Berita Terkini
Trending Tags

Hama Tikus dan Wereng Coklat Dominasi Serangan di Lahan Padi Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hama tikus dan wereng coklat ancam tanaman padi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Serangan hama tikus dan wereng coklat masih menjadi ancaman utama bagi pertanaman padi di Kabupaten Magetan pada musim tanam tahun ini. Meski luas serangan relatif terkendali dibandingkan total luas tanam padi yang mencapai 62.767 hektare, petani diminta tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Magetan, Nur Hadi, mengatakan serangan tikus saat ini banyak ditemukan pada tanaman padi berumur 40 hingga 60 hari setelah tanam. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Barat dan Kartoharjo yang selama ini dikenal sebagai daerah endemis hama tikus.

Berdasarkan laporan petugas POPT di lapangan, luas serangan tikus yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 2,9 hektare. Sementara itu, lahan yang masuk kategori waspada dan berpotensi mengalami serangan tercatat seluas 4,2 hektare.

“Serangan tikus paling banyak terjadi pada tanaman padi usia 40 sampai 60 hari setelah tanam. Lokasi yang cukup dominan berada di Kecamatan Barat dan Kartoharjo,” ujar Nur Hadi, Kamis (11/6/2026).

Untuk menekan perkembangan populasi tikus, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan telah melaksanakan gerakan pengendalian (Gerdal) secara terpadu di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Barat dan Kartoharjo.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan bantuan umpan dan bahan pengendalian yang dapat dimanfaatkan kelompok tani. Selain dukungan dari pemerintah, petani juga melakukan berbagai upaya swadaya seperti penggunaan belerang sebagai bahan penolak tikus, pemanfaatan pestisida nabati berbahan buah bintaro, hingga kegiatan perburuan tikus secara massal atau keropyokan.

Menurut Nur Hadi, kombinasi berbagai metode pengendalian tersebut dinilai penting agar populasi tikus dapat ditekan tanpa bergantung pada satu cara saja.

Selain tikus, ancaman lain yang kini mulai meningkat adalah serangan wereng coklat. Hama ini umumnya menyerang tanaman padi yang telah memasuki fase umur 80 hingga 90 hari setelah tanam.

Serangan wereng coklat dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Karas, Parang, dan Bendo. Petugas bersama kelompok tani telah melakukan langkah pengendalian sejak dini untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Pemerintah daerah melalui DTPHP Magetan memberikan dukungan berupa pestisida dari stok dinas yang kemudian dipadukan dengan upaya swadaya petani. Sejumlah kelompok tani juga mulai memanfaatkan pestisida nabati berbahan alami yang dinilai lebih ramah lingkungan dan aman bagi ekosistem pertanian.

“Untuk wereng coklat, kami sudah melakukan gerakan pengendalian bersama kelompok tani dengan dukungan pestisida dari dinas dan pestisida nabati yang dibuat secara mandiri oleh petani,” jelasnya.

Meski saat ini luas serangan masih tergolong kecil dibandingkan total luas areal tanam padi di Magetan, petugas POPT terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar serangan hama dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi ledakan populasi yang berpotensi menurunkan produktivitas panen.

DTPHP Magetan juga mengimbau petani untuk rutin memantau kondisi tanaman, melaporkan gejala serangan hama sejak dini, serta menerapkan pengendalian terpadu agar produksi padi tetap terjaga hingga masa panen tiba. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Rumah Terdampak, Warga Desa Dempelan Rasakan Banjir Terparah

    Puluhan Rumah Terdampak, Warga Desa Dempelan Rasakan Banjir Terparah

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun sejak sore hari menyebabkan banjir di beberapa kecamatan. Kejadian paling parah terjadi di Desa Dempelan Kecamatan Madiun, di mana puluhan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Banyak perabotan rumah tangga yang terbawa arus. Menurut salah satu warga Dempelan, Ibnu […]

    Bagikan
  • Pemkot- DPRD Kota Madiun Sepakati RPJMD 2025-2029, Fokus Kesejahteraan Masyarakat

    Pemkot- DPRD Kota Madiun Sepakati RPJMD 2025-2029, Fokus Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Madiun Tahun 2025–2029, Senin (07/07/2025). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, ini dihadiri oleh Wali Kota Madiun Maidi, Wakil […]

    Bagikan
  • Gugat BRI Rp. 50 Miliar, Samsuri Tunjuk Haris Azhar Jadi Kuasa Hukum

    Gugat BRI Rp. 50 Miliar, Samsuri Tunjuk Haris Azhar Jadi Kuasa Hukum

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sempat viral karena rumahnya ditempeli stiker penunggak utang, Samsuri, warga Kelurahan Patihan Wetan, Babadan, Ponorogo, memilih melawan. Tak tanggung-tanggung, ia menggugat PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pasar Pon ke Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo. Nilai gugatannya fantastis: Rp 50 miliar. Samsuri menunjuk aktivis hak asasi manusia (HAM) ternama Haris Azhar […]

    Bagikan
  • SKCK Jadi Syarat PPPK, Polres Ponorogo Kebanjiran Pemohon

    SKCK Jadi Syarat PPPK, Polres Ponorogo Kebanjiran Pemohon

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Permintaan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Satintelkam Polres Ponorogo mengalami lonjakan signifikan. Mayoritas pemohon berasal dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. SKCK menjadi salah satu dokumen yang wajib dilampirkan dalam berkas daftar riwayat hidup (DRH) sebagai bagian dari persyaratan administrasi PPPK. Kasat Intelkam Polres Ponorogo, […]

    Bagikan
  • Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah minibus jenis Espas terbakar di Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan pemilik kendaraan mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan api. Korban diketahui bernama Sunardi (54). Ia sempat mendapatkan perawatan di RS Yasfin Gontor Ponorogo akibat luka bakar di bagian […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Hadirkan “Sore di Kabupaten”, Event Berkesan dan Ingin Mengulang

    Pemkab Madiun Hadirkan “Sore di Kabupaten”, Event Berkesan dan Ingin Mengulang

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) sukses meluncurkan gelaran baru bertajuk “Sore di Kabupaten” dengan tagline “Merayakan Senja, Menyambut Senin”. Agenda yang digelar di Gedung Padepokan Kampung Pesilat (GPKP) Caruban, yang kini tengah diproyeksikan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat aktivitas seni, budaya, dan kepemudaan. Kepala Disparpora Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less