Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tari Keling, warisan budaya khas Dusun Mojo Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di balik popularitas Reog Ponorogo, terdapat satu kesenian tradisi yang hingga kini masih bertahan dan hanya dapat ditemui di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kesenian tersebut adalah Tari Keling, sebuah pertunjukan rakyat yang memadukan unsur ritual, sejarah, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebelum pertunjukan dimulai, seorang tokoh desa terlebih dahulu menyalakan dupa sebagai bagian dari prosesi pembuka. Setelah itu, warga mulai berkumpul di lokasi pementasan, sementara para pemain mempersiapkan kostum dan perlengkapan tari.

Keunikan Tari Keling sudah terlihat sejak awal pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang identik dengan suara slompret, Tari Keling hanya diiringi tabuhan dua kentongan, kendang, dan bedug kecil yang menghasilkan irama sederhana namun khas.

Di sisi lain, para penari laki-laki mengoleskan campuran bubuk arang dan minyak kelapa ke seluruh tubuh hingga berubah menjadi hitam legam. Mereka kemudian mengenakan topeng serta membawa senjata tradisional seperti tombak, pedang, panah, dan gada yang menggambarkan sosok prajurit pada masa kerajaan.

Sesepuh Dusun Mojo, Wiyoto, menjelaskan Tari Keling telah diwariskan sejak nenek moyang dan hanya dimainkan oleh masyarakat Dusun Mojo.

“Tarian ini sudah ada sejak nenek moyang kami. Bahkan kalau di dusun ini sudah ada sebelum Reog. Tapi asal-usul pastinya memang belum diketahui,” ujarnya.

Sebanyak 22 penari menghidupkan kisah Raja Bagaspati dari Kerajaan Tambas Keling yang jatuh hati kepada putri kembar Kerajaan Ngerum, Sekar Arum dan Sekar Sari. Namun karena lamarannya ditolak, Bagaspati menculik kedua putri tersebut hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh Joko Tawang setelah melalui pertarungan panjang.

Selain mengisahkan legenda kerajaan, Tari Keling juga diyakini memiliki hubungan dengan sejarah masyarakat Dusun Mojo. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, kesenian ini mulai berkembang ketika dusun mengalami masa paceklik akibat kemarau panjang. Kala itu, para sesepuh menggelar pertunjukan sebagai sarana menghibur warga sekaligus doa agar kehidupan kembali membaik.

Tradisi tersebut masih dipertahankan hingga sekarang. Tari Keling dipentaskan pada momen-momen tertentu seperti bulan Suro, Hari Raya Idulfitri, dan agenda adat lainnya. Sebelum pertunjukan utama dimulai, rombongan penari juga melakukan prosesi menuju sumber mata air yang dikenal sebagai Kucur untuk melaksanakan tari Iker sebelum berkeliling dusun.

Keunikan lainnya, seluruh pemain Tari Keling merupakan warga asli Dusun Mojo. Regenerasi dilakukan secara turun-temurun sehingga bentuk asli kesenian ini tetap terjaga dan tidak banyak mengalami perubahan.

Pemerhati budaya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Setyo Yanuarti, menilai Tari Keling memiliki nilai sejarah yang tinggi. Berdasarkan kajian awal, kesenian ini diperkirakan muncul pada masa peralihan Mataram Hindu menuju Mataram Islam, meski temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

Menurutnya, apabila terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai seni pertunjukan, Tari Keling berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya baru yang melengkapi kekayaan kesenian Kabupaten Ponorogo di samping Reog yang telah lebih dulu dikenal luas. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati HUT ke-80 RI, PSHT Pusat Madiun Teguhkan Komitmen Persatuan Bangsa

    Peringati HUT ke-80 RI, PSHT Pusat Madiun Teguhkan Komitmen Persatuan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Minggu (17/08/2025). Ketua Dewan Pusat PSHT, Kang Mas Issoebiantoro mengungkapkan peringatan ini menjadi momentum bagi keluarga besar PSHT untuk meneguhkan kembali nilai […]

    Bagikan
  • Diana Sasa Resmi Pimpin DPC PDI Perjuangan Magetan 2025–2030, Ini Targetnya

    Diana Sasa Resmi Pimpin DPC PDI Perjuangan Magetan 2025–2030, Ini Targetnya

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi terbentuk. Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) serentak se-Jawa Timur yang digelar pada 20–21 Desember 2025, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menetapkan Diana Amalia Verawati Ningsih, atau dikenal Diana Sasa, sebagai Ketua DPC periode 2025–2030. Sementara itu, posisi Sekretaris DPC dipercayakan […]

    Bagikan
  • Tahun 2026, Ratusan Pegawai RSUD Caruban Madiun Disediakan Jaspel Rp. 38 M

    Tahun 2026, Ratusan Pegawai RSUD Caruban Madiun Disediakan Jaspel Rp. 38 M

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Manajemen RSUD Caruban Kabupaten Madiun pada tahun anggaran 2026 tercatat mengelola anggaran sebesar Rp.112 miliar.  Kabar baik datang untuk ratusan pegawai. Dari total anggaran tersebut, pos Belanja Jasa Pelayanan atau Jaspel kesehatan dialokasikan sekitar Rp.38 miliar. Dana ini disiapkan untuk mengapresiasi kinerja tenaga medis dan non medis yang melayani pasien. Rinciannya, […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Hadiri Rakernas JKPI XI di Yogyakarta, Suarakan Komitmen Budaya untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Wali Kota Madiun Hadiri Rakernas JKPI XI di Yogyakarta, Suarakan Komitmen Budaya untuk Masa Depan Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Yogyakarta – Nuansa budaya yang kental terasa sejak hari pertama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dibuka di Kota Yogyakarta, Rabu (06/08/2025). Di antara 58 kepala daerah yang hadir dari berbagai penjuru tanah air, Wali Kota Madiun Dr. Maidi turut ambil bagian dalam forum prestisius ini, menyuarakan pentingnya pelestarian […]

    Bagikan
  • Kecepatan Kereta Naik, KAI Daop 7 Madiun Genjot Normalisasi Jalur KA

    Kecepatan Kereta Naik, KAI Daop 7 Madiun Genjot Normalisasi Jalur KA

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan efisiensi perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus melakukan berbagai langkah perbaikan infrastruktur. Salah satunya dengan menaikkan batas kecepatan maksimal kereta api dari sebelumnya 100 km/jam menjadi 120 km/jam di sejumlah lintasan wilayah kerjanya. Agar peningkatan kecepatan ini berjalan aman, […]

    Bagikan
  • Maling Sepeda Gunung Teror Perumahan di Magetan, Ketua Takmir Masjid Jadi Korban

    Maling Sepeda Gunung Teror Perumahan di Magetan, Ketua Takmir Masjid Jadi Korban

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelombang pencurian sepeda gunung di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali memakan korban. Setelah sebelumnya empat sepeda gunung milik warga Jalan Tripandita, Kelurahan Kebonagung, hilang dalam satu malam, kini aksi serupa terjadi di kawasan Perumahan KPR Selosari Baru RW 08, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan. Korban terbaru diketahui bernama Hendriyanto, Ketua Takmir Masjid […]

    Bagikan
expand_less