Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan, Darus Salam Kerap Tak Tercatat Sebagai Penerima Bansos

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 329
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Darus Salam (52) warga Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menjalani hidup dengan segala keterbatasan.

Sinergia | Madiun – Di sebuah rumah sederhana berlantai tanah di Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Darus Salam (52) menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, namanya hingga kini tak pernah tercantum sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

Setiap hari, Darus bekerja serabutan demi menghidupi keluarganya. Apa pun pekerjaan yang datang akan ia kerjakan, mulai dari membajak sawah, mencangkul hingga menjadi buruh panen jagung.

Penghasilannya tak menentu, sementara ia harus membesarkan dua anaknya seorang diri. Anak sulungnya, Siti Eka Nur Khotijah (17), kini menempuh pendidikan di pondok pesantren. Sedangkan putra bungsunya, Ali Farzan Nur Faeyza (8), tinggal bersama Darus di rumah sederhana yang dibangun seadanya.

Kondisi hidup Darus semakin berat setelah istrinya meninggal dunia saat pandemi COVID-19. Sejak putranya masih berusia sekitar 19 bulan, ia harus menjalankan peran sebagai ayah sekaligus ibu bagi anaknya.

“Mulai umur 19 bulan itu ibunya meninggal karena Corona. Sekarang saya yang ngasuh sendiri,” ujar Darus.

Meski pernah didata oleh perangkat desa, hingga kini bantuan sosial yang diterimanya bukan atas nama dirinya. Bantuan tersebut berasal dari keluarga maupun warga lain yang kemudian dialihkan kepadanya.

“Saya pernah didata sama pamong desa. Katanya bisa diusahakan dapat bantuan, tapi atas nama adik saya. Ya sudah, saya enggak tanya kenapa begitu,” katanya.

Image Not Found
Darus Salam tinggal bersama anak bungsu dengan kondisi rumah sederhana yang dibangun seadanya.

Selama ini, bantuan yang diterimanya pun hanya berupa bantuan langsung tunai (BLT), beras, maupun bantuan pangan lainnya yang seluruhnya bukan tercatat atas nama dirinya.

“Kalau BLT itu juga lemparan. Bukan atas nama saya sendiri. Beras juga jarang. Pernah dapat ayam juga beberapa kali, tapi semuanya bukan nama saya,” ungkapnya.

Bagi Darus, menerima bantuan yang bukan atas namanya bukanlah persoalan yang ia permasalahkan. Ia mengaku tetap bersyukur karena masih ada perangkat desa yang berupaya membantunya.

“Saya ya senang saja. Dikasih sama pamong desa. Saya berterima kasih karena masih diusahakan,” tuturnya.

Meski demikian, jauh di dalam hati, Darus mengaku memiliki harapan agar suatu saat dirinya benar-benar terdaftar sebagai penerima bantuan sosial sesuai kondisi ekonominya. Namun, ia memilih memendam keinginan tersebut.

“Kalau angan-angan pasti ada, ingin nama saya sendiri yang menerima. Tapi saya enggak berani bicara. Ya saya menerima apa adanya begini,” katanya sambil tersenyum tipis.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Darus kerap harus meminjam uang kepada orang yang akan memberinya pekerjaan. Cara itu menjadi satu-satunya jalan agar dapur tetap mengepul saat pekerjaan sedang sepi.

“Kadang ya kurang, kadang cukup, tapi lebih banyak kurangnya. Yang penting anak bisa makan. Kalau enggak ada ya pinjam dulu ke orang yang mau kasih kerja,” ujarnya.

Kisah Darus menjadi potret bahwa masih ada warga dengan kondisi ekonomi rentan yang belum sepenuhnya tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Di tengah perjuangannya membesarkan dua anak seorang diri, ia hanya berharap bisa terus bekerja dan suatu saat memperoleh hak bantuan atas namanya sendiri.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gentas TBC Diperkuat, Pemkot Madiun Integrasikan Skrining dengan Cek Kesehatan Gratis

    Gentas TBC Diperkuat, Pemkot Madiun Integrasikan Skrining dengan Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gerakan Pengentasan Tuberkulosis (Gentas TBC) di Kota Madiun terus diperkuat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan skrining TBC rutin ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Kelurahan Taman Kecamatan Taman, Senin (12/10/2026). Integrasi ini dinilai penting untuk meningkatkan deteksi dini dan menekan angka penyebaran TBC, terutama […]

    Bagikan
  • Ini Sosok Indah Bekti Pertiwi yang Diduga Dekat Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo

    Ini Sosok Indah Bekti Pertiwi yang Diduga Dekat Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah sorotan publik atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, nama Indah Bekti Pertiwi kembali mencuat dengan kabar mengejutkan. Perempuan yang disebut-sebut sebagai teman dekat Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma, itu ternyata menggugat cerai suaminya. Gugatan tersebut teregistrasi dengan Nomor Perkara 1623/Pdt.G/2025/PA.PO dan […]

    Bagikan
  • SDN 2 Mojorejo Luncurkan Inovasi SIBABE, Tingkatkan Disiplin dan Pengawasan Siswa

    SDN 2 Mojorejo Luncurkan Inovasi SIBABE, Tingkatkan Disiplin dan Pengawasan Siswa

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – SDN 2 Mojorejo, Kota Madiun, meluncurkan sebuah inovasi baru dalam sistem absensi siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan. SIBABE (Sistem Barcode Absensi) ini dilaunching oleh Wali Kota Madiun, Maidi, didampingi oleh Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Madiun. Inovasi ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Karya Pemerintah […]

    Bagikan
  • Kurir Cantik Perkara Narkotika 1 Kg Hadapi Tuntutan 17 Tahun Penjara

    Kurir Cantik Perkara Narkotika 1 Kg Hadapi Tuntutan 17 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang perempuan berinisial IIR (41), warga Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, harus menghadapi tuntutan berat atas keterlibatan dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 17 tahun atas perannya sebagai kurir narkoba. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di […]

    Bagikan
  • Tiket Murah, Penumpang KA Subsidi di Madiun Naik Tajam! Ini Kata KAI Daop 7

    Tiket Murah, Penumpang KA Subsidi di Madiun Naik Tajam! Ini Kata KAI Daop 7

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kereta api ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) semakin diminati masyarakat di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Selain tarifnya yang terjangkau, layanan yang dinilai nyaman dan tepat waktu membuat jumlah penumpang terus mengalami peningkatan sepanjang 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat, okupansi penumpang KA PSO selama […]

    Bagikan
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Ditahan KPK Dalam Pusaran Kasus Harun Masiku

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Ditahan KPK Dalam Pusaran Kasus Harun Masiku

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Usai menjalani pemeriksaan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (20/2/2025). Hasto telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan atau obstruction of justice (OJ) dalam pusaran kasus Harun Masiku. Penahanan bakal dilakukan selama 20 hari pertama terhitung mulai hari […]

    Bagikan
expand_less