Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Sambut Libur Sekolah, Disbudpar Magetan Gencarkan Promosi dan Benahi Layanan Wisata

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Promosi wisata Magetan digencarkan jelang musim liburan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai mempersiapkan berbagai langkah untuk menyambut musim libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di wilayah tersebut.

Selain mengintensifkan promosi wisata, Disbudpar juga menggandeng berbagai pelaku usaha dan paguyuban wisata untuk memastikan kenyamanan serta keamanan wisatawan selama berlibur di Magetan.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto, mengatakan persiapan dilakukan melalui kolaborasi lintas bidang di lingkungan Disbudpar. Bidang pemasaran, destinasi, dan kebudayaan bersama-sama menyusun strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan selama masa liburan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat promosi melalui media sosial dan berbagai kanal informasi digital. Promosi tidak hanya difokuskan pada Telaga Sarangan sebagai destinasi utama, tetapi juga diarahkan untuk mengenalkan berbagai objek wisata lain yang dikelola pemerintah desa, kelompok sadar wisata, maupun pihak swasta.

“Kami mengajak wisatawan untuk datang ke Magetan dan menikmati berbagai destinasi yang ada. Tidak hanya Telaga Sarangan, tetapi juga destinasi lainnya yang memiliki potensi dan daya tarik tersendiri,” kata Yosef, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, penyebaran kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi penting dilakukan agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sejumlah destinasi yang turut dipromosikan menjelang libur sekolah antara lain Mojosemi Forest Park, Taman Ria Maospati (Tamris), Lembah Srimpi, kawasan wisata Sgodean, serta sejumlah desa wisata yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Disbudpar berharap meningkatnya kunjungan wisatawan selama musim liburan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata seperti pedagang, pengelola penginapan, jasa transportasi wisata, hingga pelaku UMKM.

Selain promosi, pemerintah daerah juga berupaya menambah daya tarik wisata melalui penyelenggaraan berbagai atraksi dan hiburan di kawasan wisata. Beberapa kegiatan seni budaya, pertunjukan tari, hingga hiburan musik dijadwalkan hadir untuk memberikan pengalaman lebih menarik bagi para pengunjung.

“Kami juga berkolaborasi dengan bidang kebudayaan untuk menghadirkan berbagai atraksi yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke Magetan,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya potensi kunjungan wisatawan, Disbudpar turut memberikan perhatian terhadap kualitas pelayanan. Menyikapi keluhan terkait praktik getok harga yang kerap mencuat, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan berbagai paguyuban pelaku wisata.

Imbauan tersebut disampaikan kepada pelaku usaha perhotelan, pengelola perahu wisata, jasa kuda wisata, pedagang kuliner, hingga kelompok usaha wisata lainnya agar tetap menjaga tarif sesuai ketentuan dan memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.

“Kami mengajak seluruh pelaku wisata untuk menjaga citra positif pariwisata Magetan. Pelayanan yang baik akan memberikan kesan positif sehingga wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung,” jelas Yosef.

Memasuki puncak musim libur sekolah, Disbudpar memperkirakan kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan dapat mencapai rata-rata sekitar 3.000 hingga 4.000 orang per hari. Lonjakan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi sektor pariwisata Magetan untuk terus tumbuh sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Dengan persiapan promosi, peningkatan atraksi wisata, serta penguatan pelayanan kepada pengunjung, Magetan optimistis mampu menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Jawa Timur selama masa libur sekolah tahun ini. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendalikan Populasi, Pemkot Madiun Gelar Sterilisasi Kucing

    Kendalikan Populasi, Pemkot Madiun Gelar Sterilisasi Kucing

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam momentum Hari Hewan Sedunia 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar program sterilisasi gratis untuk kucing jantan domestik, Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah kota dalam mengendalikan populasi kucing liar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan. Program tersebut menargetkan 100 ekor kucing jantan […]

    Bagikan
  • Posisi Hilal Minus 1 Derajat, Awal Ramadan 1447 H Belum Terlihat di Ponorogo

    Posisi Hilal Minus 1 Derajat, Awal Ramadan 1447 H Belum Terlihat di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Kabupaten Ponorogo menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026). Pemantauan hilal dilaksanakan di Balai Rukyah Ibnu Syatir, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, Kecamatan Mlarak. Sejak pukul 16.00 WIB, petugas Kemenag bersama sejumlah pihak terkait telah bersiaga di lokasi yang berada […]

    Bagikan
  • Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol selama lebih dari tiga jam pada Senin (9/3/2026) memicu bencana tanah longsor di sejumlah lokasi. Sedikitnya 10 titik longsor dilaporkan, sembilan di antaranya berada di Desa Plangkrongan, dan satu titik lainnya di Desa Genilangit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian […]

    Bagikan
  • Erlangga Pribadi: Marhaen Kini Bukan Lagi Petani, tetapi Pekerja Digital yang Tereksploitasi

    Erlangga Pribadi: Marhaen Kini Bukan Lagi Petani, tetapi Pekerja Digital yang Tereksploitasi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle kusnanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konsep Marhaen yang diperkenalkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman. Bedanya, jika pada masa kolonial Marhaen digambarkan sebagai petani kecil yang memiliki alat produksi tetapi tetap hidup dalam kemiskinan, kini sosok tersebut hadir dalam wajah baru: pekerja ekonomi digital yang tetap terjebak dalam ketidakpastian hidup. […]

    Bagikan
  • 53 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi di Madiun, Penempatan Gerai Tunggu Serah Terima Kementerian

    53 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi di Madiun, Penempatan Gerai Tunggu Serah Terima Kementerian

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 53 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Madiun telah mulai menjalankan kegiatan usaha. Namun, seluruh koperasi tersebut belum menempati gerai permanen yang dibangun melalui program pemerintah karena masih menunggu proses serah terima aset dari Kementerian Koperasi. Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun, Citra […]

    Bagikan
  • Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Setono Ditolak ATR/BPN

    Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Setono Ditolak ATR/BPN

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Setono, Ponorogo, akhirnya tidak mendapat restu dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Padahal, lokasi seluas enam hektare itu sebelumnya sudah ditinjau Sekjen Kemensos RI, Robben Rico, bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, membenarkan adanya penolakan tersebut. […]

    Bagikan
expand_less