Kemenhaj Kota Madiun Bekali 385 Calon Jemaah Haji Estimasi 2027, Persiapan Paspor hingga Fisik Diperkuat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun mulai mempersiapkan calon jemaah haji yang masuk dalam estimasi keberangkatan 1448 H/2027 M. Sebanyak sekitar 385 calon jemaah mengikuti sosialisasi di Asrama Haji Kota Madiun, Selasa (14/7/2026).
Kepala Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, mengatakan sosialisasi tersebut difokuskan pada persiapan sejak dini, terutama menyangkut administrasi, pengurusan paspor, dan kesiapan fisik calon jemaah.
“Alhamdulillah, untuk jemaah estimasi tahun 2027 Kota Madiun hari ini kami kumpulkan untuk diberikan bimbingan, terutama bimbingan administrasi. Bagaimana tata cara mengurus paspor dan persiapan terkait fisik kami siapkan sedini mungkin,” kata Datik.
Menurutnya, persiapan awal perlu dilakukan karena tahapan pelunasan biaya haji diperkirakan akan berlangsung dalam waktu mendatang. Dengan persiapan lebih dini, calon jemaah diharapkan telah memenuhi berbagai persyaratan ketika tahapan tersebut dibuka.
Namun, Datik menegaskan bahwa 385 orang yang diundang masih berstatus jemaah estimasi. Artinya, belum seluruhnya dipastikan berangkat pada 2027 karena sebagian berpotensi masuk dalam keberangkatan 2028 setelah proses verifikasi dan penetapan kuota.
“Ini hanya estimasi, belum tentu semuanya berangkat. Bisa jadi ada yang berangkat pada 2028. Karena itu, kami melakukan penyiapan secara dini terlebih dahulu,” ujarnya.
Untuk keberangkatan haji 2027, calon jemaah asal Kota Madiun berpeluang diberangkatkan melalui Embarkasi Dhoho di Kediri. Namun, Kemenhaj Kota Madiun masih menunggu informasi lebih lanjut terkait mekanisme dan prosedur keberangkatan.
Datik menilai keberangkatan melalui Kediri akan memberikan keuntungan bagi jemaah Kota Madiun karena jaraknya lebih dekat. Kondisi tersebut diharapkan dapat mengurangi kelelahan jemaah sekaligus menekan beban biaya perjalanan menuju embarkasi.
“Mudah-mudahan Dhoho pada 2027 siap, kami juga akan persiapankan,” katanya.
Selain administrasi, kesiapan fisik menjadi perhatian utama dalam persiapan haji 2027. Calon jemaah diminta mulai membiasakan diri berolahraga, salah satunya dengan berjalan kaki sedikitnya 30 menit.
Menurut Datik, pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima karena jemaah akan menjalani rangkaian ibadah dengan aktivitas fisik tinggi dan menghadapi cuaca panas.
“Mulai sekarang jemaah minimal harus berjalan kaki paling tidak sekitar setengah jam,” ujarnya.
Hingga saat ini, Kemenhaj Kota Madiun belum menerima informasi resmi mengenai jadwal pelunasan maupun besaran biaya haji 2027.
Datik mengatakan percepatan tahapan pelunasan diperlukan untuk mengetahui jemaah yang dapat melunasi biaya perjalanan. Apabila terdapat jemaah yang tidak dapat melakukan pelunasan, kursi yang kosong dapat diisi oleh jemaah dengan status cadangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Calon jemaah yang mengikuti sosialisasi merupakan pendaftar dalam rentang sekitar November 2012 hingga Mei atau Juni 2013. Namun, berdasarkan data sementara, batas pendaftaran untuk estimasi keberangkatan 2027 masih berada di sekitar Januari 2013.
Kondisi tersebut membuat sebagian jemaah yang diundang dalam sosialisasi masih berpotensi masuk dalam keberangkatan 2028. Kemenhaj Kota Madiun meminta calon jemaah memahami bahwa data estimasi masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan penetapan kuota.
“Jangan berkecil hati. Mudah-mudahan karena ini masih verifikasi data, nanti nomor porsinya bisa naik lagi,” kata Datik.
Kemenhaj Kota Madiun berharap persiapan administrasi, kesehatan, dan fisik sejak dini dapat membuat calon jemaah lebih siap menghadapi seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




