38 Pelajar SD-SMP Ikuti Lomba Craft Painting di Balai Kota Madiun, Asah Kreativitas Lewat Ikon Kota
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Halaman Balai Kota Madiun dipenuhi semangat kreativitas pada Jumat (17/7/2026). Sebanyak 38 pelajar tingkat SD hingga SMP sederajat mengikuti lomba Craft Painting dengan media lukis berbahan anyaman. Mengusung tema identitas Kota Madiun, para peserta tampak serius menggoreskan kuas demi menghadirkan karya terbaik.
Berbeda dari melukis di atas kertas atau kanvas, permukaan anyaman yang tidak rata menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu justru memacu para peserta untuk lebih teliti dalam menuangkan ide dan imajinasi mereka.
Salah satu peserta, Shally Secundina Vallance Azzara, memilih mengangkat tema Pendekar Pecel , perpaduan antara ikon pendekar dan kuliner khas Kota Madiun.
“Pendekar Pecel karena itu ikon Madiun. Ada pendekarnya dan pecel sebagai makanan khas Madiun,” ujarnya.
Shally mengaku melukis di atas media anyaman memberikan pengalaman berbeda dibandingkan menggunakan kertas. “Kesulitannya karena anyamannya tidak rata. Kalau di kertas kan lebih rata, jadi lebih enak. Itu yang menjadi tantangannya,” katanya.
Meski mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil karyanya, siswi yang telah beberapa kali mengikuti lomba seni tersebut tetap antusias jika kembali mendapat kesempatan mengikuti kompetisi serupa.
“Tentu saja mau ikut lagi,” ucapnya penuh semangat.
Kecintaan Shally terhadap dunia seni rupanya sudah tumbuh sejak kecil. Ia mengaku gemar menggambar hingga akhirnya didukung sang ibu untuk mengembangkan bakat tersebut. Selain melukis, ia juga aktif mengikuti berbagai lomba seni, termasuk kaligrafi, di sejumlah daerah seperti Surabaya, Gresik, hingga Ponorogo.
“Pernah beberapa kali dapat juara. Tentunya ini juga menjadi pengalaman menarik mengikuti lomba Craft Painting ini,” jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, turut meninjau langsung jalannya lomba. Ia berkeliling mengamati satu per satu karya para pelajar sekaligus memberikan semangat kepada peserta yang tengah menyelesaikan lukisannya. Bagus menilai karya para peserta sudah mampu menggambarkan identitas Kota Madiun.
“Kalau saya lihat secara dasar, dengan tema Kota Madiun, identitas Kota Madiun itu sudah terlihat. Tinggal menunggu hasil akhirnya. Beberapa karya juga sudah kelihatan bagus,” ujarnya.
Menurut Bagus, lomba ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, tidak hanya melalui pendidikan akademik tetapi juga kreativitas. Craft Painting ini merupakan bagian dari Madiun Batik Heritage Festival dalam rangkaian Hari Jadi Kota Madiun ke-108.
“Kami benar-benar ingin menggarap SDM mulai tingkat SD agar mereka bisa menunjukkan kreativitas. Selain aktivitas akademis, aktivitas kreativitas juga harus mendapat ruang,” katanya.
Pemerintah Kota Madiun pun berencana memperbanyak kegiatan serupa sebagai wadah bagi para pelajar untuk terus mengembangkan bakat seni. Bahkan, pada Agustus mendatang akan digelar kegiatan melukis di atas kertas dan kanvas yang diperkirakan melibatkan sekitar 300 pelukis cilik di kawasan Pahlawan Street Center (PSC).
“Diperbanyak lagi. Nanti juga Agustus ada lukis langsung di kertas dan kanvas begitu. Kurang lebih ada 300 pelukis kecil, itu besok akan show di Pahlawan Street Center,” pungkas Bagus.
Melalui ajang seperti Craft Painting, kreativitas anak-anak tidak hanya diasah, tetapi juga diarahkan untuk semakin mengenal dan mencintai identitas daerahnya. Karya-karya yang lahir dari tangan para pelajar menjadi bukti bahwa semangat berkesenian dapat tumbuh sejak dini ketika didukung ruang berekspresi yang memadai. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




