Sambut Libur Sekolah, Disbudpar Magetan Gencarkan Promosi dan Benahi Layanan Wisata
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai mempersiapkan berbagai langkah untuk menyambut musim libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di wilayah tersebut.
Selain mengintensifkan promosi wisata, Disbudpar juga menggandeng berbagai pelaku usaha dan paguyuban wisata untuk memastikan kenyamanan serta keamanan wisatawan selama berlibur di Magetan.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto, mengatakan persiapan dilakukan melalui kolaborasi lintas bidang di lingkungan Disbudpar. Bidang pemasaran, destinasi, dan kebudayaan bersama-sama menyusun strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan selama masa liburan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat promosi melalui media sosial dan berbagai kanal informasi digital. Promosi tidak hanya difokuskan pada Telaga Sarangan sebagai destinasi utama, tetapi juga diarahkan untuk mengenalkan berbagai objek wisata lain yang dikelola pemerintah desa, kelompok sadar wisata, maupun pihak swasta.
“Kami mengajak wisatawan untuk datang ke Magetan dan menikmati berbagai destinasi yang ada. Tidak hanya Telaga Sarangan, tetapi juga destinasi lainnya yang memiliki potensi dan daya tarik tersendiri,” kata Yosef, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, penyebaran kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi penting dilakukan agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sejumlah destinasi yang turut dipromosikan menjelang libur sekolah antara lain Mojosemi Forest Park, Taman Ria Maospati (Tamris), Lembah Srimpi, kawasan wisata Sgodean, serta sejumlah desa wisata yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Disbudpar berharap meningkatnya kunjungan wisatawan selama musim liburan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata seperti pedagang, pengelola penginapan, jasa transportasi wisata, hingga pelaku UMKM.
Selain promosi, pemerintah daerah juga berupaya menambah daya tarik wisata melalui penyelenggaraan berbagai atraksi dan hiburan di kawasan wisata. Beberapa kegiatan seni budaya, pertunjukan tari, hingga hiburan musik dijadwalkan hadir untuk memberikan pengalaman lebih menarik bagi para pengunjung.
“Kami juga berkolaborasi dengan bidang kebudayaan untuk menghadirkan berbagai atraksi yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke Magetan,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya potensi kunjungan wisatawan, Disbudpar turut memberikan perhatian terhadap kualitas pelayanan. Menyikapi keluhan terkait praktik getok harga yang kerap mencuat, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan berbagai paguyuban pelaku wisata.
Imbauan tersebut disampaikan kepada pelaku usaha perhotelan, pengelola perahu wisata, jasa kuda wisata, pedagang kuliner, hingga kelompok usaha wisata lainnya agar tetap menjaga tarif sesuai ketentuan dan memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.
“Kami mengajak seluruh pelaku wisata untuk menjaga citra positif pariwisata Magetan. Pelayanan yang baik akan memberikan kesan positif sehingga wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung,” jelas Yosef.
Memasuki puncak musim libur sekolah, Disbudpar memperkirakan kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan dapat mencapai rata-rata sekitar 3.000 hingga 4.000 orang per hari. Lonjakan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi sektor pariwisata Magetan untuk terus tumbuh sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Dengan persiapan promosi, peningkatan atraksi wisata, serta penguatan pelayanan kepada pengunjung, Magetan optimistis mampu menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Jawa Timur selama masa libur sekolah tahun ini. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





