Berita Terkini
Trending Tags

Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Magetan belajar membuat pupuk organik cair. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan yang digelar di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran tersebut diikuti kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pelaku pertanian setempat. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL), Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi), hingga perbanyakan jamur Trichoderma sebagai agen hayati.

Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Nur Hadi, menjelaskan bahwa diseminasi difokuskan pada pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar petani.

“Hari ini kegiatannya diseminasi informasi pertanian, baik informasi teknis, ekonomi, maupun sosial pertanian. Fokusnya pada praktik pembuatan pupuk organik cair atau POC serta mikroorganisme lokal (MOL),” ujar Nur Hadi.

Menurutnya, pembuatan MOL memanfaatkan air cucian beras (air leri) yang diperkaya dengan bonggol pisang, buah mojo, serta limbah kulit atau buah nanas. Mikroorganisme lokal tersebut berfungsi membantu memperbaiki kondisi tanah yang mengalami penurunan kesuburan melalui penambahan bakteri yang bermanfaat.

Selain itu, peserta juga diajarkan membuat Jakaba yang berbahan dasar air leri dengan media dedak halus untuk memancing pertumbuhan jamur. Sementara itu, Trichoderma diperbanyak menggunakan media jagung giling kukus yang diberi isolat dari Laboratorium Peramalan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan Dan Hortikultura (Lab. PHPTPH) Provinsi Jawa Timur di Madiun.

“Trichoderma berfungsi sebagai agensia hayati untuk mencegah penyakit, terutama penyakit layu pada tanaman sayuran. Selain itu juga dapat meningkatkan imunitas tanaman padi dan memperbaiki sifat biologis tanah,” jelasnya.

Nur Hadi menerangkan bahwa setiap produk organik tersebut memiliki cara aplikasi yang berbeda. MOL dan Jakaba dapat disemprotkan langsung ke lahan maupun tanaman secara berkala, sedangkan Trichoderma digunakan untuk memfermentasi pupuk kompos maupun diaplikasikan langsung ke tanah.

“Khusus untuk mikroorganisme lokal, pengaplikasiannya bisa disemprotkan ke tanah ataupun tanaman sekitar sepuluh hari sekali. Sedangkan Trichoderma bisa digunakan pada pupuk kompos maupun langsung diaplikasikan ke lahan, terutama tanaman hortikultura dan padi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Dinas TPHPKP dalam mengembangkan pertanian organik dan ramah lingkungan di Kabupaten Magetan. Tahun 2026 difokuskan pada tahap sosialisasi kepada petani, sedangkan tahun 2027 akan dilanjutkan dengan pendampingan secara intensif.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengawali atau menginisiasi kelompok tani agar mulai menerapkan pertanian organik, minimal pertanian ramah lingkungan. Harapannya tercipta ketahanan pangan, kedaulatan pangan, sekaligus keberlanjutan sektor pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu sasaran utama program tersebut adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida berbahan kimia.

“Artinya petani bisa lebih mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitarnya sehingga ketergantungan terhadap bahan kimia semakin berkurang,” tambah Nur Hadi.

Sementara itu, Kepala Desa Madigondo, Sulistyono, menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis diseminasi pertanian tersebut. Menurut Sulistyono, kegiatan yang dilakukan sangat relevan karena mayoritas masyarakat Desa Madigondo menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian, khususnya padi. Kehadiran pelatihan di tingkat desa dinilai mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada petani.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesadaran petani Madigondo dalam menggunakan pupuk organik terus meningkat. Jika beberapa tahun lalu hampir seluruh petani mengandalkan pupuk kimia, kini mulai terjadi perubahan pola budidaya.

“Sekarang respons petani terhadap pupuk organik sudah hampir lima puluh persen. Kalau dulu hampir sembilan puluh hingga seratus persen menggunakan pupuk kimia, sekarang justru pupuk kimia hanya sebagai pelengkap ketika tanaman membutuhkan penanganan tertentu,” jelasnya.

Menurut Sulistyono, penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan tanaman dan memperbaiki kondisi lahan pertanian.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap semakin banyak petani yang mampu memproduksi pupuk organik dan agen hayati secara mandiri. Selain menekan biaya produksi, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Belanja Rp. 2 Miliar untuk 4 Unit Mobil Dinas

    Pemkab Magetan Belanja Rp. 2 Miliar untuk 4 Unit Mobil Dinas

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan justru mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk pembelian mobil dinas baru bagi jajaran pejabatnya. Total empat unit mobil dibeli diantaranya tiga Toyota Innova Zenix Hybrid 2000 CC dan satu Mitsubishi Pajero. Satu unit ditujukan untuk Wakil Bupati, sementara tiga lainnya untuk Kapolres, Dandim, dan Kejaksaan Negeri. Pengadilan Negeri […]

    Bagikan
  • Harga Ayam Potong di Pasar Legi Ponorogo Naik Hingga Rp. 37 Ribu

    Harga Ayam Potong di Pasar Legi Ponorogo Naik Hingga Rp. 37 Ribu

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harga ayam potong di Pasar Legi Ponorogo kembali merangkak naik. Pada Jumat (12/09/2025), harga tercatat mencapai Rp. 37 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga hanya berkisar Rp.30 ribu per kilogram. Srikatin, salah seorang pembeli sekaligus penjual nasi goreng, mengaku tetap membeli meski harga naik signifikan. Ia memilih pasrah karena kebutuhan dagangan […]

    Bagikan
  • Tanah Longsor dan Pondasi Jembatan Ambrol, Jalur Ponorogo–Pacitan Tersendat

    Tanah Longsor dan Pondasi Jembatan Ambrol, Jalur Ponorogo–Pacitan Tersendat

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo pada Selasa (19/5/2026) malam menyebabkan longsor di jalur penghubung Ponorogo–Pacitan. Selain longsor, talud dan pondasi Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, juga mengalami kerusakan serius akibat tergerus aliran sungai. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur provinsi Ponorogo–Pacitan tepatnya di Desa Wates, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sugeng Riyanto (49), seorang pemulung asal Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, mengakhiri hidupnya dengan cara yang begitu menyentuh. Kamis (11/09/2025) pagi, ia ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertunduk, masih memeluk karung rosok yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. Suparman (65), tetangga yang pertama kali mendengar suara keras sekitar pukul 09.30 WIB, masih […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan Beri Kejutan untuk Prajurit TNI di HUT ke-80, Wujud Soliditas TNI–Polri

    Kapolres Magetan Beri Kejutan untuk Prajurit TNI di HUT ke-80, Wujud Soliditas TNI–Polri

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Momen kebersamaan antara TNI dan Polri kembali terlihat di Kabupaten Magetan. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa bersama jajaran pejabat utama Polres memberikan kejutan istimewa bagi para prajurit SECATA Rindam V/Brawijaya, Minggu (05/10/2025). Rombongan Polres Magetan mendatangi lokasi latihan ketangkasan […]

    Bagikan
  • Kurang Hati-Hati Saat Menyalip, Dua Remaja Tabrak Sedan di Kawedanan Magetan

    Kurang Hati-Hati Saat Menyalip, Dua Remaja Tabrak Sedan di Kawedanan Magetan

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan Kawedanan–Maospati, tepatnya di utara Jembatan Gandong, Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Rabu malam (16/7/2025). Dua remaja pengendara motor mengalami patah tulang setelah motor yang mereka kendarai menabrak mobil sedan dari arah berlawanan. Informasi yang dihimpun, M. Ainur Rofiq dan berboncengan dengan Putra Pratama, keduanya warga […]

    Bagikan
expand_less