Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 198
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Magetan edukasi mitigasi bencana kepada pelajar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin masif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar sejak usia dini. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 dimanfaatkan BPBD untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK di Magetan, salah satunya di SD Negeri Truneng, Kecamatan Sukomoro. Kamis (16/7/2026).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat berdasarkan Register Bencana Alam Kabupaten Magetan Tahun 2026, hingga pertengahan tahun telah tercatat 249 kejadian bencana dan penanganan. Dari jumlah tersebut, cuaca ekstrem menjadi kejadian terbanyak dengan 109 kasus, disusul tanah longsor sebanyak 67 kejadian dan banjir sebanyak 41 kejadian. Selain itu terdapat 25 evakuasi penyelamatan hewan, 3 evakuasi pencarian dan pertolongan, 3 kejadian tidak terduga, serta 1 kejadian kebakaran.

Data BPBD juga menunjukkan Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 63 peristiwa, yang didominasi cuaca ekstrem dan banjir. Sementara itu, Kecamatan Poncol menjadi daerah paling rawan tanah longsor dengan 44 kejadian, disusul Plaosan dan Ngariboyo yang juga memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Berangkat dari kondisi tersebut, BPBD Magetan terus memperkuat upaya mitigasi melalui edukasi kepada pelajar. Dalam kegiatan MPLS di SD Negeri Truneng, siswa dikenalkan berbagai jenis bencana, penyebabnya, hingga langkah penyelamatan diri saat kondisi darurat.

Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magetan, Ahmad Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan sejak dini agar anak-anak memahami risiko bencana yang ada di lingkungan sekitarnya.

“Kami mengenalkan jenis-jenis bencana, cara mengantisipasinya, hingga bagaimana adik-adik tetap selamat ketika terjadi bencana di sekolah,” ujar Ahmad Fauzi.

Selain pengetahuan mengenai mitigasi, BPBD juga menanamkan perilaku yang dapat mencegah terjadinya bencana.

Image Not Found
MPLS jadi momen tanamkan budaya sadar bencana dini. Foto : Kus-Sinergia

“Tujuannya agar anak-anak menjadi pribadi yang siaga, mengenali penyebab bencana, serta tidak melakukan tindakan yang bisa memicu bencana, seperti membuang sampah sembarangan atau bermain api,” tambahnya.

Menurut Fauzi, penyampaian materi kepada siswa sekolah dasar harus dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif agar materi lebih mudah dipahami.

“Kalau mengajar anak-anak bukan soal sulit atau tidak, tetapi bagaimana kita harus lebih aktif, lebih menyenangkan, dan mengajak mereka terus berinteraksi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Negeri Truneng, Heru Nurkhayatin Setiati, menuturkan pihak sekolah sengaja menghadirkan BPBD sebagai bagian dari rangkaian MPLS agar siswa baru mengenal pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak hari pertama masuk sekolah.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa BPBD merupakan lembaga pemerintah yang bertugas menangani bencana, mulai dari pencegahan, tanggap darurat hingga rehabilitasi. Harapannya mereka mengenal fungsi BPBD sejak dini,” katanya.

Ia mengungkapkan antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan sangat tinggi. Materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami karena dikemas secara komunikatif dan disertai praktik sederhana.

“Alhamdulillah anak-anak sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapat pengalaman baru dan mulai memahami bagaimana menghadapi kebakaran maupun bencana lainnya,” ujarnya.

Heru menambahkan, materi kebencanaan sengaja dimasukkan dalam agenda MPLS agar siswa memiliki bekal mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui edukasi sejak usia dini tersebut, BPBD Magetan berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman pelajar mengenai mitigasi, diharapkan risiko korban maupun dampak bencana dapat ditekan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan seperti Magetan, Poncol, Plaosan, dan Ngariboyo. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Jabatan Kepala OPD Kosong, Pemkab Magetan Siapkan Skema Pengisian

    Lima Jabatan Kepala OPD Kosong, Pemkab Magetan Siapkan Skema Pengisian

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bergerak cepat menyiapkan strategi pengisian jabatan setelah sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama memasuki masa purna tugas. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa kekosongan kepemimpinan di organisasi perangkat daerah (OPD). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, Masruri, menyebutkan sedikitnya […]

    Bagikan
  • DPRD-Pemkot Madiun Bakal Kaji Usulan Hasil Musrenbangcam Tahun 2026

    DPRD-Pemkot Madiun Bakal Kaji Usulan Hasil Musrenbangcam Tahun 2026

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun telah merampungkan Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) Tahun 2026. Musrenbangcam telah dilaksanakan di 3 kecamatan yakni Taman, Manguharjo serta Kartoharjo. Forum ini guna menyepakati program pembangunan daerah untuk perencanaan tahun 2027. Sesuai data yang dihimpun, Kecamatan Taman mencatatkan sebanyak 147 usulan fisik dengan perkiraan anggaran sebesar […]

    Bagikan
  • Jembatan Mingging Kembali Terhubung, Akses Warga Semakin Mudah

    Jembatan Mingging Kembali Terhubung, Akses Warga Semakin Mudah

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jembatan Mingging di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, kini kembali dapat dimanfaatkan warga setelah sempat rusak akibat erosi dan derasnya arus sungai. Pembangunan jembatan dilakukan melalui Program Merah Putih Presisi. Kerusakan jembatan berawal dari hancurnya dam atau bangunan pengaman jembatan akibat erosi. Kondisi tersebut kemudian membuat jembatan lama ikut rusak dan […]

    Bagikan
  • Rencana Pembangunan TPST di Bangunsari Dolopo Ditolak Warga, DLH Madiun Akui Aksi di Luar Prediksi

    Rencana Pembangunan TPST di Bangunsari Dolopo Ditolak Warga, DLH Madiun Akui Aksi di Luar Prediksi

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, kini menjadi sorotan setelah mendapat penolakan keras dari ratusan warga. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun mengakui gelombang protes yang muncul dalam agenda sosialisasi pada Minggu (23/8/2026) malam itu berada di luar prediksi. Kepala DLH Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Kreatif! Warga Pandean Sulap Sampah Plastik Jadi Lampion Merah Putih untuk HUT RI

    Kreatif! Warga Pandean Sulap Sampah Plastik Jadi Lampion Merah Putih untuk HUT RI

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, punya cara unik memeriahkan suasana. Mereka memanfaatkan sampah plastik bekas menjadi lampion bernuansa merah putih yang menghiasi lingkungan tempat tinggal. Kegiatan ini digagas oleh Rodiyah (45), warga setempat yang juga anggota Bank Sampah Pandean. Bersama puluhan […]

    Bagikan
  • Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun Beredel Kabel Fiber Yang Menggantung di APJ

    Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun Beredel Kabel Fiber Yang Menggantung di APJ

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Penertiban kabel fiber optik sambungan telekomunikasi di tiga ruas jalan terpaksa ditertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun, Rabu (12/2/2025). Kabel-kabel yang ditertibkan merupakan kabel sambungan telekomunikasi tak berizin yang memanfaatkan tiang alat penerangan jalan (APJ) KPBU.  Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Madiun, Rena Meta Wardhani mengatakan, temuan kabel […]

    Bagikan
expand_less