Berita Terkini
Trending Tags

Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 76
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Magetan belajar membuat pupuk organik cair. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan yang digelar di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran tersebut diikuti kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pelaku pertanian setempat. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL), Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi), hingga perbanyakan jamur Trichoderma sebagai agen hayati.

Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Nur Hadi, menjelaskan bahwa diseminasi difokuskan pada pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar petani.

“Hari ini kegiatannya diseminasi informasi pertanian, baik informasi teknis, ekonomi, maupun sosial pertanian. Fokusnya pada praktik pembuatan pupuk organik cair atau POC serta mikroorganisme lokal (MOL),” ujar Nur Hadi.

Menurutnya, pembuatan MOL memanfaatkan air cucian beras (air leri) yang diperkaya dengan bonggol pisang, buah mojo, serta limbah kulit atau buah nanas. Mikroorganisme lokal tersebut berfungsi membantu memperbaiki kondisi tanah yang mengalami penurunan kesuburan melalui penambahan bakteri yang bermanfaat.

Selain itu, peserta juga diajarkan membuat Jakaba yang berbahan dasar air leri dengan media dedak halus untuk memancing pertumbuhan jamur. Sementara itu, Trichoderma diperbanyak menggunakan media jagung giling kukus yang diberi isolat dari Laboratorium Peramalan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan Dan Hortikultura (Lab. PHPTPH) Provinsi Jawa Timur di Madiun.

“Trichoderma berfungsi sebagai agensia hayati untuk mencegah penyakit, terutama penyakit layu pada tanaman sayuran. Selain itu juga dapat meningkatkan imunitas tanaman padi dan memperbaiki sifat biologis tanah,” jelasnya.

Nur Hadi menerangkan bahwa setiap produk organik tersebut memiliki cara aplikasi yang berbeda. MOL dan Jakaba dapat disemprotkan langsung ke lahan maupun tanaman secara berkala, sedangkan Trichoderma digunakan untuk memfermentasi pupuk kompos maupun diaplikasikan langsung ke tanah.

“Khusus untuk mikroorganisme lokal, pengaplikasiannya bisa disemprotkan ke tanah ataupun tanaman sekitar sepuluh hari sekali. Sedangkan Trichoderma bisa digunakan pada pupuk kompos maupun langsung diaplikasikan ke lahan, terutama tanaman hortikultura dan padi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Dinas TPHPKP dalam mengembangkan pertanian organik dan ramah lingkungan di Kabupaten Magetan. Tahun 2026 difokuskan pada tahap sosialisasi kepada petani, sedangkan tahun 2027 akan dilanjutkan dengan pendampingan secara intensif.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengawali atau menginisiasi kelompok tani agar mulai menerapkan pertanian organik, minimal pertanian ramah lingkungan. Harapannya tercipta ketahanan pangan, kedaulatan pangan, sekaligus keberlanjutan sektor pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu sasaran utama program tersebut adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida berbahan kimia.

“Artinya petani bisa lebih mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitarnya sehingga ketergantungan terhadap bahan kimia semakin berkurang,” tambah Nur Hadi.

Sementara itu, Kepala Desa Madigondo, Sulistyono, menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis diseminasi pertanian tersebut. Menurut Sulistyono, kegiatan yang dilakukan sangat relevan karena mayoritas masyarakat Desa Madigondo menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian, khususnya padi. Kehadiran pelatihan di tingkat desa dinilai mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada petani.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesadaran petani Madigondo dalam menggunakan pupuk organik terus meningkat. Jika beberapa tahun lalu hampir seluruh petani mengandalkan pupuk kimia, kini mulai terjadi perubahan pola budidaya.

“Sekarang respons petani terhadap pupuk organik sudah hampir lima puluh persen. Kalau dulu hampir sembilan puluh hingga seratus persen menggunakan pupuk kimia, sekarang justru pupuk kimia hanya sebagai pelengkap ketika tanaman membutuhkan penanganan tertentu,” jelasnya.

Menurut Sulistyono, penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan tanaman dan memperbaiki kondisi lahan pertanian.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap semakin banyak petani yang mampu memproduksi pupuk organik dan agen hayati secara mandiri. Selain menekan biaya produksi, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterjang Longsor, Tembok Rumah Warga di Poncol Magetan Jebol

    Diterjang Longsor, Tembok Rumah Warga di Poncol Magetan Jebol

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor Kembali terjadi di wilayah Poncol Kabupaten Magetan. Puluhan warga dibantu anggota BPBD serta Tagana dan TNI-Polri, Kamis (27/2/2025) pagi berjibaku mengevakuasi material longsor yang menimbun sebagian rumah milik Kasiran (69) warga Dukuh Templek Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Menurut informasi, hujan lebat yang terjadi di lereng […]

    Bagikan
  • Harga Cabai hingga Bawang Melonjak di Madiun Saat Momen Tahun Baru Islam

    Harga Cabai hingga Bawang Melonjak di Madiun Saat Momen Tahun Baru Islam

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Madiun mengalami lonjakan saat peringatan Tahun Baru Islam tahun ini. Di Pasar Caruban Baru, Kecamatan Mejayan, setidaknya tiga komoditas utama mengalami kenaikan harga secara bersamaan. “Cabai, bawang merah, dan sayuran dari Magetan semuanya naik,” ungkap Suyati, salah satu pedagang di pasar tersebut […]

    Bagikan
  • Skandal Narkoba Guncang Kepolisian Madiun, Empat Oknum Polisi Terlibat

    Skandal Narkoba Guncang Kepolisian Madiun, Empat Oknum Polisi Terlibat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Skandal perkara narkotika mengguncang kepolisian di Madiun. Hal itu setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun menangkap seorang pria di wilayah Kabupaten Madiun. Hal mengejutkan terkuak dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim penyidik. Seorang oknum anggota Polres Madiun Kota berinisial HD diamankan dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 8,4 gram […]

    Bagikan
  • 453 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Diberangkatkan, Terbagi 2 Kloter 

    453 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Diberangkatkan, Terbagi 2 Kloter 

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 453 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (27/4/2026). Rombongan yang tergabung dalam kloter 24 dan 25 ini dijadwalkan terbang ke Jeddah melalui Bandara Juanda pada 28 April 2026. Pemberangkatan dilakukan dari Pendopo Ronggo Djumeno dan dilepas langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto […]

    Bagikan
  • Jembatan Perintis Garuda Pertama di Korem 081/DSJ Rampung, Buka Akses Warga Desa Bendosewu Blitar

    Jembatan Perintis Garuda Pertama di Korem 081/DSJ Rampung, Buka Akses Warga Desa Bendosewu Blitar

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Setelah melalui proses pengerjaan penuh tantangan selama 13 hari, Jembatan Perintis Garuda di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, akhirnya rampung. Jembatan ini menjadi yang pertama selesai di wilayah Korem 081/DSJ. Di bawah terik matahari dan medan yang tidak mudah, prajurit TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu mengerahkan tenaga dan pikiran. Kerja […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan di Dalam Koper Gemparkan Warga Kendal Ngawi

    Mayat Perempuan di Dalam Koper Gemparkan Warga Kendal Ngawi

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Masyarakat Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi dibuat curiga temuan paket yang terbungkus rapi, di sebuah selokan dekat pembuangan sampah pada Kamis (23/1/2025) sekira pukul 09.00 WIB. Pihak kepolisian yang mendatangi lokasi pun memasang garis polisi guna olah TKP. Kepala Desa Dadapan, Andik Bangga Satria Rama menjelaskan temuan itu diketahui […]

    Bagikan
expand_less