PSCP Pusat Magetan Tegaskan Legalitas Hak Merek dan Hak Cipta pada Peringatan Harlah Ke-52
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 63
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan (PSCP) memanfaatkan momentum Hari Lahir (Harlah) ke-52 untuk menegaskan legalitas hak merek dan hak cipta yang dimiliki perguruan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat identitas organisasi sekaligus menjaga kelestarian budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.
Mengusung tema “Lestarikan Budaya, Wujudkan Generasi Berprestasi”, PSCP menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur perguruan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Padepokan Wiro Yudo Wicaksono, Magetan, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran Pengurus Pusat, perwakilan pengurus daerah dan cabang.
Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Pusat mengumumkan bahwa hak merek dan hak cipta milik Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan telah memperoleh pengakuan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Dengan demikian, seluruh identitas resmi perguruan memiliki kekuatan hukum dan penggunaannya harus sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun hak merek yang telah terdaftar meliputi logo resmi perguruan serta simbol sakral tiga dimensi. Sementara hak cipta mencakup Seragam Sakral Siswa dan Madya, Mars PSCP, foto Eyang Wagiman, jurus-jurus perguruan, hingga semboyan “Wiro Yudo Wicaksono”.
Ketua Umum PSCP Pusat Magetan, Joko Suryono, mengatakan pengakuan hukum terhadap hak merek dan hak cipta merupakan tonggak penting bagi perjalanan organisasi. Selain memberikan kepastian hukum, legalitas tersebut juga menjadi bentuk perlindungan terhadap identitas dan nilai-nilai yang telah dibangun perguruan selama lebih dari lima dekade.
“Dengan telah diakuinya hak merek dan hak cipta PSCP secara resmi, kami ingin memastikan seluruh warga perguruan menggunakan identitas yang benar dan sesuai ketentuan. Ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan dan rasa memiliki seluruh anggota,” ujar Joko Suryono.
Menurutnya, setiap atribut, simbol, hingga karya intelektual yang dimiliki PSCP merupakan bagian dari sejarah dan jati diri perguruan yang harus dijaga bersama. Karena itu, seluruh anggota diharapkan memahami pentingnya menggunakan identitas resmi sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“Hak merek dan hak cipta ini bukan sekadar persoalan administrasi hukum. Di dalamnya ada sejarah perjuangan para pendiri, nilai-nilai luhur, dan identitas perguruan yang wajib kita hormati serta kita lestarikan bersama,” katanya.
Pengurus Pusat juga menginstruksikan seluruh pengurus daerah dan pengurus cabang di berbagai wilayah agar segera menyosialisasikan penggunaan identitas resmi tersebut kepada seluruh anggota, pelatih, maupun masyarakat melalui berbagai media informasi, baik media cetak, elektronik, maupun media sosial.
Langkah itu diharapkan mampu mencegah penggunaan atribut yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi sekaligus menciptakan keseragaman identitas di seluruh jajaran PSCP. Pengurus daerah dan cabang juga diminta menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada warga perguruan mengenai penggunaan hak merek dan hak cipta secara benar.
Joko menambahkan, tema Harlah ke-52 tidak hanya menjadi slogan seremonial, melainkan komitmen untuk terus melestarikan budaya pencak silat sekaligus membentuk generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia.
“Kami berharap momentum Harlah ke-52 ini semakin memperkuat soliditas seluruh keluarga besar PSCP. Dengan persatuan yang kuat dan penghormatan terhadap identitas perguruan, kami optimistis PSCP akan terus berkembang, menjaga budaya bangsa, serta melahirkan atlet dan generasi penerus yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Melalui peringatan Harlah ke-52, PSCP mengajak seluruh warga perguruan untuk terus menjaga persatuan, memperkuat soliditas organisasi, serta mengamalkan nilai-nilai luhur pencak silat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat “Lestarikan Budaya, Wujudkan Generasi Berprestasi”, PSCP optimistis dapat terus berkontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai salah satu perguruan pencak silat yang berakar kuat di Kabupaten Magetan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




