Berita Terkini
Trending Tags

Kriminalitas Turun pada Semester I 2026, Polres Madiun Kota Ungkap 31 Kasus dan Tuntaskan Seluruh Curanmor

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 238
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polres Madiun Kota rilis capaian penanganan kriminalitas. (30/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Madiun Kota selama periode Januari hingga Juni 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang semester pertama 2026, Satreskrim Polres Madiun Kota menangani sebanyak 31 perkara, dengan kasus penipuan dan penggelapan menjadi tindak pidana terbanyak.

Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers pengungkapan kasus kriminal yang digelar di Gedung Soenarjo Mapolres Madiun Kota, Senin (30/6/2026).

Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Madiun selama enam bulan pertama tahun ini relatif kondusif. Hal itu tercermin dari adanya penurunan angka kriminalitas dibandingkan tahun 2025.

“Berdasarkan tahun 2025, bulan Januari sampai bulan Juni dibandingkan dengan tahun 2026, itu jauh sangat turun perbandingannya. Tentunya data ini belum kami bisa buka karena masih membutuhkan proses. Yang bisa saya sampaikan kepada seluruh publik bahwa situasi Kota Madiun aman, tidak ada hambatan,” kata Wiwin.

Ia menambahkan, tren penurunan tersebut juga terlihat dari evaluasi bulanan maupun triwulanan yang dilakukan kepolisian.

“Terlihat dari data yang kami sampaikan tadi adanya penurunan, baik perbandingan tahun ke tahun, bulan ke bulan maupun triwulan,” ujarnya.

Berdasarkan data Satreskrim Polres Madiun Kota, terdapat 31 perkara yang ditangani selama Januari–Juni 2026. Kasus terbanyak adalah penipuan dan penggelapan sebanyak 10 perkara, disusul curanmor sebanyak 5 perkara.

Sementara itu, penipuan online tercatat 3 perkara, sedangkan pencurian biasa, penganiayaan, pornografi, dan fidusia masing-masing 2 perkara.

Adapun kasus pengrusakan, perjudian, pembunuhan yang dilakukan oleh anak, membawa senjata tajam yang dilakukan oleh anak, serta persetubuhan terhadap anak masing-masing tercatat 1 perkara.

Meski secara jumlah bukan yang terbanyak, Kapolres menyebut pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kasus yang paling menonjol sepanjang semester pertama 2026.

Menurutnya, seluruh kasus tersebut berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Madiun Kota dan kendaraan hasil curian telah dikembalikan kepada para pemiliknya.

“Menonjol tahun ini curanmor. Alhamdulillah lima perkara curanmor yang ada di Kota Madiun, lima-limanya sudah kita ungkap dan lima-limanya juga sudah kita kembalikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan pemetaan wilayah hukum Polres Madiun Kota, kasus yang paling banyak menjadi perhatian terjadi di wilayah Taman, Kartoharjo, dan Manguharjo. Di tiga wilayah tersebut, tindak pidana yang paling dominan adalah penipuan online.

“Untuk tingginya di wilayah hukum Polres Madiun Kota yakni wilayah Taman, Kartoharjo, dan Manguharjo. Dari tiga wilayah itu yang paling dominan adalah perkara penipuan online. Data yang bisa saya sampaikan hampir ada 10 perkara dan 10-10 nya sudah kita ungkap,” ungkapnya.

Wiwin menyebut keberhasilan menekan angka kriminalitas tidak lepas dari strategi preventif yang dilakukan jajaran Polres Madiun Kota. Salah satunya melalui kegiatan door to door ke lingkungan masyarakat hingga pos kamling.

Cara tersebut dilakukan untuk mengetahui persoalan yang berkembang di lingkungan warga sekaligus mencegah masyarakat menjadi korban tindak pidana.

Selain itu, Polres Madiun Kota juga terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi dan sosialisasi melalui pertemuan langsung maupun media sosial terkait modus kejahatan, khususnya penipuan daring.

“Kami selalu memberikan imbauan dan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas serta media sosial agar masyarakat bisa berkomunikasi kepada kami untuk mencegah jangan sampai menjadi korban penipuan. Bahkan sebelum masyarakat melakukan transfer, mereka bisa berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas sehingga banyak masyarakat yang akhirnya tidak menjadi korban,” tuturnya.

Dengan kombinasi penegakan hukum dan langkah pencegahan berbasis masyarakat, Polres Madiun Kota berharap tren penurunan angka kriminalitas dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun 2026. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital

    Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan tidak hanya diwarnai tari massal ribuan guru dan pelajar. Momentum tersebut juga menjadi panggung bagi para siswa untuk menyampaikan aspirasi terkait masa depan pendidikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan. Dalam kegiatan yang digelar di Alun-Alun Magetan, Senin sore (25/5/2026), sejumlah perwakilan siswa dari […]

    Bagikan
  • Serangan Ulat Bulu di SDN Patihan, Sejumlah Siswa Alami Gatal-Gatal

    Serangan Ulat Bulu di SDN Patihan, Sejumlah Siswa Alami Gatal-Gatal

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Patihan di Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, Jawa Timur terganggu pada Jumat (05/02/2026). Hal ini dikarenakan sejumlah siswa mengalami gatal-gatal akibat ulat bulu. Ternyata ratusan ulat bulu banyak ditemukan di 9 pohon yang berada di halaman telah sekolah. Seperti yang dialami oleh Arjuna […]

    Bagikan
  • Seleksi Sekda Magetan Diperpanjang, Peserta Baru Mulai Bermunculan

    Seleksi Sekda Magetan Diperpanjang, Peserta Baru Mulai Bermunculan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan resmi memperpanjang masa pendaftaran calon Sekretaris Daerah (Sekda) hingga 24 Agustus 2025. Sejak dibuka pada 4–17 Agustus lalu, hanya tiga pejabat eselon II yang tercatat lolos seleksi administrasi. Mereka adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Magetan, Eko Muryanto; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Joko Trihono; serta Kepala […]

    Bagikan
  • Berdalih Terdesak Ekonomi, Emak-Emak di Ponorogo Nyambi Jual Togel Online

    Berdalih Terdesak Ekonomi, Emak-Emak di Ponorogo Nyambi Jual Togel Online

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Diduga terhimpit kebutuhan ekonomi yang semakin sulit, seorang ibu rumah tangga di Ponorogo, Jawa Timur, nekat menjalankan bisnis judi togel online dengan kedok warung kopi. Tersangka, Endang Setyoningsih (50), warga Desa Serangan, Kecamatan Sukorejo, mengaku telah menjalankan praktik ini selama tiga bulan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin […]

    Bagikan
  • Menyambut Idul Fitri 2025, Wali Kota Madiun Tegaskan Kesiapan Pelayanan Maksimal 

    Menyambut Idul Fitri 2025, Wali Kota Madiun Tegaskan Kesiapan Pelayanan Maksimal 

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hari Raya Idul Fitri 2025 semakin dekat. Pemerintah Kota Madiun terus mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut perayaan tersebut. Persiapan mencakup aspek keamanan, kenyamanan, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi dalam rapat  koordinasi bersama Forkopimda Kota Madiun pada Senin (24/03/2025) di GCIO. “Rapat ini digelar untuk […]

    Bagikan
  • Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

    Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di kawasan Kelurahan Demangan, tepatnya di Jalan Suwolobumi Gang Saptaloka, semangat wirausaha tumbuh dari tangan seorang perempuan. Dialah Ully Haque Ussianti, pemilik usaha bernama Malika yang dikenal sebagai produsen olahan bunga telang dan berbagai jamu tradisional. Usaha ini bermula pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah ketidakpastian, Ully […]

    Bagikan
expand_less