Berita Terkini
Trending Tags

Lahan Kedelai di Magetan Terus Menyusut, Pedagang Kini Bergantung pada Pasokan Impor

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang Pasar Sayur Magetan kini lebih mengandalkan kedelai impor. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan — Luas lahan pertanian kedelai di Kabupaten Magetan terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya produksi kedelai lokal hingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Akibatnya, para pedagang kini lebih banyak mengandalkan pasokan kedelai impor untuk memenuhi permintaan konsumen.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan mencatat, luas tanam kedelai pada 2025 hanya tersisa sekitar 214 hektare. Lahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Barat dan Kartoharjo.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Magetan, Romandhon, mengatakan penurunan luas tanam palawija seperti kedelai dan kacang-kacangan mulai terjadi sejak 2022. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah tidak adanya lagi dukungan program maupun anggaran dari APBD kabupaten dan provinsi untuk pengembangan tanaman palawija.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah lebih memfokuskan kebijakan pertanian pada peningkatan produksi padi guna mendukung program swasembada pangan nasional. Fokus tersebut diwujudkan melalui peningkatan indeks pertanaman lewat program IP 400 atau pola tanam empat kali dalam setahun.

“Data terakhir tahun 2025 kemarin lahannya tinggal 214 hektare, itu tersebar di lima kecamatan di antaranya Barat, Kartoharjo, dan sekitarnya. Program untuk palawija seperti kedelai sudah tidak masuk lagi dalam kegiatan APBD sejak 2022 karena Magetan fokus pada percepatan swasembada pangan melalui tanaman padi,” ujarnya.

Selain minim dukungan program, rendahnya harga jual kedelai di tingkat petani juga menjadi faktor yang membuat petani enggan menanam kedelai. Romandhon menyebut produktivitas kedelai di Magetan rata-rata hanya mencapai 1,6 ton hingga 2,6 ton per hektare.

Di sisi lain, harga jual kedelai pada 2022 hanya berada di kisaran Rp7.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, petani dinilai sulit memperoleh keuntungan sehingga banyak yang memilih beralih menanam padi yang dianggap lebih menjanjikan.

“Kalau dibandingkan padi, tentu petani lebih memilih menanam padi karena hasilnya lebih menjanjikan. Apalagi harga gabah saat ini cukup bagus,” katanya.

Meski demikian, sejumlah petani di beberapa wilayah Magetan masih menanam tanaman palawija lain seperti kacang tanah dan kacang hijau. Namun luas tanamnya relatif terbatas dan umumnya hanya dilakukan sekali dalam setahun, yakni pada musim tanam Juni hingga Agustus.

Menurunnya produksi kedelai lokal juga dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Salah satu pedagang kedelai di Pasar Sayur Magetan, Galih, mengaku stok kedelai lokal di lapaknya telah kosong selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, kedelai lokal kini hanya tersedia dalam jumlah terbatas dan biasanya muncul sekali dalam setahun saat musim panen tiba. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para pedagang kini mengandalkan kedelai impor yang pasokannya lebih stabil.

“Harga kedelai impor sekarang Rp11.000 per kilogram, sebulan lalu sekitar Rp10.200. Kalau kedelai lokal biasanya lebih mahal dan hanya ada setahun sekali,” ujarnya.

Galih menambahkan, kedelai impor umumnya digunakan sebagai bahan baku tahu dan tempe karena kualitas dan ketersediaannya lebih konsisten. Sementara kedelai lokal lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pembuatan tauge atau kecambah.

Menyusutnya lahan kedelai di Magetan menjadi gambaran perubahan pola pertanian di daerah yang kini lebih berorientasi pada produksi padi. Di sisi lain, ketergantungan terhadap kedelai impor juga semakin meningkat seiring berkurangnya produksi lokal dari petani. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Antusiasme masyarakat terhadap program Balik Gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjelang arus balik Lebaran 2026 sangat tinggi. Kuota yang disediakan untuk ratusan penumpang bahkan langsung habis dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pendaftaran dibuka. Program yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun itu mulai membuka pendaftaran pada Kamis […]

    Bagikan
  • PSC dan PRC Resmi Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok, Pemkot Madiun Berlakukan Denda

    PSC dan PRC Resmi Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok, Pemkot Madiun Berlakukan Denda

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mulai memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2025 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC) menjadi kawasan bebas asap rokok yang sejak awal Januari 2026. Sosialisasi Perda Nomor 9 tahun 2025 tersebut mulai dimasifkan oleh Pemkot Madiun. Wakil […]

    Bagikan
  • Diduga Terlibat Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Ketua Komisi II DPRD Ngawi Jadi Tersangka

    Diduga Terlibat Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Ketua Komisi II DPRD Ngawi Jadi Tersangka

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi resmi menetapkan Winarto, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah. Penetapan ini diumumkan pada Senin (26/05/2025) setelah serangkaian pemeriksaan intensif oleh tim penyidik. Politisi Partai Golkar tersebut diduga memainkan peran penting dalam proses pembebasan […]

    Bagikan
  • Rakor Aman Suro 2026, Forkopimda Kota Madiun Siapkan Ratusan Personel Amankan Suroan dan Suran Agung

    Rakor Aman Suro 2026, Forkopimda Kota Madiun Siapkan Ratusan Personel Amankan Suroan dan Suran Agung

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama jajaran TNI-Polri, Forkopimda, instansi terkait, serta perwakilan perguruan pencak silat sepakat memperkuat pengamanan menjelang rangkaian kegiatan Bulan Suro 1448 H/2026 M. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Aman Suro 2026 yang digelar di Ruang Rapat Lantai 4 Dinas PUPR Graha Krida Praja Kota Madiun, Kamis […]

    Bagikan
  • Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Koloni ulat bulu kembali meneror sekolah di wilayah Kabupaten Madiun. Kali ini ratusan ulat bulu menyerang 2 Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Madiun di Kecamatan Jiwan. Bahkan tak sedikit dari siswa dan guru merasakan gatal gatal di sekujur tubuhnya. “Sudah hampir sebulanan ini. Dampaknya para siswa bahkan guru terkena bulu ulat […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal photo_camera 3

    Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Menjelang bulan Ramadan, berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Ngawi mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Cabai rawit menjadi komoditas dengan lonjakan paling drastis dan menjadi sorotan para pedagang maupun pembeli. Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Kamis (5/2/2026), harga cabai rawit kini menembus Rp95 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga […]

    Bagikan
expand_less