Berita Terkini
Trending Tags

Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 131
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tari Keling, warisan budaya khas Dusun Mojo Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di balik popularitas Reog Ponorogo, terdapat satu kesenian tradisi yang hingga kini masih bertahan dan hanya dapat ditemui di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kesenian tersebut adalah Tari Keling, sebuah pertunjukan rakyat yang memadukan unsur ritual, sejarah, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebelum pertunjukan dimulai, seorang tokoh desa terlebih dahulu menyalakan dupa sebagai bagian dari prosesi pembuka. Setelah itu, warga mulai berkumpul di lokasi pementasan, sementara para pemain mempersiapkan kostum dan perlengkapan tari.

Keunikan Tari Keling sudah terlihat sejak awal pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang identik dengan suara slompret, Tari Keling hanya diiringi tabuhan dua kentongan, kendang, dan bedug kecil yang menghasilkan irama sederhana namun khas.

Di sisi lain, para penari laki-laki mengoleskan campuran bubuk arang dan minyak kelapa ke seluruh tubuh hingga berubah menjadi hitam legam. Mereka kemudian mengenakan topeng serta membawa senjata tradisional seperti tombak, pedang, panah, dan gada yang menggambarkan sosok prajurit pada masa kerajaan.

Sesepuh Dusun Mojo, Wiyoto, menjelaskan Tari Keling telah diwariskan sejak nenek moyang dan hanya dimainkan oleh masyarakat Dusun Mojo.

“Tarian ini sudah ada sejak nenek moyang kami. Bahkan kalau di dusun ini sudah ada sebelum Reog. Tapi asal-usul pastinya memang belum diketahui,” ujarnya.

Sebanyak 22 penari menghidupkan kisah Raja Bagaspati dari Kerajaan Tambas Keling yang jatuh hati kepada putri kembar Kerajaan Ngerum, Sekar Arum dan Sekar Sari. Namun karena lamarannya ditolak, Bagaspati menculik kedua putri tersebut hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh Joko Tawang setelah melalui pertarungan panjang.

Selain mengisahkan legenda kerajaan, Tari Keling juga diyakini memiliki hubungan dengan sejarah masyarakat Dusun Mojo. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, kesenian ini mulai berkembang ketika dusun mengalami masa paceklik akibat kemarau panjang. Kala itu, para sesepuh menggelar pertunjukan sebagai sarana menghibur warga sekaligus doa agar kehidupan kembali membaik.

Tradisi tersebut masih dipertahankan hingga sekarang. Tari Keling dipentaskan pada momen-momen tertentu seperti bulan Suro, Hari Raya Idulfitri, dan agenda adat lainnya. Sebelum pertunjukan utama dimulai, rombongan penari juga melakukan prosesi menuju sumber mata air yang dikenal sebagai Kucur untuk melaksanakan tari Iker sebelum berkeliling dusun.

Keunikan lainnya, seluruh pemain Tari Keling merupakan warga asli Dusun Mojo. Regenerasi dilakukan secara turun-temurun sehingga bentuk asli kesenian ini tetap terjaga dan tidak banyak mengalami perubahan.

Pemerhati budaya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Setyo Yanuarti, menilai Tari Keling memiliki nilai sejarah yang tinggi. Berdasarkan kajian awal, kesenian ini diperkirakan muncul pada masa peralihan Mataram Hindu menuju Mataram Islam, meski temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

Menurutnya, apabila terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai seni pertunjukan, Tari Keling berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya baru yang melengkapi kekayaan kesenian Kabupaten Ponorogo di samping Reog yang telah lebih dulu dikenal luas. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geledah Rumah di Jalan Setiyaki Kota Madiun, KPK Sita Mobil Pajero dan Mercy Play Button

    Geledah Rumah di Jalan Setiyaki Kota Madiun, KPK Sita Mobil Pajero dan Mercy

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu rumah di Jalan Setiyaki Nomor 26 Kelurahan Oro Oro Ombo Kota Madiun pada Selasa (27/01/2026) malam. Penggeledahan diduga masih terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok fee proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Dari informasi yang […]

    Bagikan
  • Wakil Bupati Ngawi Cek Korban Dugaan Keracunan MBG di Puskesmas Sine

    Wakil Bupati Ngawi Cek Korban Dugaan Keracunan MBG di Puskesmas Sine

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami gejala sakit usai mengikuti kegiatan belajar, Rabu (01/10/2025). Para siswa terpaksa dilarikan ke sejumlah Puskesmas karena merasakan mual, pusing, hingga sesak napas. Situasi di SMKN 1 Sine mendadak panik ketika siswa satu […]

    Bagikan
  • PJ Walikota Madiun Soft Launching Poliklinik Eksekutif RSUD Kota Madiun

    PJ Walikota Madiun Soft Launching Poliklinik Eksekutif RSUD Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di penghujung tahun 2024, RSUD Kota Madiun melakukan soft launching Poliklinik Eksekutif yang diresmikan langsung oleh Pj. Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto pada Selasa (17/12). Poli Eksekutif tersebut merupakan layanan medis rawat jalan dengan standar pelayanan cepat, paripurna dan bisa memilih penanganan dokter spesialis sesuai keinginan pasien. Berbagai macam Poli […]

    Bagikan
  • Komisi B DPRD Madiun Kritisi Kinerja Dinkes Atas Lambannya Penurunan Stunting

    Komisi B DPRD Madiun Kritisi Kinerja Dinkes Atas Lambannya Penurunan Stunting

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun menilai upaya Pemerintah Kabupaten Madiun, khususnya Dinas Kesehatan, dalam menekan angka stunting masih lamban. Pasalnya, prevalensi stunting hingga Juli 2026 baru turun 0,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Prevalensi stunting Kabupaten Madiun tercatat 5,02 persen pada Juli 2026, turun dari 5,14 persen pada 2025. Sebelumnya, angka […]

    Bagikan
  • Dapur Nenek Wiji Roboh Akibat Diterpa Hujan Lebat

    Dapur Nenek Wiji Roboh Akibat Diterpa Hujan Lebat

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah dapur milik warga lanjut usia di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, roboh akibat diguyur hujan lebat pada Jumat (11/4/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Bangunan yang ambruk merupakan dapur milik Wiji (72), seorang lansia yang tinggal seorang diri. Saat insiden terjadi, cuaca di […]

    Bagikan
  • Pembelajaran Matematika Jadi Menyenangkan, Guru SD di Madiun Dikenalkan Metode GASING

    Pembelajaran Matematika Jadi Menyenangkan, Guru SD di Madiun Dikenalkan Metode GASING

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Upaya meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar di Kabupaten Madiun terus dilakukan. Salah satunya melalui penerapan metode GASING yakni Gampang, Asyik, Menyenangkan yang diperkenalkan kepada para guru di Kecamatan Saradan dan Gemarang. Metode pembelajaran yang menekankan langkah berhitung cepat dan logis ini diperkenalkan melalui pelatihan pengimbasan di Gedung Korwil 1 […]

    Bagikan
expand_less