Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Magetan edukasi mitigasi bencana kepada pelajar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin masif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar sejak usia dini. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 dimanfaatkan BPBD untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK di Magetan, salah satunya di SD Negeri Truneng, Kecamatan Sukomoro. Kamis (16/7/2026).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat berdasarkan Register Bencana Alam Kabupaten Magetan Tahun 2026, hingga pertengahan tahun telah tercatat 249 kejadian bencana dan penanganan. Dari jumlah tersebut, cuaca ekstrem menjadi kejadian terbanyak dengan 109 kasus, disusul tanah longsor sebanyak 67 kejadian dan banjir sebanyak 41 kejadian. Selain itu terdapat 25 evakuasi penyelamatan hewan, 3 evakuasi pencarian dan pertolongan, 3 kejadian tidak terduga, serta 1 kejadian kebakaran.

Data BPBD juga menunjukkan Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 63 peristiwa, yang didominasi cuaca ekstrem dan banjir. Sementara itu, Kecamatan Poncol menjadi daerah paling rawan tanah longsor dengan 44 kejadian, disusul Plaosan dan Ngariboyo yang juga memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Berangkat dari kondisi tersebut, BPBD Magetan terus memperkuat upaya mitigasi melalui edukasi kepada pelajar. Dalam kegiatan MPLS di SD Negeri Truneng, siswa dikenalkan berbagai jenis bencana, penyebabnya, hingga langkah penyelamatan diri saat kondisi darurat.

Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magetan, Ahmad Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan sejak dini agar anak-anak memahami risiko bencana yang ada di lingkungan sekitarnya.

“Kami mengenalkan jenis-jenis bencana, cara mengantisipasinya, hingga bagaimana adik-adik tetap selamat ketika terjadi bencana di sekolah,” ujar Ahmad Fauzi.

Selain pengetahuan mengenai mitigasi, BPBD juga menanamkan perilaku yang dapat mencegah terjadinya bencana.

Image Not Found
MPLS jadi momen tanamkan budaya sadar bencana dini. Foto : Kus-Sinergia

“Tujuannya agar anak-anak menjadi pribadi yang siaga, mengenali penyebab bencana, serta tidak melakukan tindakan yang bisa memicu bencana, seperti membuang sampah sembarangan atau bermain api,” tambahnya.

Menurut Fauzi, penyampaian materi kepada siswa sekolah dasar harus dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif agar materi lebih mudah dipahami.

“Kalau mengajar anak-anak bukan soal sulit atau tidak, tetapi bagaimana kita harus lebih aktif, lebih menyenangkan, dan mengajak mereka terus berinteraksi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Negeri Truneng, Heru Nurkhayatin Setiati, menuturkan pihak sekolah sengaja menghadirkan BPBD sebagai bagian dari rangkaian MPLS agar siswa baru mengenal pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak hari pertama masuk sekolah.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa BPBD merupakan lembaga pemerintah yang bertugas menangani bencana, mulai dari pencegahan, tanggap darurat hingga rehabilitasi. Harapannya mereka mengenal fungsi BPBD sejak dini,” katanya.

Ia mengungkapkan antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan sangat tinggi. Materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami karena dikemas secara komunikatif dan disertai praktik sederhana.

“Alhamdulillah anak-anak sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapat pengalaman baru dan mulai memahami bagaimana menghadapi kebakaran maupun bencana lainnya,” ujarnya.

Heru menambahkan, materi kebencanaan sengaja dimasukkan dalam agenda MPLS agar siswa memiliki bekal mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui edukasi sejak usia dini tersebut, BPBD Magetan berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman pelajar mengenai mitigasi, diharapkan risiko korban maupun dampak bencana dapat ditekan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan seperti Magetan, Poncol, Plaosan, dan Ngariboyo. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Catat 6 Insiden di Jalur dan Perlintasan

    Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Catat 6 Insiden di Jalur dan Perlintasan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat enam kejadian gangguan keamanan dan ketertiban selama masa Angkutan Lebaran 2026. Data ini menjadi dasar evaluasi perusahaan untuk tetap memperketat pengawasan jalur dan perlintasan meski masa posko telah berakhir. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan frekuensi perjalanan kereta […]

    Bagikan
  • Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Menguat, MAKI Klaim Kantongi Dua Alat Bukti dan Siap Gelar Aksi Akbar

    Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Menguat, MAKI Klaim Kantongi Dua Alat Bukti dan Siap Gelar Aksi Akbar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik dugaan korupsi dana Pokok Pikiran (Pokir) di lingkungan DPRD Kabupaten Magetan kembali mencuat. Sorotan kini datang dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur yang mengaku telah mengantongi dua alat bukti kuat untuk mendorong perkara ini naik ke tahap penyidikan. Koordinator MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kasus tersebut […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera 

    Pemkot Madiun Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera 

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial membuka penggalangan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra. Pengumpulan bantuan dimulai sejak Senin (01/12/2025) hingga Kamis (04/12/2025) sebagai bentuk kepedulian Pemkot terhadap masyarakat terdampak di wilayah barat Indonesia. Dinas Sosial Kota Madiun mendirikan posko tanggap darurat di halaman kantor dinas sebagai […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Canangkan Pilah Sampah dari Rumah, Setiap RT Dapat Bantuan Rp10 Juta untuk Wujudkan Zero Waste 2027

    Kota Madiun Canangkan Pilah Sampah dari Rumah, Setiap RT Dapat Bantuan Rp10 Juta untuk Wujudkan Zero Waste 2027

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak bisa dilakukan dalam semalam. Namun, langkah besar dimulai Pemerintah Kota Madiun melalui Festival Madiun Hijau 2026 yang digelar di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Jumat (31/7/2026). Lewat kegiatan ini, pemerintah resmi mencanangkan gerakan Pilah Sampah dari Rumah sebagai fondasi menuju target Zero Waste 2027. Gerakan […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-107 Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun menggelar acara nikah massal bertajuk Madiun Mantu pada Rabu (19/06/2025). Kegiatan ini dilangsungkan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun dan diikuti oleh enam pasangan pengantin dari berbagai latar belakang. Para pasangan tampak bahagia saat menjalani prosesi ijab kabul yang […]

    Bagikan
  • Was – Was , Warga Pomahan Minta Sukar Jalani Pengobatan Sebelum Kembali

    Was – Was , Warga Pomahan Minta Sukar Jalani Pengobatan Sebelum Kembali

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, masih diliputi rasa was-was pasca peristiwa tragis pembunuhan pasangan suami istri Kaseno dan Sarilah oleh anak kandungnya sendiri, Sukar. Pantauan Kamis (25/09/2025), warga terus berdatangan untuk takziah ke rumah duka. Meski suasana duka masih terasa, kecemasan masyarakat belum mereda. Mereka khawatir Sukar yang diduga […]

    Bagikan
expand_less