Berita Terkini
Trending Tags

Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 187
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tari Keling, warisan budaya khas Dusun Mojo Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di balik popularitas Reog Ponorogo, terdapat satu kesenian tradisi yang hingga kini masih bertahan dan hanya dapat ditemui di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kesenian tersebut adalah Tari Keling, sebuah pertunjukan rakyat yang memadukan unsur ritual, sejarah, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebelum pertunjukan dimulai, seorang tokoh desa terlebih dahulu menyalakan dupa sebagai bagian dari prosesi pembuka. Setelah itu, warga mulai berkumpul di lokasi pementasan, sementara para pemain mempersiapkan kostum dan perlengkapan tari.

Keunikan Tari Keling sudah terlihat sejak awal pertunjukan. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang identik dengan suara slompret, Tari Keling hanya diiringi tabuhan dua kentongan, kendang, dan bedug kecil yang menghasilkan irama sederhana namun khas.

Di sisi lain, para penari laki-laki mengoleskan campuran bubuk arang dan minyak kelapa ke seluruh tubuh hingga berubah menjadi hitam legam. Mereka kemudian mengenakan topeng serta membawa senjata tradisional seperti tombak, pedang, panah, dan gada yang menggambarkan sosok prajurit pada masa kerajaan.

Sesepuh Dusun Mojo, Wiyoto, menjelaskan Tari Keling telah diwariskan sejak nenek moyang dan hanya dimainkan oleh masyarakat Dusun Mojo.

“Tarian ini sudah ada sejak nenek moyang kami. Bahkan kalau di dusun ini sudah ada sebelum Reog. Tapi asal-usul pastinya memang belum diketahui,” ujarnya.

Sebanyak 22 penari menghidupkan kisah Raja Bagaspati dari Kerajaan Tambas Keling yang jatuh hati kepada putri kembar Kerajaan Ngerum, Sekar Arum dan Sekar Sari. Namun karena lamarannya ditolak, Bagaspati menculik kedua putri tersebut hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh Joko Tawang setelah melalui pertarungan panjang.

Selain mengisahkan legenda kerajaan, Tari Keling juga diyakini memiliki hubungan dengan sejarah masyarakat Dusun Mojo. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, kesenian ini mulai berkembang ketika dusun mengalami masa paceklik akibat kemarau panjang. Kala itu, para sesepuh menggelar pertunjukan sebagai sarana menghibur warga sekaligus doa agar kehidupan kembali membaik.

Tradisi tersebut masih dipertahankan hingga sekarang. Tari Keling dipentaskan pada momen-momen tertentu seperti bulan Suro, Hari Raya Idulfitri, dan agenda adat lainnya. Sebelum pertunjukan utama dimulai, rombongan penari juga melakukan prosesi menuju sumber mata air yang dikenal sebagai Kucur untuk melaksanakan tari Iker sebelum berkeliling dusun.

Keunikan lainnya, seluruh pemain Tari Keling merupakan warga asli Dusun Mojo. Regenerasi dilakukan secara turun-temurun sehingga bentuk asli kesenian ini tetap terjaga dan tidak banyak mengalami perubahan.

Pemerhati budaya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Setyo Yanuarti, menilai Tari Keling memiliki nilai sejarah yang tinggi. Berdasarkan kajian awal, kesenian ini diperkirakan muncul pada masa peralihan Mataram Hindu menuju Mataram Islam, meski temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

Menurutnya, apabila terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai seni pertunjukan, Tari Keling berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya baru yang melengkapi kekayaan kesenian Kabupaten Ponorogo di samping Reog yang telah lebih dulu dikenal luas. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Denkesyah Madiun Jemput Bola Beri Layanan Kesehatan Gratis

    Denkesyah Madiun Jemput Bola Beri Layanan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tingginya intensitas hujan yang turun mengakibatkan beberapa wilayah di jajaran Korem 081/DSJ terendam banjir. Madiun, Magetan, dan Trenggalek, menjadi yang terparah dari dampak banjir yang terjadi. Tak mau tinggal, selain membantu mencari korban hilang yang terseret derasnya air dan membantu pembersihan dari dampak banjir yang terjadi, TNI melalui Denkesyah Madiun juga […]

    Bagikan
  • KADIN Pacitan Kunjungi Madiun, Belajar Produk UMKM hingga Industri Benih Padi

    KADIN Pacitan Kunjungi Madiun, Belajar Produk UMKM hingga Industri Benih Padi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pacitan melakukan kunjungan ke Kota Madiun selama dua hari, Jumat-Sabtu (18-19/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang bertukar pengalaman sekaligus melihat secara langsung potensi usaha dan ekonomi kreatif di wilayah Madiun. Rombongan KADIN Pacitan yang berjumlah 15 orang didampingi pengurus Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Madiun. Kunjungan […]

    Bagikan
  • Bukan Sekadar Kerja Sama Biasa, KAI dan Bank Jatim Siapkan Langkah Strategis Ini

    Bukan Sekadar Kerja Sama Biasa, KAI dan Bank Jatim Siapkan Langkah Strategis Ini

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan layanan, bisnis, dan optimalisasi aset. Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kabupaten Madiun pada Jumat (5/6/2026) itu disaksikan langsung oleh […]

    Bagikan
  • Tiga Dari Belasan PSK di Madiun Terindikasi HIV, Satu Positif Sifilis

    Tiga Dari Belasan PSK di Madiun Terindikasi HIV, Satu Positif Sifilis

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sedikitnya tiga dari belasan pekerja seks komersial (PSK) yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun terindikasi positif HIV. Satu di antaranya juga dinyatakan mengidap sifilis atau raja singa. Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun usai razia Satpol PP pada Senin (22/09/2025). Seluruh PSK yang diamankan di […]

    Bagikan
  • Jawab PU Fraksi Tentang RAPBD Magetan 2026, Bupati Magetan Janji Benahi Tata Kelola

    Jawab PU Fraksi Tentang RAPBD Magetan 2026, Bupati Magetan Janji Benahi Tata Kelola

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Magetan Tahun 2026 berlangsung padat sejak pagi hingga petang. Setelah rapat maraton Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD Magetan, sidang paripurna dilanjutkan dengan agenda utama penyampaian Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum delapan fraksi DPRD. Dalam sidang yang dipimpin Wakil […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Belum Boyongan Ke Muda Graha, Kabag Umum : Mencari Hari Baik

    Bupati Madiun Belum Boyongan Ke Muda Graha, Kabag Umum : Mencari Hari Baik

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ada yang cukup aneh atau janggal terkait hingga hari ini Bupati Madiun Hari Wuryanto ternyata belum juga boyongan ke pendopo Muda Graha. Informasi yang beredar kabarnya belum ready untuk di tempati Bupati berserta keluarga. Kepala Prokopim Pemkab Madiun Toni Eko Prasetyo membenarkan jika Bupati belum stay di Muda Graha. Toni […]

    Bagikan
expand_less