Berita Terkini
Trending Tags

Sekolah Rakyat Madiun Kekurangan Siswa, Kuota SD Baru Terisi 32 dari 90 Siswa

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 270
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemeriksaan kesehatan calon siswa Sekolah Rakyat Madiun. (13/7/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Dinas Sosial Kabupaten Madiun kini tengah berpacu dengan waktu menjelang operasional penuh Sekolah Rakyat besutan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Di tengah persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan pada akhir bulan ini, pemenuhan kuota bagi calon siswa rupanya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Untuk memastikan kesiapan fisik anak-anak didik, sebanyak 200 calon siswa mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat Madiun, Senin (13/7/2026). Langkah preventif ini mencakup skrining kesehatan umum, pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi dan mulut, hingga pengukuran tinggi serta berat badan.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menegaskan bahwa pemeriksaan medis ini sangat krusial. Hal ini mengingat para siswa nantinya bakal dihadapkan pada rentetan aktivitas pendidikan reguler yang cukup padat.

“Kita perlu tahu kondisi kesehatan mereka sejak awal. Jika dalam pemeriksaan ditemukan anak yang membutuhkan perawatan intensif, mereka akan dirujuk ke rumah sakit terlebih dahulu agar saat MPLS dan pendidikan reguler dimulai, fisik mereka sudah benar-benar siap,” ujar Rachmat saat ditemui di lokasi, Senin (13/7/2026).

Image Not Found
Kuota SD Sekolah Rakyat baru terisi 32 dari 90 siswa. Foto : Tova-Sinergia

Kemensos sengaja memberikan jeda waktu sekitar dua minggu, terhitung dari tanggal 14 hingga 31 Juli, sebagai masa perawatan khusus bagi calon siswa yang terdeteksi memiliki riwayat penyakit berisiko tinggi. Selama masa pemulihan, penanganan medis akan dialihkan ke Puskesmas setempat atau RSUD Kabupaten Madiun.

Terkait fasilitas penunjang di area sekolah, Rachmat memastikan ruang klinik dan ketersediaan obat-obatan sudah siap. Untuk tahap awal operasional, tenaga medis akan mengandalkan kerja sama dengan Puskesmas terdekat sebelum nantinya menempatkan dokter dan perawat tetap.

“Selain kepala sekolah dan guru formal, para siswa juga akan didampingi oleh wali asuh serta wali asrama yang jumlahnya disesuaikan dengan rasio siswa,” tambahnya.

Di balik matangnya persiapan medis, potret penyerapan calon siswa justru memperlihatkan kondisi yang belum optimal. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa dari total target 270 kursi yang dialokasikan Kemensos (masing-masing 90 kursi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA), jumlah pendaftar lokal baru menyentuh angka kisaran 190 anak.

Berdasarkan data Dinsos, keterisian bangku sekolah masih timpang di beberapa jenjang. Calon siswa SD baru tercatat 32 anak dari target 90, sementara jenjang SMA terisi 85 dari target 90 anak. Praktis, hanya jenjang SMP yang berhasil memenuhi target penuh dengan 90 siswa.

“Saat ini proses pemenuhan masih terus berjalan. Prinsipnya, kuota yang disediakan Kemensos ini harus kita manfaatkan seoptimal mungkin karena ini merupakan hak bagi masyarakat yang tidak mampu,” kata Supriyadi.

Guna mengisi ruang operasional tahun pertama, Sekolah Rakyat Madiun juga akan menampung sementara 90 siswa titipan dari Kabupaten Ponorogo yang terbagi rata 30 anak di tiap jenjang. Langkah integrasi ini diambil lantaran gedung Sekolah Rakyat di wilayah Ponorogo masih dalam proses pembangunan. Jika proyek tersebut rampung, puluhan siswa tersebut segera dikembalikan ke daerah asal.

Menanggapi kepastian tanggal MPLS yang ditetapkan pada 31 Juli 2026berbeda dengan beberapa wilayah lain yang sudah memulai per 14 Juli Supriyadi menepis anggapan adanya penundaan sepihak. Menurutnya, keputusan ini murni merupakan hasil koordinasi taktis dengan Kemensos demi menyesuaikan progres pembangunan fisik sekolah.

“Bukan mundur, melainkan kami memilih opsi alternatif terbaik. Mengingat fasilitas di Sekolah Rakyat Madiun belum sepenuhnya sempurna, hasil diskusi menyepakati tanggal 31 Juli sebagai waktu yang paling ideal untuk memulai MPLS,” pungkas Supriyadi. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakek 62 Tahun di Magetan Meninggal Usai Terjatuh dari Pohon Jati

    Kakek 62 Tahun di Magetan Meninggal Usai Terjatuh dari Pohon Jati

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Dusun Jaten, Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, digemparkan oleh peristiwa meninggalnya seorang petani saat bekerja di area persawahan, Jumat (07/11/2025). Korban Harjo Sini (62) ditemukan sudah tak bernyawa oleh istrinya sendiri setelah sempat dicari karena tak kunjung pulang dari ladang. Salah satu warga setempat, Suroto (50) mengaku mendengar suara […]

    Bagikan
  • Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Ketua Paguyuban, Sudardi, menekankan bahwa kasus tersebut tidak mencerminkan perilaku mayoritas pedagang. Sudardi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 500 pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Sarangan. Ia menilai permasalahan harga seperti yang ramai dibicarakan […]

    Bagikan
  • Balita Jatuh dari Lantai 3 RS Hermina Madiun, Polisi Selidiki Penyebab

    Balita Jatuh dari Lantai 3 RS Hermina Madiun, Polisi Selidiki Penyebab

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang balita berinisial I (4) dilaporkan jatuh dari lantai tiga Rumah Sakit Hermina Kota Madiun pada Rabu (29/4/2026). Peristiwa tersebut kini dalam penanganan kepolisian. Hingga kini, penyebab pasti korban terjatuh dari ketinggian tersebut masih belum diketahui. Satuan Reserse Kriminal Polres Madiun Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada […]

    Bagikan
  • Sampaikan Hasil Rekomendasi LKPJ Bupati Madiun TA 2024, DPRD Dorong Pemkab Peningkatan Kualitas Kinerja  

    Sampaikan Hasil Rekomendasi LKPJ Bupati Madiun TA 2024, DPRD Dorong Pemkab Peningkatan Kualitas Kinerja  

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun Tahun Anggaran (TA) 2024, pada Senin (21/4/2025). Rapat yang digelar di Ruang Paripurna DPRD tersebut membahas kinerja Pemerintah Kabupaten Madiun sepanjang tahun 2024. Agenda diawali dengan pembacaan hasil kerja […]

    Bagikan
  • Warung Reyog Tua, Menjaga Rasa dan Budaya di dekat Sawah Ponorogo

    Warung Reyog Tua, Menjaga Rasa dan Budaya di dekat Sawah Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya warung dan kafe berkonsep modern ala Barat, sebuah warung sederhana di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, justru tampil dengan wajah berbeda. Warung Reyog Tua memilih bertahan dengan nuansa tradisional Jawa yang kental, baik dari bangunan, koleksi budaya, hingga menu yang disajikan. Warung yang berdiri tak jauh dari […]

    Bagikan
  • Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria berinisial P (55), warga Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, ditangkap aparat Kepolisian Sektor Maospati karena diduga melakukan penipuan terhadap seorang janda dengan modus menyamar sebagai anggota TNI. Kanit Reskrim Polsek Maospati, Iptu Sardi, menyatakan bahwa pelaku diamankan pada Senin (16/06/2025) di rumahnya di wilayah Kabupaten Madiun. Penangkapan ini merupakan […]

    Bagikan
expand_less