Berita Terkini
Trending Tags

Lahan Kedelai di Magetan Terus Menyusut, Pedagang Kini Bergantung pada Pasokan Impor

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 108
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang Pasar Sayur Magetan kini lebih mengandalkan kedelai impor. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan — Luas lahan pertanian kedelai di Kabupaten Magetan terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya produksi kedelai lokal hingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Akibatnya, para pedagang kini lebih banyak mengandalkan pasokan kedelai impor untuk memenuhi permintaan konsumen.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan mencatat, luas tanam kedelai pada 2025 hanya tersisa sekitar 214 hektare. Lahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Barat dan Kartoharjo.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Magetan, Romandhon, mengatakan penurunan luas tanam palawija seperti kedelai dan kacang-kacangan mulai terjadi sejak 2022. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah tidak adanya lagi dukungan program maupun anggaran dari APBD kabupaten dan provinsi untuk pengembangan tanaman palawija.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah lebih memfokuskan kebijakan pertanian pada peningkatan produksi padi guna mendukung program swasembada pangan nasional. Fokus tersebut diwujudkan melalui peningkatan indeks pertanaman lewat program IP 400 atau pola tanam empat kali dalam setahun.

“Data terakhir tahun 2025 kemarin lahannya tinggal 214 hektare, itu tersebar di lima kecamatan di antaranya Barat, Kartoharjo, dan sekitarnya. Program untuk palawija seperti kedelai sudah tidak masuk lagi dalam kegiatan APBD sejak 2022 karena Magetan fokus pada percepatan swasembada pangan melalui tanaman padi,” ujarnya.

Selain minim dukungan program, rendahnya harga jual kedelai di tingkat petani juga menjadi faktor yang membuat petani enggan menanam kedelai. Romandhon menyebut produktivitas kedelai di Magetan rata-rata hanya mencapai 1,6 ton hingga 2,6 ton per hektare.

Di sisi lain, harga jual kedelai pada 2022 hanya berada di kisaran Rp7.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, petani dinilai sulit memperoleh keuntungan sehingga banyak yang memilih beralih menanam padi yang dianggap lebih menjanjikan.

“Kalau dibandingkan padi, tentu petani lebih memilih menanam padi karena hasilnya lebih menjanjikan. Apalagi harga gabah saat ini cukup bagus,” katanya.

Meski demikian, sejumlah petani di beberapa wilayah Magetan masih menanam tanaman palawija lain seperti kacang tanah dan kacang hijau. Namun luas tanamnya relatif terbatas dan umumnya hanya dilakukan sekali dalam setahun, yakni pada musim tanam Juni hingga Agustus.

Menurunnya produksi kedelai lokal juga dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Salah satu pedagang kedelai di Pasar Sayur Magetan, Galih, mengaku stok kedelai lokal di lapaknya telah kosong selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, kedelai lokal kini hanya tersedia dalam jumlah terbatas dan biasanya muncul sekali dalam setahun saat musim panen tiba. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para pedagang kini mengandalkan kedelai impor yang pasokannya lebih stabil.

“Harga kedelai impor sekarang Rp11.000 per kilogram, sebulan lalu sekitar Rp10.200. Kalau kedelai lokal biasanya lebih mahal dan hanya ada setahun sekali,” ujarnya.

Galih menambahkan, kedelai impor umumnya digunakan sebagai bahan baku tahu dan tempe karena kualitas dan ketersediaannya lebih konsisten. Sementara kedelai lokal lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pembuatan tauge atau kecambah.

Menyusutnya lahan kedelai di Magetan menjadi gambaran perubahan pola pertanian di daerah yang kini lebih berorientasi pada produksi padi. Di sisi lain, ketergantungan terhadap kedelai impor juga semakin meningkat seiring berkurangnya produksi lokal dari petani. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebut Capaian Kinerja, Puskesmas Dagangan Gencarkan Program Pelita ASI Untuk Tekan Angka Stunting

    Kebut Capaian Kinerja, Puskesmas Dagangan Gencarkan Program Pelita ASI Untuk Tekan Angka Stunting

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Puskesmas Dagangan mencatat capaian signifikan dalam pelayanan kesehatan semester pertama 2025 sekaligus meluncurkan program inovasi untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dalam rapat lintas sektor yang dihadiri Muspika, kepala desa, PKK Kecamatan, dan Desa, Kepala Puskesmas Dagangan dr. Yanti Umi Anggraeni melaporkan bahwa program Cek Kesehatan […]

    Bagikan
  • Dishub Magetan Launching Layanan Uji KIR Drive Thru, Pemohon Tak Perlu Turun dari Kendaraan

    Dishub Magetan Launching Layanan Uji KIR Drive Thru, Pemohon Tak Perlu Turun dari Kendaraan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan, Jawa Timur resmi meluncurkan layanan inovatif uji kendaraan bermotor (KIR) dengan sistem drive thru pada Kamis (25/09/2025). Melalui layanan ini, pemohon uji KIR tidak lagi harus turun dari kendaraan, melainkan cukup tetap berada di balik kemudi saat proses berlangsung. Launching layanan tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng […]

    Bagikan
  • Polemik Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Koperasi MSI Magetan

    Polemik Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Koperasi MSI Magetan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Magetan dihebohkan dengan dugaan penipuan dan penggelapan uang nasabah Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) yang berkantor Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Bahkan, beredar video di media sosial, puluhan emak-emak yang menjadi nasabah koperasi membawa paksa Ketua Koperasi (MSI), Wawan Wandoyo (50) ke kantor Polsek Nguntoronadi […]

    Bagikan
  • Resmikan Kantor Kejari Kab. Madiun, Kajati Jatim : Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

    Resmikan Kantor Kejari Kab. Madiun, Kajati Jatim : Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun kini menempati kantor baru. Hal itu usai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Mia Amiati meresmikan gedung baru Kejari Kabupaten Madiun, Selasa (21/01/2025) siang.   “Tujuan utamanya adalah kita pelayanan terbaik kepada masyarakat, tadi ada PTSP (Pelayanan terpadu satu pintu) itu kan untuk melayani masyarakat dengan […]

    Bagikan
  • Disbudpar Magetan Genjot Promosi Wisata Penyangga Saat Momentum Libur Lebaran

    Disbudpar Magetan Genjot Promosi Wisata Penyangga Saat Momentum Libur Lebaran

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan terus mendorong pengembangan destinasi wisata di wilayahnya menjelang libur panjang IdulFitri 2026. Meski kawasan Telaga Sarangan tetap menjadi ikon utama, pemerintah daerah berupaya menyeimbangkan arus kunjungan dengan memperkuat promosi wisata penyangga. Sejumlah lokasi seperti Telaga Wahyu, Kebun Bunga Refugia, Genilangit, Kebun Buah Srogo, hingga […]

    Bagikan
  • Terbukti Edarkan 25 Paket Sabu, Dua Oknum Polisi di Madiun Divonis 9 Tahun Penjara

    Terbukti Edarkan 25 Paket Sabu, Dua Oknum Polisi di Madiun Divonis 9 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dua oknum anggota kepolisian yang terjerat kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Kabupaten Madiun dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Rabu (3/6/2026). Kedua terdakwa, Toni Hermawan dan Defi Purnawan, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam peredaran sabu seberat 5,16 gram yang dikemas dalam […]

    Bagikan
expand_less