Peradah Jatim Gelar Yowana Sadhana 2026 di Nganjuk, Perkuat Kepemimpinan dan Persaudaraan Pemuda Hindu
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Nganjuk – Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Jawa Timur menggelar Yowana Sadhana atau Religi Camp 2026 di Pura Kerta Bhuana Giri Wilis, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan pembinaan pemuda Hindu tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026, dan diikuti sekitar 200 peserta dari 17 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak menginap di penginapan atau hotel, melainkan tinggal di rumah-rumah warga di sekitar kawasan pura. Pola tersebut dipilih untuk mempererat hubungan antara peserta dengan masyarakat setempat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
Ketua DPD Peradah Jawa Timur, Yudi Jihwindriyo, menjelaskan bahwa Yowana Sadhana merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda Hindu. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk religi camp yang memadukan pembelajaran keagamaan, kepemimpinan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Yowana Sadhana atau religi camp ini merupakan bagian integral dari seluruh tahapan pembinaan pemuda. Selama tiga hari peserta mengikuti Dharma Tula, Sarasehan, kegiatan luar ruang, penanaman pohon, hingga bakti sosial sebagai bentuk penguatan karakter dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Menurut Yudi, seluruh peserta berasal dari pengurus Peradah maupun pemuda Hindu yang mewakili 17 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kehadiran mereka diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring antarpemuda Hindu sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan.
Ia menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah membentuk generasi muda Hindu yang memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan berwirausaha, serta memiliki sraddha dan bhakti yang semakin kuat.

“Peradah hadir sebagai garda terdepan dalam pembinaan kepemudaan, baik melalui pendidikan kepemimpinan maupun kewirausahaan. Seluruh tujuan itu kami integrasikan dalam rangkaian kegiatan selama tiga hari ini,” katanya.
Selain pembinaan internal, Yowana Sadhana juga menghadirkan organisasi kepemudaan lintas agama dalam sesi sarasehan. Sejumlah organisasi seperti GP Ansor, perwakilan pemuda Katolik, Gusdurian, hingga organisasi kepemudaan lintas iman lainnya turut berpartisipasi dalam dialog kebangsaan dan toleransi.
Yudi mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bukti komitmen Peradah dalam membangun hubungan harmonis antarumat beragama sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
“Peradah aktif membangun kemitraan dengan berbagai organisasi kepemudaan dan lintas iman. Ke depan kami juga akan kembali menggelar sarasehan lintas agama secara bergiliran bersama organisasi-organisasi lain sebagai upaya memperkuat persaudaraan dan toleransi,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Yowana Sadhana 2026, Peradah Jawa Timur berharap lahir generasi muda Hindu yang tidak hanya memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, tetapi juga mampu menjaga persatuan, melestarikan adat dan budaya, serta menjadi pelopor kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





