Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Lahan Kedelai di Magetan Terus Menyusut, Pedagang Kini Bergantung pada Pasokan Impor

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 233
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang Pasar Sayur Magetan kini lebih mengandalkan kedelai impor. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan — Luas lahan pertanian kedelai di Kabupaten Magetan terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya produksi kedelai lokal hingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Akibatnya, para pedagang kini lebih banyak mengandalkan pasokan kedelai impor untuk memenuhi permintaan konsumen.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan mencatat, luas tanam kedelai pada 2025 hanya tersisa sekitar 214 hektare. Lahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Barat dan Kartoharjo.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Magetan, Romandhon, mengatakan penurunan luas tanam palawija seperti kedelai dan kacang-kacangan mulai terjadi sejak 2022. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah tidak adanya lagi dukungan program maupun anggaran dari APBD kabupaten dan provinsi untuk pengembangan tanaman palawija.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah lebih memfokuskan kebijakan pertanian pada peningkatan produksi padi guna mendukung program swasembada pangan nasional. Fokus tersebut diwujudkan melalui peningkatan indeks pertanaman lewat program IP 400 atau pola tanam empat kali dalam setahun.

“Data terakhir tahun 2025 kemarin lahannya tinggal 214 hektare, itu tersebar di lima kecamatan di antaranya Barat, Kartoharjo, dan sekitarnya. Program untuk palawija seperti kedelai sudah tidak masuk lagi dalam kegiatan APBD sejak 2022 karena Magetan fokus pada percepatan swasembada pangan melalui tanaman padi,” ujarnya.

Selain minim dukungan program, rendahnya harga jual kedelai di tingkat petani juga menjadi faktor yang membuat petani enggan menanam kedelai. Romandhon menyebut produktivitas kedelai di Magetan rata-rata hanya mencapai 1,6 ton hingga 2,6 ton per hektare.

Di sisi lain, harga jual kedelai pada 2022 hanya berada di kisaran Rp7.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, petani dinilai sulit memperoleh keuntungan sehingga banyak yang memilih beralih menanam padi yang dianggap lebih menjanjikan.

“Kalau dibandingkan padi, tentu petani lebih memilih menanam padi karena hasilnya lebih menjanjikan. Apalagi harga gabah saat ini cukup bagus,” katanya.

Meski demikian, sejumlah petani di beberapa wilayah Magetan masih menanam tanaman palawija lain seperti kacang tanah dan kacang hijau. Namun luas tanamnya relatif terbatas dan umumnya hanya dilakukan sekali dalam setahun, yakni pada musim tanam Juni hingga Agustus.

Menurunnya produksi kedelai lokal juga dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Salah satu pedagang kedelai di Pasar Sayur Magetan, Galih, mengaku stok kedelai lokal di lapaknya telah kosong selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, kedelai lokal kini hanya tersedia dalam jumlah terbatas dan biasanya muncul sekali dalam setahun saat musim panen tiba. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para pedagang kini mengandalkan kedelai impor yang pasokannya lebih stabil.

“Harga kedelai impor sekarang Rp11.000 per kilogram, sebulan lalu sekitar Rp10.200. Kalau kedelai lokal biasanya lebih mahal dan hanya ada setahun sekali,” ujarnya.

Galih menambahkan, kedelai impor umumnya digunakan sebagai bahan baku tahu dan tempe karena kualitas dan ketersediaannya lebih konsisten. Sementara kedelai lokal lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pembuatan tauge atau kecambah.

Menyusutnya lahan kedelai di Magetan menjadi gambaran perubahan pola pertanian di daerah yang kini lebih berorientasi pada produksi padi. Di sisi lain, ketergantungan terhadap kedelai impor juga semakin meningkat seiring berkurangnya produksi lokal dari petani. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Ponorogo Sita Lagi Rp1,049 Miliar, Total Uang Capai Rp3,037 Miliar

    Kejari Ponorogo Sita Lagi Rp1,049 Miliar, Total Uang Capai Rp3,037 Miliar

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo kembali menyita uang dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tahun anggaran 2023–2026. Penyitaan pada Rabu (12/8/2026) menjadi penyitaan yang ketiga dalam perkara tersebut. Kali ini, uang yang diamankan mencapai Rp1,049 miliar. Dengan penyitaan tahap ketiga tersebut, total […]

    Bagikan
  • Konferensi Pers OTT di Kota Madiun, KPK Tetapkan 3 Tersangka

    Konferensi Pers OTT di Kota Madiun, KPK Tetapkan 3 Tersangka

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers pada Selasa (20/01/2026) malam, terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Madiun. KPK membeberkan dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta gratifikasi di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Dalam keterangan yang disampaikan, Asep Guntur Rahayu […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, dan Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, masih dalam penyelidikan kepolisian. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengungkapkan hingga kini sudah 41 orang diperiksa. Mereka terdiri dari korban, pihak terkait, hingga pengusaha katering yang menyediakan makanan. Selain itu, polisi juga […]

    Bagikan
  • Unik! Seserahan Pernikahan di Ponorogo Berupa Sepasang Domba Merino

    Unik! Seserahan Pernikahan di Ponorogo Berupa Sepasang Domba Merino

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seserahan pernikahan umumnya berupa perlengkapan alat salat, perhiasan, pakaian, atau kebutuhan rumah tangga. Namun, pasangan pengantin di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ini memilih seserahan yang tidak biasa. Wilujeng Sri Utami dan Malindo Agus Sutrisno menghadirkan sepasang domba jenis Merino sebagai hadiah pernikahan. Momen tersebut berlangsung saat resepsi […]

    Bagikan
  • KBIHU Ulul Azmi Al Mukarromah Gelar Walimatus Safar Haji, 51 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

    KBIHU Ulul Azmi Al Mukarromah Gelar Walimatus Safar Haji, 51 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang musim haji tahun 2025, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ulul Azmi Al Mukarromah Madiun menggelar acara Walimatus Safar Haji bersama 51 calon jemaah pada Senin (12/05/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan persiapan spiritual dan logistik para jemaah sebelum berangkat menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Dari […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Percepat Perbaikan Geometri Jalur di Perlintasan Ngawi, Target 92 Titik pada 2026

    KAI Daop 7 Madiun Percepat Perbaikan Geometri Jalur di Perlintasan Ngawi, Target 92 Titik pada 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mempercepat perbaikan geometri jalur di sejumlah perlintasan sebidang, termasuk di Kabupaten Ngawi, sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan perbaikan geometri jalur merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keamanan, […]

    Bagikan
expand_less