Plt Wali Kota Madiun Tinjau Aset Manisrejo, Terminal Tipe C dan Lahan Mangkrak Akan Dimaksimalkan untuk Masyarakat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau sejumlah aset milik Pemerintah Kota Madiun di wilayah Kecamatan Taman, Jumat (24/7/2026). Peninjauan difokuskan pada aset yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, mulai dari Terminal Penumpang Tipe C Manisrejo hingga kawasan ruko dan lahan di Jalan Kelapa Sari.
Dalam kunjungan tersebut, Plt Wali Kota menyoroti keberadaan Terminal Penumpang Tipe C Manisrejo yang saat ini hanya difungsikan sebagai lokasi angkutan kota sekolah gratis untuk mengantar dan menjemput pelajar. Menurutnya, pemanfaatan terminal tersebut masih jauh dari maksimal sehingga perlu dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Terminal angkot di Manisrejo ini belum optimal karena hanya dipakai untuk standby angkutan kota yang menjemput anak sekolah. Ke depan potensinya akan dimaksimalkan supaya bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar Bagus Panuntun.
Terkait peruntukan kedepannya, Bagus meminta pihak Kelurahan Manisrejo dan Kecamatan Taman serta masyarakat menggali potensi-potensi. Hal itu agar fungsi terminal tidak hanya untuk menunjang transportasi, namun dapat lebih dimanfaatkan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Saya minta lurah dan camat menghimpun usulan warga Manisrejo. Kami juga ingin mendengar ide-ide masyarakat sebelum diputuskan dalam rapat,” katanya.
Selain terminal, rombongan juga meninjau aset Pemkot di samping SD Manisrejo, Jalan Kelapa Sari. Kawasan tersebut memiliki ruko, lahan luas, fasilitas masjid hingga akses menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Manisrejo serta SDLB Manisrejo yang dinilai perlu ditata ulang.
Pemkot berencana menggeser posisi ruko tanpa menghilangkan fungsi ekonominya. Penataan dilakukan agar akses menuju fasilitas umum menjadi lebih terbuka dan nyaman.
“Rukonya akan dipindahkan. Tujuannya supaya masyarakat lebih mudah melihat akses ke masjid, Pustu Manisrejo, maupun sekolah. Fungsi ekonomi tetap ada, tetapi aksesibilitas semuanya bisa lebih longgar,” jelasnya.
Terkait kolam yang berada di depan area masjid, Pemkot berencana melakukan pengurukan agar kawasan menjadi lebih luas dan tertata. Sementara itu, bangunan Terminal Tipe C Manisrejo dipastikan masih dalam kondisi baik sehingga tidak memerlukan pembangunan ulang.

“Bangunannya masih bagus. Yang ingin kita lakukan adalah memaksimalkan pemanfaatannya supaya tidak sepi,” ujarnya.
Bagus berharap aset daerah di Manisrejo dapat memberikan manfaat langsung bagi warga setempat. Ia juga membuka kemungkinan terminal dimanfaatkan dengan fungsi ganda.
Menurutnya, karena aktivitas angkutan kota hanya berlangsung pada pagi hari, area terminal berpotensi digunakan untuk kegiatan lain pada sore hingga malam hari.
“Kalau asetnya di Manisrejo, saya ingin kalau bisa yang memanfaatkan juga masyarakat Manisrejo. Terminal nanti bisa dikombinasikan. Karena pagi dipakai angkutan, sore sampai malam bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




