Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Magetan edukasi mitigasi bencana kepada pelajar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin masif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar sejak usia dini. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 dimanfaatkan BPBD untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK di Magetan, salah satunya di SD Negeri Truneng, Kecamatan Sukomoro. Kamis (16/7/2026).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat berdasarkan Register Bencana Alam Kabupaten Magetan Tahun 2026, hingga pertengahan tahun telah tercatat 249 kejadian bencana dan penanganan. Dari jumlah tersebut, cuaca ekstrem menjadi kejadian terbanyak dengan 109 kasus, disusul tanah longsor sebanyak 67 kejadian dan banjir sebanyak 41 kejadian. Selain itu terdapat 25 evakuasi penyelamatan hewan, 3 evakuasi pencarian dan pertolongan, 3 kejadian tidak terduga, serta 1 kejadian kebakaran.

Data BPBD juga menunjukkan Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 63 peristiwa, yang didominasi cuaca ekstrem dan banjir. Sementara itu, Kecamatan Poncol menjadi daerah paling rawan tanah longsor dengan 44 kejadian, disusul Plaosan dan Ngariboyo yang juga memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Berangkat dari kondisi tersebut, BPBD Magetan terus memperkuat upaya mitigasi melalui edukasi kepada pelajar. Dalam kegiatan MPLS di SD Negeri Truneng, siswa dikenalkan berbagai jenis bencana, penyebabnya, hingga langkah penyelamatan diri saat kondisi darurat.

Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magetan, Ahmad Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan sejak dini agar anak-anak memahami risiko bencana yang ada di lingkungan sekitarnya.

“Kami mengenalkan jenis-jenis bencana, cara mengantisipasinya, hingga bagaimana adik-adik tetap selamat ketika terjadi bencana di sekolah,” ujar Ahmad Fauzi.

Selain pengetahuan mengenai mitigasi, BPBD juga menanamkan perilaku yang dapat mencegah terjadinya bencana.

Image Not Found
MPLS jadi momen tanamkan budaya sadar bencana dini. Foto : Kus-Sinergia

“Tujuannya agar anak-anak menjadi pribadi yang siaga, mengenali penyebab bencana, serta tidak melakukan tindakan yang bisa memicu bencana, seperti membuang sampah sembarangan atau bermain api,” tambahnya.

Menurut Fauzi, penyampaian materi kepada siswa sekolah dasar harus dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif agar materi lebih mudah dipahami.

“Kalau mengajar anak-anak bukan soal sulit atau tidak, tetapi bagaimana kita harus lebih aktif, lebih menyenangkan, dan mengajak mereka terus berinteraksi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Negeri Truneng, Heru Nurkhayatin Setiati, menuturkan pihak sekolah sengaja menghadirkan BPBD sebagai bagian dari rangkaian MPLS agar siswa baru mengenal pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak hari pertama masuk sekolah.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa BPBD merupakan lembaga pemerintah yang bertugas menangani bencana, mulai dari pencegahan, tanggap darurat hingga rehabilitasi. Harapannya mereka mengenal fungsi BPBD sejak dini,” katanya.

Ia mengungkapkan antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan sangat tinggi. Materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami karena dikemas secara komunikatif dan disertai praktik sederhana.

“Alhamdulillah anak-anak sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapat pengalaman baru dan mulai memahami bagaimana menghadapi kebakaran maupun bencana lainnya,” ujarnya.

Heru menambahkan, materi kebencanaan sengaja dimasukkan dalam agenda MPLS agar siswa memiliki bekal mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui edukasi sejak usia dini tersebut, BPBD Magetan berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman pelajar mengenai mitigasi, diharapkan risiko korban maupun dampak bencana dapat ditekan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan seperti Magetan, Poncol, Plaosan, dan Ngariboyo. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak Dimulai dari Orang Tua

    Pemkot Madiun Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak Dimulai dari Orang Tua

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peran orang tua dinilai memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan anak sejak usia dini. Pembentukan karakter anak tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal di satuan PAUD, tetapi juga melalui keteladanan nyata yang ditunjukkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Seperiti langkah Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan dalam […]

    Bagikan
  • Proclaro Rocktrain Pray for NTT, Musik Rock Berpadu Aksi Charity

    Proclaro Rocktrain Pray for NTT, Musik Rock Berpadu Aksi Charity

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Musik rock dan aksi sosial berpadu dalam gelaran Proclaro Rocktrain Pray for NTT yang digelar di Bogowonto Culinary Center (BCC) Kota Madiun, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut dikemas sebagai ruang berbagi sekaligus pertunjukan musik untuk menggalang kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara menghadirkan konsep sharing dan jamming yang mempertemukan sejumlah […]

    Bagikan
  • Tim Pocil Wungu Madiun Digembleng Hadapi Seleksi Tingkat Kabupaten

    Tim Pocil Wungu Madiun Digembleng Hadapi Seleksi Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 31 pelajar sekolah dasar di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, tengah digembleng intensif sebagai calon polisi cilik (pocil) untuk mengikuti seleksi tingkat kabupaten. Mereka diproyeksikan mewakili Polres Madiun menuju ajang bergengsi yang digelar Polda Jawa Timur pada Oktober 2025. Seleksi berlangsung berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Setiap sekolah […]

    Bagikan
  • Wartawan Laporkan Dugaan Intimidasi Pegawai SPPG Bintang Mantingan

    Wartawan Laporkan Dugaan Intimidasi Pegawai SPPG Bintang Mantingan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Upaya peliputan terkait pengambilan sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dinas Kesehatan Ngawi berujung pada pelaporan dugaan intimidasi. Delapan wartawan dari berbagai media, mulai dari portal berita hingga televisi, resmi mengadukan tindakan seorang pegawai SPPG Bintang Mantingan ke kepolisian pada Jumat (05/12/2025). Insiden terjadi ketika jurnalis tengah mendokumentasikan proses […]

    Bagikan
  • Geledah Balai Kota Madiun, KPK Periksa Ruang Kerja Wali Kota Nonaktif Maidi Play Button

    Geledah Balai Kota Madiun, KPK Periksa Ruang Kerja Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik kasus dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Kali ini, giliran Balai Kota Madiun yang menjadi sasaran penggeledahan oleh lembaga antirasuah itu pada Kamis (29/01/2026). Tim penyidik KPK tiba di Balai Kota sekira pukul 09.30 WIB dengan 8 mobil Toyota Innova. Dalam penggeledahan ini, […]

    Bagikan
  • Disapu Angin Kencang, Atap Puluhan Rumah Warga Porak Poranda

    Disapu Angin Kencang, Atap Puluhan Rumah Warga Porak Poranda

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa/Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Jumat Sore ( 7/2/2025). Cuaca ekstrem ini mengakibatkan atap puluhan rumah warga porak – poranda.  Salah seorang warga menjelaskan angin kencang berhembus dari arah utara ke selatan secara tiba-tiba.Hal itu membuat sebagian warga khususnya para lansia ketakutan berimbas pada rumahnya.  […]

    Bagikan
expand_less