Bahana Bersahaja Hadir di Dolopo, Pemkab Madiun Bawa 38 Layanan dan Genjot UMKM
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menggelar program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, pada 9-10 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Beran tersebut menghadirkan 38 layanan publik dari berbagai instansi untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan pemerintah dalam satu lokasi.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan Bahana Bersahaja menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan program-program yang telah dijalankan benar-benar memberikan manfaat.
“Seluruh jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah hadir di Kelurahan Bangunsari untuk melihat secara langsung apakah program pemerintah sudah berjalan dengan baik atau belum. Ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai permasalahan yang dihadapi,” ujar Hari.
Tak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah layanan dari instansi vertikal. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai pelayanan mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurut Bupati yang akrab disapa mas Hari Wur, Bahana Bersahaja juga menjadi momentum untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah selatan Kabupaten Madiun.
Salah satu fokus pengembangan diarahkan ke Kelurahan Bangunsari yang dinilai memiliki potensi ekonomi cukup besar karena menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Ia mengungkapkan, selama pelaksanaan kegiatan, banyak pelaku UMKM yang mendapatkan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun sertifikasi halal. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.
“Tujuan utamanya adalah peningkatan UMKM yang ada di Kabupaten Madiun. Tadi NIB-nya juga sudah lumayan banyak, kemudian sertifikat halalnya juga. Jadi apa yang dijajakan teman-teman UMKM kita secara syar’i sah dan halal. Ini menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan UMKM,” kata Hari.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemkab Madiun juga menyiapkan sejumlah program pembangunan infrastruktur penunjang di Kelurahan Bangunsari. Salah satunya melalui pavingisasi area di sekitar Lapangan Beran yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas olahraga.

“Kita memiliki beberapa program, termasuk fasilitas infrastruktur yang menunjang kegiatan masyarakat. Di sisi selatan sudah dilakukan pavingisasi agar bisa dimanfaatkan untuk jogging. Kami ingin masyarakat Bangunsari sehat, dan salah satu caranya melalui olahraga,” ujarnya.
Melalui Bahana Bersahaja, Pemkab Madiun berharap pelayanan publik semakin mudah dijangkau masyarakat, aspirasi warga dapat terserap secara langsung, serta pengembangan UMKM dan fasilitas publik di Bangunsari dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





