Padang Mbranang 2026 Sedot Ribuan Pengunjung, Festival Digital Madiun Siap Hadir dengan Konsep Baru Tahun Depan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Gelaran Padang Mbranang 2026 sukses menjadi magnet wisata baru dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun ke-108. Festival seni digital yang digelar di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) pada 24–26 Juli 2026 itu dipadati ribuan pengunjung yang datang untuk menikmati pertunjukan video mapping, digital art experience, permainan cahaya, hingga karya visual kreatif berbasis teknologi.
Selama tiga hari penyelenggaraan, kawasan pusat Kota Madiun dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah. Antusiasme pengunjung bahkan melampaui perkiraan panitia, sehingga sejumlah titik harus menerapkan sistem buka-tutup demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan perdana festival tersebut. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek teknis yang akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya.
“Karena ini sebagai event pertama sekaligus kita anggap terbesar se-Asia Tenggara, tentu masih ada beberapa evaluasi untuk penyempurnaan. Tahun depan kami siapkan konsep yang berbeda dan lebih baik,” ujarnya.
Menurut Bagus, perkembangan teknologi yang sangat cepat menjadi alasan mengapa konsep Padang Mbranang akan terus diperbarui setiap tahun. Jika tahun ini menghadirkan tambahan Digital Art Experience, maka pada penyelenggaraan berikutnya diharapkan muncul inovasi baru yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Tak hanya menjadi hiburan, pemerintah juga berharap festival ini mampu melahirkan talenta-talenta kreatif dari Kota Madiun.
“Saya berharap tahun depan sudah mulai muncul kreator-kreator dari Madiun yang memiliki karya sendiri. Kemarin sudah ada peserta dari SMA Negeri 1 Madiun yang berhasil masuk final. Ini akan terus kami dorong agar semakin banyak content creator dan kreator digital dari Kota Madiun,” katanya.
Selama penyelenggaraan Padang Mbranang, aktivitas di pusat kota berlangsung sangat ramai. Bagus menyebut seluruh rangkaian acara Hari Jadi Kota Madiun berhasil menarik masyarakat dari luar daerah.
“Selama tiga hari ini Madiun penuh dikunjungi masyarakat dari luar kota. Semua kegiatan berada di kawasan Jalan Pahlawan sehingga pengunjung bisa menikmati seluruh rangkaian acara sekaligus,” ungkapnya.
Meski belum ada angka resmi jumlah wisatawan, pemerintah memperkirakan setiap lokasi kegiatan dipadati lebih dari 10 ribu pengunjung. Selain itu, tercatat sekitar 120 bus wisata datang ke Kota Madiun selama tiga hari pelaksanaan, belum termasuk wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi.
Ramainya kunjungan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Menurut Bagus, para pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga jasa parkir merasakan peningkatan pendapatan selama festival berlangsung.
“Kegiatan seperti ini memang kami harapkan selalu berdampak pada ekonomi masyarakat. Pedagang di PSC, Alun-alun, hingga kawasan stadion semuanya mengaku dagangannya laris,” tuturnya.
Sementara itu, Yedutun Linus Suwarno, Inisiator Padang Mbranang sekaligus Founder Imajiwa Creative Studio, mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat yang jauh melampaui ekspektasi.
“Setelah tiga hari ini cukup shock. Antusias masyarakat luar biasa dan benar-benar di luar prediksi kami. Semoga tahun depan persiapannya lebih matang,” katanya.
Ia berharap Padang Mbranang tidak hanya menjadi ajang kompetisi tingkat Asia, tetapi dapat berkembang menjadi festival berskala global dengan peserta yang lebih banyak serta pengalaman visual yang semakin menarik.

“Ke depan kami ingin open call lebih panjang, pesertanya tidak hanya se-Asia tetapi bisa terbuka secara global. Kami juga ingin menghadirkan pengalaman baru, termasuk kemungkinan video mapping di gedung-gedung lain sehingga setiap tahun selalu ada hal yang berbeda,” ujarnya.
Selain itu, Yedutun berharap penyelenggaraan festival mampu menjadi ruang belajar bagi generasi muda Kota Madiun untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni digital dan video mapping.
Menurutnya, keberhasilan salah satu peserta asal Madiun yang berhasil menembus babak final menjadi motivasi bagi pelajar dan komunitas kreatif lokal untuk lebih berani berkarya.
“Kami ingin membuat program sosialisasi maupun pelatihan bagi siswa SMP, SMA, maupun komunitas kreatif agar semakin banyak yang tertarik masuk ke dunia video mapping. Siapa tahu tahun depan justru juaranya dari Kota Madiun sendiri,” katanya.
Salah satu titik yang paling banyak menarik perhatian adalah Digital Art Experience di area bawah tanah PSC. Tingginya jumlah pengunjung membuat panitia harus menerapkan pembatasan kapasitas karena lokasi tersebut sempat mengalami lonjakan pengunjung.
“Awalnya kami khawatir masyarakat kurang tertarik karena lokasinya di bawah tanah. Ternyata justru overload. Ini menjadi evaluasi agar tahun depan fasilitas dan sirkulasi pengunjung bisa dibuat lebih baik,” pungkas Yedutun.
Keberhasilan Padang Mbranang 2026 menunjukkan bahwa perpaduan teknologi, seni, dan ruang publik mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi daerah. Dengan berbagai evaluasi dan rencana pengembangan, festival ini diharapkan terus berkembang sebagai agenda unggulan Kota Madiun yang mampu menarik perhatian dunia. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




