SDN 02 Taman Kota Madiun Terima 5 Siswa ABK pada Tahun Ajaran 2026/2027, Perkuat Komitmen Sekolah Inklusi
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 63
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – SDN 02 Taman Kota Madiun kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusi. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima enam siswa baru, dengan lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu (15/7/2026). Tidak hanya diikuti peserta didik baru, kegiatan tersebut juga melibatkan siswa kelas 2 hingga kelas 6. Para guru bersama orang tua yang masih mendampingi putra-putrinya turut berperan aktif menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan ramah bagi seluruh siswa.
Wali Kelas 1 SDN 02 Taman, Ririn Setyowati, mengatakan seluruh rangkaian MPLS berjalan lancar. Menurutnya, sekolah mengedepankan suasana yang aman dan bebas dari perundungan sehingga seluruh peserta didik dapat beradaptasi dengan baik.
“Tahun ajaran 2026/2027 ini kami menerima enam siswa baru. Satu siswa reguler dan lima lainnya merupakan anak berkebutuhan khusus dengan karakteristik yang berbeda-beda. Alhamdulillah pelaksanaan MPLS berjalan lancar, anak-anak mengikuti kegiatan dengan tertib tanpa adanya perundungan,” ujarnya.
Ririn menjelaskan, sebagian besar siswa kelas 1 yang merupakan ABK masih mendapatkan pendampingan dari orang tua maupun guru pendamping. Para pendamping disediakan secara mandiri oleh keluarga siswa, sementara sekolah belum memiliki guru pendamping khusus.
Meski demikian, para guru tetap berupaya meningkatkan kompetensi dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus. Seluruh tenaga pendidik berasal dari latar belakang pendidikan guru sekolah dasar, namun rutin mengikuti pelatihan, seminar, dan pendidikan terkait layanan pendidikan inklusi.
“Guru-guru di sini memang tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus untuk anak luar biasa. Namun kami mendapat kesempatan mengikuti berbagai diklat dan seminar agar mampu memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak,” jelasnya.
Dalam proses belajar mengajar, SDN 02 Taman menerapkan kurikulum yang sama bagi seluruh siswa. Perbedaannya terletak pada tingkat kesulitan materi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta didik.
“Kurikulumnya tetap sama, hanya bobot materinya yang kami sesuaikan dengan kompetensi setiap anak. Tujuan pembelajarannya tetap sama, tetapi pendekatan dan tingkat kesulitannya berbeda,” tambah Ririn.
Sebagai sekolah inklusi, SDN 02 Taman juga mempertimbangkan komposisi siswa reguler dan ABK dalam setiap penerimaan peserta didik baru. Hal tersebut dilakukan agar proses pembelajaran dan pendampingan dapat berjalan lebih optimal.
Melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif dan lingkungan sekolah yang inklusif, SDN 02 Taman terus berupaya memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sekolah berharap setiap peserta didik dapat berkembang sesuai potensi masing-masing dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan terhadap keberagaman. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




