Berita Terkini
Trending Tags

Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan, Darus Salam Kerap Tak Tercatat Sebagai Penerima Bansos

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Darus Salam (52) warga Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menjalani hidup dengan segala keterbatasan.

Sinergia | Madiun – Di sebuah rumah sederhana berlantai tanah di Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Darus Salam (52) menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, namanya hingga kini tak pernah tercantum sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

Setiap hari, Darus bekerja serabutan demi menghidupi keluarganya. Apa pun pekerjaan yang datang akan ia kerjakan, mulai dari membajak sawah, mencangkul hingga menjadi buruh panen jagung.

Penghasilannya tak menentu, sementara ia harus membesarkan dua anaknya seorang diri. Anak sulungnya, Siti Eka Nur Khotijah (17), kini menempuh pendidikan di pondok pesantren. Sedangkan putra bungsunya, Ali Farzan Nur Faeyza (8), tinggal bersama Darus di rumah sederhana yang dibangun seadanya.

Kondisi hidup Darus semakin berat setelah istrinya meninggal dunia saat pandemi COVID-19. Sejak putranya masih berusia sekitar 19 bulan, ia harus menjalankan peran sebagai ayah sekaligus ibu bagi anaknya.

“Mulai umur 19 bulan itu ibunya meninggal karena Corona. Sekarang saya yang ngasuh sendiri,” ujar Darus.

Meski pernah didata oleh perangkat desa, hingga kini bantuan sosial yang diterimanya bukan atas nama dirinya. Bantuan tersebut berasal dari keluarga maupun warga lain yang kemudian dialihkan kepadanya.

“Saya pernah didata sama pamong desa. Katanya bisa diusahakan dapat bantuan, tapi atas nama adik saya. Ya sudah, saya enggak tanya kenapa begitu,” katanya.

Image Not Found
Darus Salam tinggal bersama anak bungsu dengan kondisi rumah sederhana yang dibangun seadanya.

Selama ini, bantuan yang diterimanya pun hanya berupa bantuan langsung tunai (BLT), beras, maupun bantuan pangan lainnya yang seluruhnya bukan tercatat atas nama dirinya.

“Kalau BLT itu juga lemparan. Bukan atas nama saya sendiri. Beras juga jarang. Pernah dapat ayam juga beberapa kali, tapi semuanya bukan nama saya,” ungkapnya.

Bagi Darus, menerima bantuan yang bukan atas namanya bukanlah persoalan yang ia permasalahkan. Ia mengaku tetap bersyukur karena masih ada perangkat desa yang berupaya membantunya.

“Saya ya senang saja. Dikasih sama pamong desa. Saya berterima kasih karena masih diusahakan,” tuturnya.

Meski demikian, jauh di dalam hati, Darus mengaku memiliki harapan agar suatu saat dirinya benar-benar terdaftar sebagai penerima bantuan sosial sesuai kondisi ekonominya. Namun, ia memilih memendam keinginan tersebut.

“Kalau angan-angan pasti ada, ingin nama saya sendiri yang menerima. Tapi saya enggak berani bicara. Ya saya menerima apa adanya begini,” katanya sambil tersenyum tipis.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Darus kerap harus meminjam uang kepada orang yang akan memberinya pekerjaan. Cara itu menjadi satu-satunya jalan agar dapur tetap mengepul saat pekerjaan sedang sepi.

“Kadang ya kurang, kadang cukup, tapi lebih banyak kurangnya. Yang penting anak bisa makan. Kalau enggak ada ya pinjam dulu ke orang yang mau kasih kerja,” ujarnya.

Kisah Darus menjadi potret bahwa masih ada warga dengan kondisi ekonomi rentan yang belum sepenuhnya tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Di tengah perjuangannya membesarkan dua anak seorang diri, ia hanya berharap bisa terus bekerja dan suatu saat memperoleh hak bantuan atas namanya sendiri.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Ponorogo Tertibkan PKL yang Gunakan Trotoar untuk Berjualan

    Satpol PP Ponorogo Tertibkan PKL yang Gunakan Trotoar untuk Berjualan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar, Kamis (03/07/2025). Penertiban dilakukan di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Urip Sumoharjo, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Gajah Mada, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Diponegoro. Kepala Satpol PP Ponorogo, Eko Edi […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Dalami Dugaan Korupsi Pokir DPRD, 100 Saksi Sudah Diperiksa

    Kejari Magetan Dalami Dugaan Korupsi Pokir DPRD, 100 Saksi Sudah Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan terus memperdalam penyelidikan dugaan penyelewengan anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Magetan tahun anggaran 2021–2023. Sejak proses penyelidikan dimulai, sekitar 100 orang dari berbagai unsur telah dipanggil untuk memberikan keterangan. Pemeriksaan terhadap para saksi berlangsung sejak November 2025. Mereka terdiri atas mantan anggota DPRD Magetan periode 2019–2024, […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Geram Pemasangan Kabel Telekomunikasi Semrawut

    Wali Kota Maidi Geram Pemasangan Kabel Telekomunikasi Semrawut

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi tidak bisa menyembunyikan kegeramannya terkait kondisi kabel utilitas, khususnya jaringan telekomunikasi. Saat gowes pada Selasa (30/12/2025), Maidi mendapati pemasangan kabel yang semrawut. Menurutnya, kondisi itu merusak keindahan tata kota. “Ini tadi keliling melihat kondisi fasilitas umum di Kota Madiun. Ternyata masih banyak kita temukan Pemasangan kabel […]

    Bagikan
  • Realisasi APBD Kabupaten Madiun di Bawah 50 Persen, Sejumlah OPD Dinilai Lamban Serap Anggaran

    Realisasi APBD Kabupaten Madiun di Bawah 50 Persen, Sejumlah OPD Dinilai Lamban Serap Anggaran

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hingga semester pertama 2025 berakhir, Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih berada di bawah 50 persen. Data per 30 Juni menunjukkan, pendapatan daerah baru mencapai 49,39 persen, sementara realisasi belanja tercatat 40,03 persen. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Suntoko, […]

    Bagikan
  • Evakuasi Sopir Truk Tertimbun Longsor di Magetan Terkendala Medan Sulit

    Evakuasi Sopir Truk Tertimbun Longsor di Magetan Terkendala Medan Sulit

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses pencarian sopir truk yang tertimbun material longsor tambang di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih terus dilakukan hingga Sabtu (27/09/2025) malam. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kapolsek Parang, AKP Sukarno, menyebutkan bahwa dua alat berat sudah dikerahkan, tetapi medan yang sempit serta banyaknya material longsoran membuat […]

    Bagikan
  • Empat Penyusup Berkedok Ojol Diamankan Polisi , Aksi di DPRD Ponorogo Batal

    Empat Penyusup Berkedok Ojol Diamankan Polisi , Aksi di DPRD Ponorogo Batal

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Empat orang diamankan aparat Polres Ponorogo lantaran diduga hendak melakukan aksi huru-hara pada unjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo yang sedianya digelar, Senin (01/09/2025). Mereka dicurigai karena memakai atribut ojek online (Ojol), meski bukan berprofesi sebagai driver. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan penangkapan itu berawal dari deteksi dini […]

    Bagikan
expand_less