Plt Wali Kota Madiun Cek Kawasan Bosbow, Siapkan Pengembangan P2L hingga Wisata Heritage
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama jajaran Pemerintah Kota Madiun melakukan peninjauan ke kawasan Bosbow, Selasa (7/7/2026). Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat potensi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sekaligus meninjau pengembangan kawasan heritage yang direncanakan menjadi destinasi wisata.
Dalam peninjauan tersebut, Bagus menjelaskan bahwa P2L di Bosbow menjadi perhatian karena masuk dalam wilayah Kelurahan Oro-Oro Ombo yang berhasil meraih juara pertama Lomba Kelurahan tingkat Jawa Timur. Prestasi itu mengantarkan Kelurahan Oro-Oro Ombo mewakili Jawa Timur pada ajang tingkat nasional.
“Utamanya tadi kami mengecek P2L di Bosbow. Kebetulan P2L di Bosbow menjadi salah satu konten dalam Lomba Kelurahan. Kelurahan Oro-Oro Ombo berhasil menjadi juara tingkat Provinsi Jawa Timur dan nantinya mewakili Jawa Timur di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Bagus, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) saat ini tengah mengembangkan potensi hasil P2L. Karena itu, pemerintah akan memetakan lokasi-lokasi yang memiliki potensi besar agar dapat memperoleh dukungan pengembangan.
“Kami masih mengecek P2L yang memiliki potensi tinggi, sehingga nanti bisa kami berikan dukungan untuk pengembangannya,” katanya.
Selain meninjau P2L, Bagus juga melihat langsung kondisi bangunan-bangunan heritage di kawasan Bosbow. Menurutnya, bangunan yang ada memiliki nilai sejarah dan kondisi fisik yang masih sangat baik.
Ia menilai kawasan tersebut hanya memerlukan sejumlah penataan, terutama di bagian belakang bangunan. Area tersebut dinilai berpotensi dilengkapi taman, sementara gedung utama dapat dimanfaatkan sebagai ruang pameran, museum, maupun kegiatan lainnya.
“Bangunannya sangat bagus. Tinggal pembenahan di bagian belakang. Nanti bisa ditambah taman, kemudian gedung utamanya bisa dimanfaatkan untuk pameran atau museum,” ungkapnya.
Bagus juga menyoroti penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Bosbow. Menurutnya, apabila nantinya dilakukan penataan, posisi PKL diharapkan dapat bergeser sedikit ke bagian dalam sehingga tampilan bangunan heritage lebih terlihat dari jalan utama.
Namun, ia menegaskan rencana tersebut masih berupa konsep awal dan belum masuk tahap pelaksanaan.
“Kalau penambahan lainnya masih belum. Saat ini masih sebatas gambaran. Kemudian ada lorong yang menjadi ikon Bosbow, nanti akan digali lagi cerita dan nilai sejarahnya,” jelasnya.
Terkait penataan PKL, Bagus menyebut kewenangan berada di pihak Korem 081 Dhirotsaha Jaya sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut.
Ia juga membuka peluang pemanfaatan kawasan Bosbow sebagai lokasi penyelenggaraan pameran hingga destinasi wisata. Namun, rencana tersebut masih akan dibahas bersama jajaran TNI, termasuk Dandim dan Danrem.
“Nanti saya akan mencoba berkomunikasi dengan Pak Dandim dan Pak Danrem terlebih dahulu, apakah tempat ini bisa kita eksplor atau tidak. Harapannya bisa. Kawasan RTM (Rumah Tahanan Militer) juga sudah mulai kami bersihkan meski belum selesai. Ke depan akan kami eksplor untuk menjadi kawasan wisata,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





