fatonah (61), menyebut amblesnya tanah menyebabkan […]

    Bagikan
  • Disorot Praktisi Soal Dokumen Pengadaan Proyek Rp. 45 Miliar, Dinkes Madiun Siap Benahi Dokumen

    Disorot Praktisi Soal Dokumen Pengadaan Proyek Rp. 45 Miliar, Dinkes Madiun Siap Benahi Dokumen

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melakukan desk review dan pembenahan dokumen pengadaan barang dan jasa (PBJ) tahun anggaran 2026 setelah mendapat sorotan dari praktisi pengadaan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, mengatakan perbaikan difokuskan pada data yang telah diinput dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Proses tersebut dilakukan bersama […]

    Bagikan
  • Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, menjadi pusat perhatian setelah tiga ekor sapi dilaporkan mati sejak awal September 2025. Kondisi ini membuat lebih dari separuh populasi sapi di desa tersebut terinfeksi. Para peternak pun tak punya banyak pilihan selain menjual […]

    Bagikan
  • Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

    Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan kini memasuki fase demografis yang semakin menantang. Data terbaru mencatat bahwa 20,3 persen dari total penduduk sekitar 688 ribu jiwa merupakan kelompok lanjut usia. Angka ini bukan hanya menunjukkan populasi yang menua, tetapi juga menandai meningkatnya kebutuhan layanan sosial dan kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini. Kepala Dinas Sosial […]

    Bagikan
expand_less