Imbas Gangguan Bekasi Timur, Jadwal KA Daop 7 Madiun Terganggu, 4 Perjalanan Dibatalkan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membatalkan sejumlah perjalanan kereta api pada Rabu (29/4/2026) sebagai dampak dari insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026).
Kebijakan ini diambil untuk mempercepat normalisasi operasional perjalanan kereta api yang sebelumnya mengalami keterlambatan akibat proses evakuasi rangkaian KRL di wilayah Bekasi Timur.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa pembatalan perjalanan merupakan langkah yang tidak terhindarkan demi menjaga keselamatan serta mempercepat pemulihan layanan secara menyeluruh.
“Pembatalan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus mempercepat pemulihan operasional kereta api yang terdampak,” ujar Tohari.
Adapun dua kereta api keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun yang dibatalkan adalah KA 151 Berantas relasi Blitar–Pasar Senen dan KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen.
Selain itu, dua kereta api yang melintas wilayah Daop 7 Madiun juga dibatalkan, yakni KA 251 Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen dan KA 245B Majapahit relasi Malang–Pasar Senen.
Pembatalan juga berlaku untuk perjalanan sebaliknya dari arah Jakarta, yaitu KA 152 Berantas (Pasar Senen–Blitar), KA 162 Bangunkarta (Pasar Senen–Jombang), KA 252B Jayakarta (Pasar Senen–Surabaya Gubeng), serta KA 246B Majapahit (Pasar Senen–Malang).
“Kami memastikan pelanggan yang terdampak pembatalan berhak mendapatkan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai harga tiket, di luar biaya pemesanan. Proses pengembalian dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan yang dibatalkan,” jelasnya.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan kembali rencana perjalanan mereka.
“Kami berkomitmen untuk tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dalam setiap perjalanan kereta api,” pungkas Tohari. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





