KAI Daop 7 Madiun Buka KAI Schooliday 2026, Hadirkan Edukasi dan Hiburan Selama Libur Sekolah
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun resmi membuka program tahunan KAI Schooliday 2026 di Stasiun Madiun, Rabu (8/7/2026). Mengusung tema “Liburan Bermakna Bersama KAI”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan pengalaman edukatif sekaligus menghibur bagi anak-anak selama masa libur sekolah.
Deputy Vice President KAI Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, membuka secara resmi rangkaian kegiatan yang berlangsung di Stasiun Madiun. Program tersebut merupakan bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang ramah anak, inklusif, dan sarat nilai edukasi.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan lomba mewarnai bagi siswa SD kelas 1 dan 2, serta sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api yang disampaikan oleh Tim Humas dan Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun. Para pemenang lomba memperoleh uang pembinaan, sertifikat, suvenir, serta voucher tiket kereta api gratis.
Suasana semakin semarak dengan penampilan musik live yang menghibur peserta, pengunjung stasiun, maupun pelanggan kereta api yang datang dan berangkat dari Stasiun Madiun.
Dalam pelaksanaannya, KAI Schooliday 2026 menghadirkan dua agenda utama. Pertama, KAI Rail Academy, yaitu program edukasi yang memberikan kesempatan kepada anak-anak merasakan pengalaman menjadi petugas stasiun selama sehari, mulai dari melayani pelanggan hingga melakukan pemeriksaan tiket (boarding). Kedua, KAI Mini Fair yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 dengan menghadirkan bazar UMKM, lomba mewarnai bertema perkeretaapian, serta hiburan musik.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya juga menyiagakan berbagai fasilitas ramah anak untuk mendukung kenyamanan perjalanan keluarga selama musim liburan.
“Untuk memastikan kenyamanan pelanggan, khususnya keluarga yang bepergian bersama anak, KAI Daop 7 Madiun menyediakan berbagai fasilitas ramah anak, seperti Kid’s Zone, ruang laktasi, menu khusus anak di kereta makan, serta dukungan personel Polsuska dan Customer Service yang siap memberikan pelayanan,” ujar Tohari.
Selain itu, KAI mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak selama berada di area stasiun, terutama di peron maupun di dalam kereta, guna menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
“Dengan diselenggarakannya KAI Schooliday 2026, kami berharap pengalaman perjalanan menggunakan kereta api menjadi lebih bermakna, menyenangkan, sekaligus edukatif, khususnya bagi pelanggan cilik,” kata Tohari.
Sementara itu, masa liburan sekolah tahun ini membawa dampak positif yang signifikan terhadap volume angkutan massal di KAI Daop 7 Madiun. Berdasarkan data yang dihimpun, grafik peningkatan volume penumpang tersebut tercatat bergerak naik selama rentang waktu dua pekan. Tercatat, pergerakan penumpang didominasi oleh rombongan keluarga yang memanfaatkan momen libur panjang institusi pendidikan.
“Kurang lebih kita selama dari tanggal 20 hingga tanggal 5 kemarin ya. Kita mengalami kenaikan kurang lebih 5,4 persen,” ujar Tohari.
Kenaikan jumlah penumpang yang menyentuh angka 5,4 persen ini tidak lepas dari berbagai faktor penunjang, salah satunya adalah program stimulus tarif yang digulirkan oleh pemerintah. Adanya potongan harga tiket sebesar 30 persen menjadi daya tarik tersendiri yang berhasil merangsang minat masyarakat untuk bepergian. Diskon transportasi massal ini dinilai sangat efektif dalam membantu meringankan biaya perjalanan keluarga selama musim liburan sekolah.
Adapun pergerakan arus penumpang dari Stasiun Madiun selama periode tersebut sebagian besar mengarah ke kota-kota besar dan destinasi wisata favorit di Pulau Jawa. Pihak KAI membeberkan bahwa wilayah barat dan ujung timur menjadi konsentrasi tujuan utama para pengguna jasa.
“Paling banyak yaitu tujuan Bandung, Jakarta, dan juga ke Banyuwangi Ketapang, Surabaya, Malang,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





