Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Hama Tikus dan Wereng Coklat Dominasi Serangan di Lahan Padi Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hama tikus dan wereng coklat ancam tanaman padi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Serangan hama tikus dan wereng coklat masih menjadi ancaman utama bagi pertanaman padi di Kabupaten Magetan pada musim tanam tahun ini. Meski luas serangan relatif terkendali dibandingkan total luas tanam padi yang mencapai 62.767 hektare, petani diminta tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Magetan, Nur Hadi, mengatakan serangan tikus saat ini banyak ditemukan pada tanaman padi berumur 40 hingga 60 hari setelah tanam. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Barat dan Kartoharjo yang selama ini dikenal sebagai daerah endemis hama tikus.

Berdasarkan laporan petugas POPT di lapangan, luas serangan tikus yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 2,9 hektare. Sementara itu, lahan yang masuk kategori waspada dan berpotensi mengalami serangan tercatat seluas 4,2 hektare.

“Serangan tikus paling banyak terjadi pada tanaman padi usia 40 sampai 60 hari setelah tanam. Lokasi yang cukup dominan berada di Kecamatan Barat dan Kartoharjo,” ujar Nur Hadi, Kamis (11/6/2026).

Untuk menekan perkembangan populasi tikus, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan telah melaksanakan gerakan pengendalian (Gerdal) secara terpadu di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Barat dan Kartoharjo.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan bantuan umpan dan bahan pengendalian yang dapat dimanfaatkan kelompok tani. Selain dukungan dari pemerintah, petani juga melakukan berbagai upaya swadaya seperti penggunaan belerang sebagai bahan penolak tikus, pemanfaatan pestisida nabati berbahan buah bintaro, hingga kegiatan perburuan tikus secara massal atau keropyokan.

Menurut Nur Hadi, kombinasi berbagai metode pengendalian tersebut dinilai penting agar populasi tikus dapat ditekan tanpa bergantung pada satu cara saja.

Selain tikus, ancaman lain yang kini mulai meningkat adalah serangan wereng coklat. Hama ini umumnya menyerang tanaman padi yang telah memasuki fase umur 80 hingga 90 hari setelah tanam.

Serangan wereng coklat dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Karas, Parang, dan Bendo. Petugas bersama kelompok tani telah melakukan langkah pengendalian sejak dini untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Pemerintah daerah melalui DTPHP Magetan memberikan dukungan berupa pestisida dari stok dinas yang kemudian dipadukan dengan upaya swadaya petani. Sejumlah kelompok tani juga mulai memanfaatkan pestisida nabati berbahan alami yang dinilai lebih ramah lingkungan dan aman bagi ekosistem pertanian.

“Untuk wereng coklat, kami sudah melakukan gerakan pengendalian bersama kelompok tani dengan dukungan pestisida dari dinas dan pestisida nabati yang dibuat secara mandiri oleh petani,” jelasnya.

Meski saat ini luas serangan masih tergolong kecil dibandingkan total luas areal tanam padi di Magetan, petugas POPT terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar serangan hama dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi ledakan populasi yang berpotensi menurunkan produktivitas panen.

DTPHP Magetan juga mengimbau petani untuk rutin memantau kondisi tanaman, melaporkan gejala serangan hama sejak dini, serta menerapkan pengendalian terpadu agar produksi padi tetap terjaga hingga masa panen tiba. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Pemkab Madiun Ingin Generasi Muda Pahami Sejarah Lokal

    Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Pemkab Madiun Ingin Generasi Muda Pahami Sejarah Lokal

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun  berupaya meluruskan stigma sejarah yang selama ini melekat pada daerahnya. Pesan itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kamis (1/10/2026). Di lokasi yang menjadi pengingat Peristiwa Madiun 1948 itu, Hari Wuryanto menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Madiun bukan […]

    Bagikan
  • Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria berinisial P (55), warga Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, ditangkap aparat Kepolisian Sektor Maospati karena diduga melakukan penipuan terhadap seorang janda dengan modus menyamar sebagai anggota TNI. Kanit Reskrim Polsek Maospati, Iptu Sardi, menyatakan bahwa pelaku diamankan pada Senin (16/06/2025) di rumahnya di wilayah Kabupaten Madiun. Penangkapan ini merupakan […]

    Bagikan
  • Empat Penyusup Berkedok Ojol Diamankan Polisi , Aksi di DPRD Ponorogo Batal

    Empat Penyusup Berkedok Ojol Diamankan Polisi , Aksi di DPRD Ponorogo Batal

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Empat orang diamankan aparat Polres Ponorogo lantaran diduga hendak melakukan aksi huru-hara pada unjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo yang sedianya digelar, Senin (01/09/2025). Mereka dicurigai karena memakai atribut ojek online (Ojol), meski bukan berprofesi sebagai driver. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan penangkapan itu berawal dari deteksi dini […]

    Bagikan
  • Sapi Seberat 1,1 Ton dari Desa Kresek Madiun Dilirik Presiden Prabowo untuk Kurban

    Sapi Seberat 1,1 Ton dari Desa Kresek Madiun Dilirik Presiden Prabowo untuk Kurban

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Seekor sapi berjenis limosin milik warga Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mendapat perhatian Presiden RI Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah. Sapi jantan berusia empat tahun yang diberi nama “Si Jhon” oleh pemiliknya, Susilo Yugo Subroto (35), memiliki bobot sekitar 1,1 […]

    Bagikan
  • Perdana di Jatim, 107.231 Warga Kabupaten Madiun Dapat Bantuan Pangan Beras 30 Kg

    Perdana di Jatim, 107.231 Warga Kabupaten Madiun Dapat Bantuan Pangan Beras 30 Kg

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Penyaluran bantuan pangan beras periode Juli–September 2026 resmi dimulai di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sebanyak 107.231 penerima manfaat di wilayah tersebut akan mendapatkan bantuan beras dengan total alokasi mencapai 3.216.930 kilogram atau sekitar 3.216 ton. Launching penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Senin (10/8/2026). Penyaluran […]

    Bagikan
  • Tenggelam di Sungai Bengawan Madiun, Remaja Ngawi Ditemukan Mengapung di Bendungan Bojonegoro

    Tenggelam di Sungai Bengawan Madiun, Remaja Ngawi Ditemukan Mengapung di Bendungan Bojonegoro

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Bojonegoro – Pencarian terhadap RA (14) asal Ngawi yang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Madiun berujug duka. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang di Bendungan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (14/4/2025) sore. Seorang pekerja proyek bendungan melihat benda mencurigakan mengambang di permukaan air. Setelah didekati, ternyata itu adalah jasad manusia. Tim SAR gabungan […]

    Bagikan
expand_less