Deteksi TBC via Suara Batuk hingga E-Tax, Ini Deretan Inovasi Keren di Inotek Madiun 2026
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun sukses menggelar malam penganugerahan Lomba Inovasi dan Teknologi (Inotek) Kabupaten Madiun Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban pada Kamis (16/7/2026) ini menjadi panggung lahirnya berbagai terobosan digital yang siap merevolusi pelayanan publik.
Sejumlah inovasi canggih berhasil mencuri perhatian, mulai dari sistem pembayaran pajak digital (e-tax), manajemen pengelolaan sampah modern, hingga teknologi kesehatan berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi dini penyakit TBC hanya lewat analisis suara batuk.
Gelaran Inotek 2026 ini sengaja diinisiasi untuk memotivasi serta memfasilitasi masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para inovator lokal. Harapannya, lahir teknologi solutif yang membuat pelayanan publik menjadi lebih mudah, cepat, transparan, sekaligus mendongkrak indeks daerah. Tak hanya menjadi wadah apresiasi kreativitas, momen ini juga menegaskan komitmen Pemkab Madiun di sektor pendidikan lewat penyaluran program beasiswa bagi keluarga yang membutuhkan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memberikan apresiasi terhadap seluruh karya yang masuk. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa aspek legalitas dan keamanan sistem tetap menjadi prioritas utama sebelum teknologi ini diadopsi secara luas.
“Secara teori, inovasi-inovasi ini sangat luar biasa. Namun, karena ini masih baru, mekanismenya akan kita patenkan lebih dulu. Harus melalui uji coba dan kajian mendalam agar mendapatkan sertifikasi resmi dari pemerintah sebelum benar-benar di-launching ke masyarakat,” ujar Hari Wuryanto.
Pemkab Madiun bakal menjadwalkan proses evaluasi ketat yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Setelah seluruh sistem dinyatakan siap dan penandatanganan implementasi bersama jajaran OPD terkait selesai dilakukan, barulah inovasi-inovasi ini akan diluncurkan secara massal untuk melayani masyarakat.

Puncak acara ditutup dengan pengumuman para pemenang dari empat kategori yang berhasil membawa pulang penghargaan serta dana pembinaan dari Pemkab Madiun.
Berikut adalah daftarnya:
Kategori I (Inovasi Daerah/OPD)
Juara I: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa – Inovasi “Transaksi Non Tunai dalam Tata Kelola Keuangan Desa menggunakan CMS-Siskeudes”.
Juara II: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan – Inovasi “Si Lebah Edu: Sistem Learning Dan Bantuan Holistik Education”.
Juara III: Dinas Kesehatan – Platform “EMASSA: Edukasi Emergensi Masuk Masyarakat”.
Kategori II (Berbasis Website/Mobile Apps/Android)
Juara I: Mahdaviqia Dharmawan – Inovasi “Pendekar Sawah”.
Kategori III (Bidang Agribisnis, Energi Baru Terbarukan, Sosial Budaya, dan Kependudukan)
Juara I: Ahmad Latiful Ansor dan Angga Lestiana Putra – Sistem pengelolaan sampah “V-CIRCULAR 29”.
Kategori IV (Kelompok Pelajar)
Juara I: Julia Nabila Karim dan Fatimah – Karya kuliner lokal inovatif “Pembuatan ‘mocaco cookies’”.
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




