Berita Terkini
Trending Tags

Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 188
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tari Keling, warisan budaya khas Dusun Mojo Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di balik popularitas Reog Ponorogo, terdapat satu kesenian tradisi yang hingga kini masih bertahan dan hanya dapat ditemui di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kesenian tersebut adalah Tari Keling, sebuah pertunjukan rakyat yang memadukan unsur ritual, sejarah, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebelum pertunjukan dimulai, seorang tokoh desa terlebih dahulu menyalakan dupa sebagai bagian dari prosesi pembuka. Setelah itu, warga mulai berkumpul di lokasi pementasan, sementara para pemain mempersiapkan kostum dan perlengkapan tari.

Keunikan Tari Keling sudah terlihat sejak awal pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang identik dengan suara slompret, Tari Keling hanya diiringi tabuhan dua kentongan, kendang, dan bedug kecil yang menghasilkan irama sederhana namun khas.

Di sisi lain, para penari laki-laki mengoleskan campuran bubuk arang dan minyak kelapa ke seluruh tubuh hingga berubah menjadi hitam legam. Mereka kemudian mengenakan topeng serta membawa senjata tradisional seperti tombak, pedang, panah, dan gada yang menggambarkan sosok prajurit pada masa kerajaan.

Sesepuh Dusun Mojo, Wiyoto, menjelaskan Tari Keling telah diwariskan sejak nenek moyang dan hanya dimainkan oleh masyarakat Dusun Mojo.

“Tarian ini sudah ada sejak nenek moyang kami. Bahkan kalau di dusun ini sudah ada sebelum Reog. Tapi asal-usul pastinya memang belum diketahui,” ujarnya.

Sebanyak 22 penari menghidupkan kisah Raja Bagaspati dari Kerajaan Tambas Keling yang jatuh hati kepada putri kembar Kerajaan Ngerum, Sekar Arum dan Sekar Sari. Namun karena lamarannya ditolak, Bagaspati menculik kedua putri tersebut hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh Joko Tawang setelah melalui pertarungan panjang.

Selain mengisahkan legenda kerajaan, Tari Keling juga diyakini memiliki hubungan dengan sejarah masyarakat Dusun Mojo. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, kesenian ini mulai berkembang ketika dusun mengalami masa paceklik akibat kemarau panjang. Kala itu, para sesepuh menggelar pertunjukan sebagai sarana menghibur warga sekaligus doa agar kehidupan kembali membaik.

Tradisi tersebut masih dipertahankan hingga sekarang. Tari Keling dipentaskan pada momen-momen tertentu seperti bulan Suro, Hari Raya Idulfitri, dan agenda adat lainnya. Sebelum pertunjukan utama dimulai, rombongan penari juga melakukan prosesi menuju sumber mata air yang dikenal sebagai Kucur untuk melaksanakan tari Iker sebelum berkeliling dusun.

Keunikan lainnya, seluruh pemain Tari Keling merupakan warga asli Dusun Mojo. Regenerasi dilakukan secara turun-temurun sehingga bentuk asli kesenian ini tetap terjaga dan tidak banyak mengalami perubahan.

Pemerhati budaya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Setyo Yanuarti, menilai Tari Keling memiliki nilai sejarah yang tinggi. Berdasarkan kajian awal, kesenian ini diperkirakan muncul pada masa peralihan Mataram Hindu menuju Mataram Islam, meski temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

Menurutnya, apabila terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai seni pertunjukan, Tari Keling berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya baru yang melengkapi kekayaan kesenian Kabupaten Ponorogo di samping Reog yang telah lebih dulu dikenal luas. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral ! Maling Gasak Tas Ojol di Kota Madiun Saat Istirahat di Masjid Thoriqul Jannah

    Viral ! Maling Gasak Tas Ojol di Kota Madiun Saat Istirahat di Masjid Thoriqul Jannah

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi pencurian di Masjid Thoriqul Jannah Kelurahan Mojorejo Kecamatan Taman Kota Madiun. Dari rekaman yang beredar kejadian itu terjadi pada Senin (1/6/2026) lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Pria bercelana jeans dan memakai kaos hitam lengan panjang itu nampak mondar mandir melihat kondisi sekitar masjid yang berada […]

    Bagikan
  • Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol selama lebih dari tiga jam pada Senin (9/3/2026) memicu bencana tanah longsor di sejumlah lokasi. Sedikitnya 10 titik longsor dilaporkan, sembilan di antaranya berada di Desa Plangkrongan, dan satu titik lainnya di Desa Genilangit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian […]

    Bagikan
  • Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda sejumlah daerah berdampak langsung pada pasokan daging sapi di Pasar Sleko Kota Madiun. Para pedagang daging sapi mengeluhkan penurunan pasokan serta turunnya minat pembeli. Salah satu pedagang daging sapi, Hartanto, mengungkapkan dalam beberapa minggu terakhir pasokan daging sapi yang diterimanya menurun. “Biasanya […]

    Bagikan
  • Keren ! Baksos Dharma Pertiwi di Ngawi Catat Rekor MURI, Sasar Anak Kebutuhan Khusus

    Keren ! Baksos Dharma Pertiwi di Ngawi Catat Rekor MURI, Sasar Anak Kebutuhan Khusus

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Dharma Pertiwi Daerah E menggelar bakti sosial (Baksos) di Kodim 0805/Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (25/2/2025). Baksos serentak oleh Dharma Pertiwi ini dilakukan di 1.430 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Baksos yang diselenggarakan itu dalam rangka memperingati Hari Jadi Dharma Pertiwi yang jatuh pada 15 April 2025. “Kegiatan […]

    Bagikan
  • Hardiknas 2026 Magetan, Ribuan Guru dan Pelajar Tampilkan Tari Lenggang Mageti dan Langen Beksan

    Hardiknas 2026 Magetan, Ribuan Guru dan Pelajar Tampilkan Tari Lenggang Mageti dan Langen Beksan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan berlangsung semarak. Ribuan guru dan pelajar memadati Alun-Alun Magetan dalam pagelaran tari massal yang menjadi puncak peringatan Hardiknas. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 2.026 peserta yang terdiri dari guru PAUD, TK, SD, SMP hingga pelajar SMA. Penampilan tari massal itu tidak hanya menjadi […]

    Bagikan
  • Dari Tusuk Sate ke Tanah Suci, Nahrowi Siap Berangkat Haji

    Dari Tusuk Sate ke Tanah Suci, Nahrowi Siap Berangkat Haji

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tekun dan tak kenal lelah, Nahrowi (52), seorang perajin tusuk sate asal Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji tahun ini. Pria yang telah menekuni usaha tusuk sate selama bertahun-tahun itu dijadwalkan masuk gelombang kedua pemberangkatan jemaah haji dari Kabupaten Madiun pada 17 Mei 2025. “Dulu […]

    Bagikan
expand_less