Berita Terkini
Trending Tags

Hama Tikus dan Wereng Coklat Dominasi Serangan di Lahan Padi Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hama tikus dan wereng coklat ancam tanaman padi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Serangan hama tikus dan wereng coklat masih menjadi ancaman utama bagi pertanaman padi di Kabupaten Magetan pada musim tanam tahun ini. Meski luas serangan relatif terkendali dibandingkan total luas tanam padi yang mencapai 62.767 hektare, petani diminta tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Magetan, Nur Hadi, mengatakan serangan tikus saat ini banyak ditemukan pada tanaman padi berumur 40 hingga 60 hari setelah tanam. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Barat dan Kartoharjo yang selama ini dikenal sebagai daerah endemis hama tikus.

Berdasarkan laporan petugas POPT di lapangan, luas serangan tikus yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 2,9 hektare. Sementara itu, lahan yang masuk kategori waspada dan berpotensi mengalami serangan tercatat seluas 4,2 hektare.

“Serangan tikus paling banyak terjadi pada tanaman padi usia 40 sampai 60 hari setelah tanam. Lokasi yang cukup dominan berada di Kecamatan Barat dan Kartoharjo,” ujar Nur Hadi, Kamis (11/6/2026).

Untuk menekan perkembangan populasi tikus, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan telah melaksanakan gerakan pengendalian (Gerdal) secara terpadu di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Barat dan Kartoharjo.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan bantuan umpan dan bahan pengendalian yang dapat dimanfaatkan kelompok tani. Selain dukungan dari pemerintah, petani juga melakukan berbagai upaya swadaya seperti penggunaan belerang sebagai bahan penolak tikus, pemanfaatan pestisida nabati berbahan buah bintaro, hingga kegiatan perburuan tikus secara massal atau keropyokan.

Menurut Nur Hadi, kombinasi berbagai metode pengendalian tersebut dinilai penting agar populasi tikus dapat ditekan tanpa bergantung pada satu cara saja.

Selain tikus, ancaman lain yang kini mulai meningkat adalah serangan wereng coklat. Hama ini umumnya menyerang tanaman padi yang telah memasuki fase umur 80 hingga 90 hari setelah tanam.

Serangan wereng coklat dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Karas, Parang, dan Bendo. Petugas bersama kelompok tani telah melakukan langkah pengendalian sejak dini untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Pemerintah daerah melalui DTPHP Magetan memberikan dukungan berupa pestisida dari stok dinas yang kemudian dipadukan dengan upaya swadaya petani. Sejumlah kelompok tani juga mulai memanfaatkan pestisida nabati berbahan alami yang dinilai lebih ramah lingkungan dan aman bagi ekosistem pertanian.

“Untuk wereng coklat, kami sudah melakukan gerakan pengendalian bersama kelompok tani dengan dukungan pestisida dari dinas dan pestisida nabati yang dibuat secara mandiri oleh petani,” jelasnya.

Meski saat ini luas serangan masih tergolong kecil dibandingkan total luas areal tanam padi di Magetan, petugas POPT terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar serangan hama dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi ledakan populasi yang berpotensi menurunkan produktivitas panen.

DTPHP Magetan juga mengimbau petani untuk rutin memantau kondisi tanaman, melaporkan gejala serangan hama sejak dini, serta menerapkan pengendalian terpadu agar produksi padi tetap terjaga hingga masa panen tiba. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Benahi Jalur Pedestrian untuk Konektivitas Wisata Kota

    Pemkot Madiun Benahi Jalur Pedestrian untuk Konektivitas Wisata Kota

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun tengah menyiapkan konsep konektivitas kawasan wisata terpadu yang menghubungkan Pahlawan Street Center (PSC), Alun-Alun Kota Madiun, Masjid Agung Baitul Hakim, hingga titik wisata pendukung lainnya. Langkah ini dirancang untuk menghidupkan pusat kota secara merata dan mengurangi ketergantungan pada keramaian PSC sebagai satu-satunya magnet wisata. Wali Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Mengenal Sosok Heru Setiawan, Rawat dan Sembuhkan Ratusan ODGJ

    Mengenal Sosok Heru Setiawan, Rawat dan Sembuhkan Ratusan ODGJ

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – 18 tahun bukan waktu yang sebentar bagi Heru Setiawan memberikan pengabdiannya dengan aksi sosial yang tinggi. Pria 55 tahun warga Desa Paringan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo itu menjadikan rumahnya sebagai tempat perlindungan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Di pekarangan rumah berjejer kamar-kamar sederhana untuk menampung mereka yang terluka jiwanya. Dari […]

    Bagikan
  • Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Alun-Alun Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025), diwarnai insiden belasan siswi tumbang akibat kelelahan dan cuaca panas. Sebanyak 12 pelajar tingkat SMP dan SMA yang mengikuti upacara tersebut terlihat lemas, bahkan beberapa di antaranya mengalami kram dan pusing saat prosesi […]

    Bagikan
  • Akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo Lumpuh Akibat Longsor, Ini Langkah Penanganannya

    Akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo Lumpuh Akibat Longsor, Ini Langkah Penanganannya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Akses jalan nasional Trenggalek–Ponorogo di Kilometer 16 hingga Rabu (4/3/2026) masih tertutup total akibat longsor yang dipicu runtuhan batu berukuran besar yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) petang. Material berupa bongkahan batu dan tanah menutup seluruh badan jalan, menyebabkan jalur strategis penghubung dua kabupaten tersebut lumpuh total. Penutupan jalur nasional ini berdampak […]

    Bagikan
  • Angka Kemiskinan Madiun Turun, Kok Jumlah Penduduk Miskin Bertambah ?

    Angka Kemiskinan Madiun Turun, Kok Jumlah Penduduk Miskin Bertambah ?

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun merilis perkembangan terbaru indikator kemiskinan. Meski persentase penduduk miskin kembali turun, jumlah penduduk miskin justru meningkat. Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menjelaskan faktor di balik dinamika tersebut. Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun tercatat 10,40 %, menurun dari 10,63 % […]

    Bagikan
  • Cerita Al Arsy, Murid Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo yang Tak Gentar Sekolah Sendirian

    Cerita Al Arsy, Murid Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo yang Tak Gentar Sekolah Sendirian

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Al Arsy Al Farizi menjadi satu-satunya siswa baru di SDN Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo. Saat ditemui di hari kedua masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (15/07/2025), Arsy tampak antusias mengikuti kegiatan bersama kakak kelasnya dalam satu ruang kelas. Tak tampak sedikit pun rasa takut, canggung, atau minder di wajah bocah berusia […]

    Bagikan
expand_less