Berita Terkini
Trending Tags

Dinas Pertanian Pemkab Madiun Adaptasi Tehnologi Drone Pupuk, Lahan Seluas 1.5 Hektar Bisa Disemprot Presisi

  • account_circle Mandor
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 293
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinas Pertanian saat uji dron untuk pemupukan di lahan sawah Kecamatan Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun tengah getol uji drone untuk proses pemupukan. Efisiensi pemakaian selama 20 menit terbang, burung besi itu mampu menyemprotkan pupuk secara presisi di lahan sawah seluas 1.5 hektar.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun, Raswiyanto mengaku drone ini merupakan salah satu adaptasi inovasi tehnologi kekinian. Tujuanya mempermudah petani saat melakukan pemupukan.

“Monggo para kelompok tani yang lahannya ingin disemprot drone bisa segera saja untuk menghubungi Dinas Pertanian. Sekali lagi pelayanan ini gratis,” ujar Raswiyanto, Sabtu (04/07/2026).

Dijelaskan, spesifikasi drone milik Dinas Pertanian dan Perikanan memiliki 2 buah baterai, sehingga hanya dapat terbang maksimal sekitar 20 menit. Drone seharga Rp. 200 juta lebih itu mampu mengangkut pupuk 20 liter.

Image Not Found
Drone mampu semprot pupuk presisi hingga 1,5 hektare. Foto : Tova-Sinergia

“Selama terbang sekitar 20 menit, bisa saja menjangkau luas lahan pertanian 1-1.5 hektar. Jadi volume 20 liter pupuk bisa disemprotkan secara presisi,” kata mantan Camat Jiwan itu.

Meski canggih, burung besi itu bukan tanpa kendala. Raswiyanto mengatakan terdapat kesulitan yaitu keterbatasan kekuatan baterai sehingga drone tidak dapat terbang terlalu lama.

Selain itu, lokasi lahan sawah yang tidak seragam, karena drone tersebut cukup besar sehingga dibutuhkan area agak luas untuk proses mendarat.

“Muncul kendala lain seperti keberadaan kabel lstrik (untuk sumur submersible) di sawah membuat operasional drone tidak leluasa ketika terbang,” ujarnya.

Meskipun ada kendala, di sisi lain kelompok tani di bumi kampung pesilat cukup tertarik dengan keberadaan drone. Saat ini drone dapat digunakan gratis untuk gerakan pengendalian OPT oleh kelompok tani.

“Dengan syarat kelompok tani mampu membuat Agen Pengendali Hayati (APH) sendiri,” pungkasnya. (Ndor/Tov)

Bagikan
  • Penulis: Mandor
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kembangkan Digitalisasi dan Produk Air Minum Yoiki

    Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kembangkan Digitalisasi dan Produk Air Minum Yoiki

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun terus berbenah dengan menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari digitalisasi layanan hingga memperluas pemasaran produk air minum dalam kemasan (AMDK) merek Yoiki. Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Irmansyah Novianto, mengatakan sejumlah program strategis akan dijalankan secara masif untuk memperkuat […]

    Bagikan
  • PSHT Apresiasi Pengamanan di Madiun, Pastikan Aktivitas Organisasi Kembali Normal

    PSHT Apresiasi Pengamanan di Madiun, Pastikan Aktivitas Organisasi Kembali Normal

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun mengapresiasi langkah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Madiun Raya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul perkembangan situasi beberapa hari terakhir. PSHT menilai pengamanan yang dilakukan aparat berjalan baik dan terukur sehingga mampu menjaga kondusivitas serta […]

    Bagikan
  • Pendaftaran Sekda Magetan Diperpanjang, Begini Respon Calon yang Sudah Lolos Adminitrasi

    Pendaftaran Sekda Magetan Diperpanjang, Begini Respon Calon yang Sudah Lolos Adminitrasi

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Masa pendaftaran seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan kembali diperpanjang. Hingga pertengahan Agustus 2025, tercatat baru tiga pejabat eselon II yang resmi mendaftarkan diri dan lolos verifikasi administrasi. Mereka adalah Eko Muryanto (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Joko Trihono (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata), serta Welly Kristanto (Kepala […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting, Target Bebas Stunting 2027

    Pemkot Madiun Perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting, Target Bebas Stunting 2027

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pemantauan rutin dan pendampingan lintas sektor. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dr. Denik Wuryani, menjelaskan bahwa pengukuran tinggi badan anak di posyandu menjadi indikator utama pemantauan setiap bulan. “Stunting itu fokus utamanya tinggi badan […]

    Bagikan
  • Ini Link Download Logo Kemerdekaan RI ke-80, Usung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

    Ini Link Download Logo Kemerdekaan RI ke-80, Usung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) akhirnya diluncurkan. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan logo sekaligus tema HUT ke-80 pada Rabu (23/07/2025). Logo yang diluncurkan merupakan karya anak bangsa yang menampilkan angka 8 dan 0, yang menunjukkan arti tanpa batas atau infinity. Dalam rilis yang disampaikan Sekretariat Negara […]

    Bagikan
  • Kasus TBC Anak Meningkat, Dinkes Magetan Perkuat Pelacakan dan Deteksi Dini

    Kasus TBC Anak Meningkat, Dinkes Magetan Perkuat Pelacakan dan Deteksi Dini

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan anak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, saat ini harus menjalani pengobatan akibat tuberkulosis (TBC). Hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 89 anak terkonfirmasi positif TBC, dengan sebagian besar penderita masih berusia di bawah lima tahun (balita). Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes […]

    Bagikan
expand_less