Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Usai Tinjau Lokasi, DPRD dan ESDM Jatim Rekomendasikan Penghentian Tambang Sayutan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD dan ESDM Jatim tinjau lokasi tambang Sayutan. (9/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Polemik tambang galian C di Dusun Jeruk, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, memasuki fase baru. Setelah melakukan inspeksi lapangan bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, DPRD Magetan merekomendasikan penghentian sementara seluruh aktivitas di lokasi tambang milik CV Persada Tunggal Abadi karena dinilai memiliki tingkat risiko yang tinggi.

Rekomendasi tersebut muncul setelah tim gabungan yang terdiri dari DPRD Magetan, Pemerintah Kabupaten Magetan, Dinas ESDM Jawa Timur, unsur kecamatan, pemerintah desa, serta perwakilan warga melakukan peninjauan langsung ke area yang selama ini menjadi pusat polemik.

Ketua Komisi D DPRD Magetan, Riyin Nur Asiyah, mengatakan hasil pengecekan lapangan menunjukkan kondisi kontur tanah di lokasi tambang cukup rawan apabila dilakukan aktivitas penambangan.

Menurutnya, tim menemukan struktur tanah yang labil, tebing-tebing curam, serta sejumlah retakan yang berpotensi membahayakan apabila aktivitas tambang dilanjutkan.

“Hasil pengecekan kami di lapangan menunjukkan kondisi kontur tanah sangat berisiko untuk dilakukan penambangan. Bahkan sudah ditemukan banyak retakan. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan hanya demi keuntungan,” ujar Riyin, Selasa (9/6/2026).

Atas dasar temuan tersebut, DPRD Magetan langsung meminta Dinas ESDM Jawa Timur untuk menerbitkan rekomendasi penghentian sementara aktivitas tambang hingga dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Riyin menjelaskan penghentian sementara tersebut akan berlaku sampai seluruh persoalan yang menjadi sumber konflik dapat dikaji secara menyeluruh dan ditemukan solusi bersama antara masyarakat, pemilik lahan, perusahaan, serta pemerintah.

“Kami ingin semua pihak duduk bersama. Yang perlu dibahas bukan hanya soal izin, tetapi juga bagaimana proses yang terjadi di masyarakat sehingga ditemukan titik temu dan solusi terbaik,” katanya.

Menurut Riyin, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk hubungan antara perusahaan dengan warga terdampak di sekitar lokasi tambang.

Sebelumnya, warga Dusun Jeruk dan sejumlah kawasan sekitar telah berulang kali menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tambang. Warga mengaku khawatir keberadaan tambang akan mengancam sumber mata air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Selain itu, warga juga menyoroti potensi longsor karena lokasi tambang berada di kawasan perbukitan yang berdekatan dengan permukiman, lahan pertanian, serta makam leluhur yang dianggap memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.

Kekhawatiran tersebut bahkan mendorong ratusan warga menggelar aksi demonstrasi di DPRD Magetan, mengikuti rapat dengar pendapat (RDP), hingga mengawal proses evakuasi alat berat dari lokasi tambang beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, pihak CV Persada Tunggal Abadi sebelumnya menegaskan seluruh aktivitas yang dilakukan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah. Perusahaan juga menyatakan kegiatan yang berlangsung saat ini baru sebatas pembukaan akses jalan dan penataan lahan di zona kuning, serta belum memasuki tahap produksi maupun penambangan material.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas ESDM Jawa Timur, Joel Jumawati, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang sekaligus mendengar aspirasi warga yang selama ini menolak aktivitas pertambangan.

Image Not Found
Tambang Sayutan direkomendasikan berhenti sementara. (9/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Dari hasil pemeriksaan awal, ESDM Jawa Timur menilai perlu dilakukan penghentian sementara sambil menunggu proses evaluasi lebih mendalam bersama instansi terkait.

“Kami sudah melihat langsung kondisi lokasi dan teknik pertambangan yang dilakukan serta menampung aspirasi masyarakat. Intinya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan dilakukan penghentian sementara,” ujarnya.

Joel mengakui terdapat sejumlah tebing bekas galian yang dinilai berpotensi membahayakan. Namun demikian, pihaknya belum menyimpulkan apakah lokasi tersebut layak atau tidak untuk aktivitas pertambangan karena masih membutuhkan kajian lanjutan.

“Kalau kerusakan yang kami lihat, terutama pada tebing-tebing itu memang membahayakan. Tetapi untuk menyatakan layak atau tidak layak, nanti akan kami evaluasi kembali bersama instansi terkait,” katanya.

Terkait keberadaan aliran sungai dan sumber mata air di sekitar lokasi tambang yang sebelumnya menjadi salah satu kekhawatiran utama warga, Joel menyebut aspek tersebut juga akan menjadi bagian dari evaluasi teknis yang dilakukan pemerintah provinsi.

Ia menegaskan meskipun perusahaan telah mengantongi izin resmi, bukan berarti seluruh aktivitas dapat berjalan tanpa evaluasi lanjutan.

“Secara perizinan memang sudah memenuhi persyaratan. Namun setelah izin terbit masih ada berbagai aspek yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. Karena itu kami melakukan penghentian sementara untuk proses evaluasi,” tegasnya.

Rekomendasi penghentian sementara ini menjadi perkembangan penting dalam polemik tambang Sayutan. Sebab untuk pertama kalinya, hasil inspeksi lapangan yang melibatkan DPRD Magetan, Pemkab Magetan, dan Dinas ESDM Jawa Timur menghasilkan kesimpulan awal bahwa aktivitas di lokasi perlu dihentikan sementara sampai evaluasi menyeluruh selesai dilakukan dan seluruh pihak mendapatkan kepastian atas dampak lingkungan maupun sosial yang dikhawatirkan masyarakat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Job Fair PNM 2025, Dorong Konektivitas Dunia Kampus dan Industri

    Job Fair PNM 2025, Dorong Konektivitas Dunia Kampus dan Industri

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Politeknik Negeri Madiun (PNM) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja melalui penyelenggaraan Job Fair PNM tahun 2025. Kegiatan ini pada Rabu (29/10/2025) di Graha Vokasi Kampus II PNM ini menghadirkan 18 perusahaan dari berbagai sektor industri meliputi bidang manufaktur, perhotelan, perbankan, teknologi, hingga pendidikan. Job […]

    Bagikan
  • Suporter Masuk Lapangan, Laga UJi Persemag Magetan vs Madiun Putra FC Tak Tuntas

    Suporter Masuk Lapangan, Laga UJi Persemag Magetan vs Madiun Putra FC Tak Tuntas

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Laga uji coba antara Persemag Magetan dan Madiun Putra FC di Stadion Yosonegoro, Sabtu (29/11/2025), menghadirkan duel sengit sejak menit pertama. Pertandingan yang menjadi ajang pemanasan kedua tim jelang Liga 4 itu menampilkan permainan agresif, tempo cepat, serta adu strategi yang cukup ketat. Pada babak pertama, Persemag tampil dominan dalam penguasaan […]

    Bagikan
  • Jelang Suro, Polres Magetan Gandeng Perguruan Silat Wujudkan Keamanan Bersama

    Jelang Suro, Polres Magetan Gandeng Perguruan Silat Wujudkan Keamanan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Menyambut datangnya Bulan Suro atau Muharram 1447 Hijriah, Polres Magetan menginisiasi Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Magetan. Rakor ini digelar pada Jumat (13/06/2025) di Aula Pesat Gatra Polres Magetan, sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas yang […]

    Bagikan
  • Sidang Tipikor Wali Kota Nonaktif Maidi, Saksi Sebut Fee Proyek DPUPR 4 Persen dan 10 Persen Diputuskan Internal

    Sidang Tipikor Wali Kota Nonaktif Maidi, Saksi Sebut Fee Proyek DPUPR 4 Persen dan 10 Persen Diputuskan Internal

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya — Praktik penarikan commitment fee proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Thariq Megah, dan kontraktor Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (16/7/2026). Jaksa Penuntut Umum Komisi […]

    Bagikan
  • Profesionalisme di Balik Prajurit Bermental Baja

    Profesionalisme di Balik Prajurit Bermental Baja

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Matahari baru saja muncul di ufuk timur ketika nyanyian lantang itu membelah kesunyian pagi. Jalan beraspal hitam kelam mulai dipijak derap kaki ratusan prajurit. Meski napas tersengal, namun tak ada satu pun yang mundur. Di antara mereka, terlihat sosok yang selalu memberi semangat prajurit-prajurit itu. Walau tubuhnya dibalut keringat, namun matanya […]

    Bagikan
  • DPRD-Pemkot Madiun Sepakati Empat Raperda jadi Perda, Landasan Hukum untuk Pelayanan Masyarakat

    DPRD-Pemkot Madiun Sepakati Empat Raperda jadi Perda, Landasan Hukum untuk Pelayanan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penetapan empat rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (Perda) Jumat (19/09/2025). Adapun dua Raperda inisiatif DPRD Kota Madiun yakni Raperda tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan dan Raperda tentang Kerja Sama Daerah. Sementara itu, dua Raperda usulan Pemkot Madiun […]

    Bagikan
expand_less