Berita Terkini
Trending Tags

Meski Bulog Salurkan 18 Ribu Liter Per Pekan, Minyakita di Pasar Sayur Magetan Diharga Rp. 21 Ribu Per Liter

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bulog ingatkan mitra jual MinyaKita sesuai HET pemerintah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penyaluran MinyaKita oleh Perum Bulog di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Magetan belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat konsumen. Meski setiap pekan digelontorkan hingga 18 ribu liter minyak goreng bersubsidi, MinyaKita di Pasar Sayur Magetan masih dijual seharga Rp21.000 per liter atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Pantauan di Pasar Sayur Magetan, Selasa (7/7/2026), menunjukkan harga MinyaKita hanya terpaut sekitar Rp1.000 dari minyak goreng kemasan non-subsidi. Minyak goreng merek Fortune maupun Sunco dijual sekitar Rp22.000 per liter, sehingga banyak konsumen memilih beralih ke produk non-subsidi yang dinilai lebih dikenal kualitasnya.

Pedagang menyebut kondisi tersebut membuat daya tarik MinyaKita semakin menurun. Padahal, saat masih dijual sesuai HET, produk bersubsidi itu menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan lainnya.

Salah seorang pedagang, Helmi, mengatakan pihaknya tidak memperoleh pasokan MinyaKita langsung dari Bulog, melainkan dari tenaga penjualan (sales). Akibatnya, harga beli yang diterima pedagang sudah mencapai sekitar Rp20.500 per liter sehingga ruang keuntungan sangat terbatas.

“Barang yang kami dapat bukan langsung dari Bulog, tetapi dari sales dengan harga sekitar Rp20.500 per liter. Kalau dijual Rp21.000, untungnya sangat sedikit. Karena selisih dengan minyak non-subsidi hanya sekitar seribu rupiah, banyak pembeli akhirnya memilih merek lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Nanik. Menurutnya, MinyaKita kini tidak lagi memiliki keunggulan harga seperti saat pertama kali diluncurkan pemerintah. Selisih harga yang semakin tipis membuat konsumen beralih ke minyak goreng non-subsidi.

“Dulu MinyaKita dijual sesuai HET sehingga menjadi pilihan masyarakat. Sekarang harganya hampir sama dengan merek lain, selisihnya hanya sekitar seribu rupiah, sehingga banyak pembeli memilih minyak non-subsidi,” katanya.

Di sisi lain, Perum Bulog Cabang Ponorogo memastikan distribusi MinyaKita di Magetan terus ditingkatkan. Kepala Cabang Perum Bulog Ponorogo, Budiawan Susanto, mengatakan khusus di Pasar Sayur Magetan, Bulog melakukan penyaluran rutin dua kali setiap pekan dengan volume masing-masing sekitar 9.000 liter atau total 18.000 liter per pekan.

Distribusi tersebut disalurkan melalui 15 pedagang mitra resmi Bulog dengan harapan masyarakat dapat memperoleh MinyaKita sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.

“Kami menjadwalkan penyaluran dua kali dalam seminggu, masing-masing sekitar 9.000 liter. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan MinyaKita dengan harga sesuai HET,” ujar Budiawan.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bulog juga mengingatkan seluruh mitra resmi agar menjual MinyaKita sesuai ketentuan pemerintah. Apabila ditemukan pelanggaran, Bulog akan menjatuhkan sanksi secara bertahap, mulai dari teguran hingga pencabutan status sebagai mitra atau blacklist sehingga tidak lagi diperbolehkan menjual MinyaKita melalui jalur distribusi resmi. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ugin Di Kursi Sekda, Awal Pembenahan Atau Sekedar Transisi?

    Ugin Di Kursi Sekda, Awal Pembenahan Atau Sekedar Transisi?

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Penunjukan Agus Sugiarto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo memunculkan pertanyaan publik. Apakah ini menjadi awal pembenahan birokrasi, atau sekedar langkah transisi di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih? Seperti diketahui, kursi Sekda sempat kosong setelah Agus Pramono tersandung kasus dugaan suap jabatan dan gratifikasi. Kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut […]

    Bagikan
  • Niat Amankan Balon Udara, Pria Di Ponorogo Jadi Korban Ledakan Petasan

    Niat Amankan Balon Udara, Pria Di Ponorogo Jadi Korban Ledakan Petasan

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Niat hati ingin mengamankan balon udara agar tidak membahayakan anak-anak, seorang pria di Ponorogo justru harus dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban ledakan petasan. Insiden itu terjadi pada Sabtu pagi, (07/06/2025), sekitar pukul 08.00 WIB, di area persawahan Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Korban diketahui bernama Yono (45), […]

    Bagikan
  • Soekarno Talk In di Magetan Bangun Tradisi Berpikir Kritis, Gen Z Diajak Berani Mengkritik dengan Solusi

    Soekarno Talk In di Magetan Bangun Tradisi Berpikir Kritis, Gen Z Diajak Berani Mengkritik dengan Solusi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Forum diskusi Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno tak sekadar menjadi ajang bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun budaya berpikir kritis sekaligus mendorong generasi muda berani menyampaikan kritik yang disertai argumentasi dan solusi. […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Terima 3.525 Dosis, DKPP Gencar Vaksinasi Cegah PMK

    Pemkab Madiun Terima 3.525 Dosis, DKPP Gencar Vaksinasi Cegah PMK

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menerima alokasi 3.525 dosis vaksin PMK dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan vaksinasi PMK dimulai di beberapa wilayah di Madiun, salah satunya di Desa Wayut, Kecamatan Jiwan pada Selasa pagi ( 21/1/2025). Sebanyak 200 ekor sapi milik warga telah divaksin. Petugas DKPP dibantu perangkat desa setempat mendatangi […]

    Bagikan
  • Harga Plastik Melonjak, Perajin Besek Bambu di Magetan Kebanjiran Pesanan Jelang Idul Adha

    Harga Plastik Melonjak, Perajin Besek Bambu di Magetan Kebanjiran Pesanan Jelang Idul Adha

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga plastik yang dipicu dampak konflik di Timur Tengah membawa efek tak terduga bagi perajin besek bambu di Kabupaten Magetan. Menjelang Idul Adha, permintaan wadah tradisional dari anyaman bambu tersebut meningkat tajam, bahkan mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan hari normal. Lonjakan pesanan paling terasa di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, […]

    Bagikan
  • Pembersihan Material Longsor Jalur Nasional Ponorogo-Trenggalek Tunggu Pemetaan, Rawan Longsor Susulan

    Pembersihan Material Longsor Jalur Nasional Ponorogo-Trenggalek Tunggu Pemetaan, Rawan Longsor Susulan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Musibah tanah longsor yang membawa material batu berukuran raksasa menutup total jalur nasional penghubung Ponorogo–Trenggalek. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor dipicu intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Tebing batu di sisi jalan tiba-tiba […]

    Bagikan
expand_less