Berita Terkini
Trending Tags

DKPP Madiun Sisir Jeroan Hewan Kurban Idul Adha, Cacing Hati Jadi Ancaman Utama

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas DKPP Madiun memeriksa jeroan sapi kurban cegah cacing hati. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pemeriksaan hewan kurban di Kabupaten Madiun tak hanya fokus pada daging. Saat proses penyembelihan Idul Adha 2026 berlangsung, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mengawasi ketat organ dalam sapi seperti hati, paru-paru, hingga limpa guna mengantisipasi cacing hati dan penyakit berbahaya lainnya.

Petugas DKPP Kabupaten Madiun melakukan pemeriksaan postmortem di sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban, salah satunya di rumah pemotongan hewan Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Rabu (27/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan langsung setelah hewan disembelih dengan fokus utama pada organ dalam atau jeroan sapi. Bagian hati menjadi perhatian khusus karena rentan terinfeksi cacing hati yang dapat membahayakan kesehatan.

“Yang kami periksa itu organ dalam seperti jantung, hati, dan paru-paru. Kalau ada perubahan, terutama di hati, langsung kami afkir,” ujar Petugas DKPP Kabupaten Madiun, drh Denny Irawan.

Ia menjelaskan, ciri hati sapi yang sehat biasanya berwarna cerah dengan permukaan halus dan tepian runcing. Sementara hati yang terindikasi cacing hati umumnya mengalami pembengkakan, berwarna pucat, hingga mengeluarkan cairan kuning saat disayat.

“Kalau ada cacing hati biasanya pinggir hati tumpul, ada nodul seperti keju, lalu keluar cairan kuning dan terlihat cacing kecil seperti daun,” katanya.

Meski begitu, hingga pemeriksaan di titik penyembelihan Desa Sidorejo dilakukan, DKPP memastikan belum menemukan adanya kasus cacing hati pada hewan kurban.

“Dari 16 ekor yang kami periksa pagi ini, Alhamdulillah belum ditemukan cacing hati ataupun perubahan organ lainnya,” imbuhnya.

DKPP juga menerjunkan petugas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Madiun selama Idul Adha berlangsung. Pemeriksaan diprioritaskan di lokasi penyembelihan dengan jumlah hewan kurban tinggi.

Jika ditemukan organ yang terinfeksi, petugas menyarankan bagian jeroan langsung dibuang dan tidak dikonsumsi. Namun, daging sapi tetap dinyatakan aman selama tidak mengalami gangguan kesehatan.

“Saran kami kalau ada temuan di jeroan, lebih baik diafkir atau dibuang. Tapi dagingnya tetap aman dikonsumsi,” tutup drh Denny.

Sementara itu, jagal sapi di lokasi penyembelihan, Samirin, mengatakan pada hari pertama Idul Adha pihaknya menyembelih 16 ekor sapi. Total hewan kurban yang diproses di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 40 ekor selama tiga hari.

“Yang menyembelih di sini kebanyakan warga sekitar Madiun. Mereka memilih di sini karena tidak punya tempat penyembelihan sendiri,” kata Samirin.

Selain melayani penyembelihan Idul Adha, lokasi tersebut juga kerap digunakan warga untuk kebutuhan hajatan dan akikah meski dalam jumlah terbatas. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekecewaan Wali Murid yang Anaknya Ikut MPLS tetapi Dinyatakan Tak Terdaftar di SMPN 2 Dagangan

    Kekecewaan Wali Murid yang Anaknya Ikut MPLS tetapi Dinyatakan Tak Terdaftar di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Harapan Kartini, warga Dusun Sebakah, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun untuk menyekolahkan putranya di SMP Negeri 2 Dagangan pupus di tengah jalan. Alih-alih mendapatkan sekolah impian, ia justru mengalami pengalaman membingungkan usai putranya dinyatakan tidak terdaftar sebagai siswa baru, meskipun sudah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Insiden ini […]

    Bagikan
  • Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ngawi, Delapan Santri Diduga Jadi Korban

    Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ngawi, Delapan Santri Diduga Jadi Korban

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Pengasuh Pondok Pesantren Ngawitan Kanjeng Sunan Kalijogo di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berinisial DAN resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap sejumlah santri. Penetapan tersangka dilakukan penyidik Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ngawi setelah polisi mengantongi alat bukti yang cukup. Kasatreskrim Polres […]

    Bagikan
  • Jamiyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama Mencetak Qori’ Qori’ah, penghafal dan Pengajaran baca tulis Al Qur’an melalui Metode Tartila

    Jamiyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama Mencetak Qori’ Qori’ah, penghafal dan Pengajaran baca tulis Al Qur’an melalui Metode Tartila

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang paling strategis untuk dipertahankan, diperkuat, dan dikembangkan karena menyangkut langsung Al-Qur’an, kitab suci umat Islam. Termasuk Tartila yang merupakan metode pembelajaran membaca dan menulis Al-Quran yang menekankan cara dengan Tartil , yaitu membaca Al-Quran dengan pelan, benar dan sesuai dengan […]

    Bagikan
  • Potret Pilu SDN Nailan Ponorogo, Hanya Tersisa 13 Siswa, Kelas 1 dan 2 Tanpa Murid

    Potret Pilu SDN Nailan Ponorogo, Hanya Tersisa 13 Siswa, Kelas 1 dan 2 Tanpa Murid

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana hari pertama masuk sekolah yang biasanya diwarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tak terlihat di SD Negeri Nailan, Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Senin (13/7/2026). Sekolah dasar negeri satu-satunya di Desa Nailan itu kembali tidak menerima satu pun peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menjadi […]

    Bagikan
  • Belum Bebas dari Penjara, Mantan Kades Ngariboyo Kembali Terseret Korupsi APBDes 2023, Negara Rugi Rp614 Juta

    Belum Bebas dari Penjara, Mantan Kades Ngariboyo Kembali Terseret Korupsi APBDes 2023, Negara Rugi Rp614 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan kembali menetapkan mantan Kepala Desa Ngariboyo, Sumadi, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2023, Kamis (16/4/2026). Penetapan ini menambah daftar kasus hukum yang menjerat Sumadi, setelah sebelumnya ia divonis dua tahun penjara dalam perkara serupa. Kepala Seksi Pidana Khusus […]

    Bagikan
  • Gencar Kampanye Keselamatan, PT JNK Soroti Kecelakaan Tabrak Belakang di Tol Ngawi–Kertosono

    Gencar Kampanye Keselamatan, PT JNK Soroti Kecelakaan Tabrak Belakang di Tol Ngawi–Kertosono

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) menggelar kampanye keselamatan bertajuk Safety Campaign di Rest Area KM 597 Jalur A, Rabu (18/06/2025). Kegiatan ini menyasar para pengemudi truk guna menekan angka kecelakaan lalu lintas jenis tabrak belakang yang kerap terjadi di jalan tol. Sebanyak 20 pengemudi truk terlibat dalam kegiatan ini. […]

    Bagikan
expand_less