Ditinggal Memasak, Dapur dan Kandang di Magetan Terbakar, Tujuh Kambing Mati Terpanggang
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 15
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Sebuah rumah di Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, dilanda kebakaran pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Kebakaran diduga dipicu tungku tradisional yang masih menyala saat digunakan memasak, namun ditinggal oleh pemilik rumah.
Api pertama kali muncul dari bagian dapur yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Bara api diduga membesar dan dengan cepat menyambar bangunan dapur yang sebagian besar berbahan mudah terbakar. Kobaran api kemudian merambat ke kandang kambing yang berada tepat di samping dapur.
Pemilik rumah, Suyono Edi Sucipto, mengaku saat kejadian dirinya sedang meninggalkan tungku yang masih digunakan untuk memasak nasi. Ketika kembali, api sudah membesar dan sulit dikendalikan.
“Waktu saya kembali, api sudah membakar dapur dan merambat ke kandang. Saya bersama warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya, tetapi api terlanjur besar,” ujar Suyono.

Warga sekitar sempat bergotong royong memadamkan api menggunakan ember dan peralatan sederhana. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak berhasil sehingga kejadian segera dilaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran.
Petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Setelah berjibaku sekitar 15 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Petugas Pemadam Kebakaran, Dovi Saputra, mengatakan cepatnya penanganan dilakukan untuk mencegah api menjalar ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan dua armada. Prioritas kami adalah melokalisasi api agar tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” kata Dovi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Sebanyak tujuh ekor kambing milik korban mati terpanggang di dalam kandang. Enam ekor kambing berhasil diselamatkan warga, sementara tiga ekor lainnya lepas dan kabur saat kebakaran berlangsung.
Selain menghanguskan kandang ternak, api juga membakar bagian dapur beserta sejumlah peralatan rumah tangga. Total kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp27 juta.
Petugas menduga penyebab kebakaran berasal dari bara api tungku tradisional yang masih menyala dan ditinggalkan tanpa pengawasan. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat menggunakan tungku maupun peralatan memasak, terutama pada musim kemarau ketika kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah membesar dan merambat ke bangunan maupun material yang mudah terbakar. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




