Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Musim Hajatan dan MBG Dongkrak Harga Ayam, Telur Malah Sepi Peminat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kenaikan harga ayam tekan usaha kuliner di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pergerakan harga dua komoditas pangan utama di Kabupaten Magetan menunjukkan tren yang berlawanan. Harga daging ayam pedaging terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp35 ribu per kilogram, sedangkan harga telur ayam justru merosot ke kisaran Rp20–21 ribu per kilogram di tingkat kandang. Kondisi tersebut memunculkan dampak berbeda bagi peternak, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kuliner.

Kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan pada awal Agustus. Selain banyaknya kegiatan hajatan masyarakat, kebutuhan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendongkrak permintaan ayam pedaging. Sementara itu, penjualan telur justru melemah akibat daya beli masyarakat yang dinilai menurun sehingga stok mulai menumpuk.

Pedagang ayam di Pasar Sayur Magetan, Sunarti, mengatakan harga ayam saat ini telah mencapai Rp35 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp7 ribu dibandingkan sepekan sebelumnya yang masih berkisar Rp28 ribu per kilogram.

Menurutnya, lonjakan permintaan menjadi faktor utama kenaikan harga. Selain kebutuhan hajatan yang meningkat pada musim tertentu, dapur penyedia makanan untuk Program MBG juga menyerap pasokan ayam dalam jumlah cukup besar.

“Harga Rp35 ribu ini sebenarnya sudah standar supaya peternak tetap mendapatkan keuntungan. Kalau terus di harga Rp28 ribu, peternak bisa rugi,” ujarnya.

Sunarti menilai kondisi saat ini justru lebih menguntungkan bagi peternak karena harga jual sudah berada pada level yang layak. Meski margin keuntungan pedagang tidak sebesar ketika harga ayam murah, tingginya permintaan membuat perputaran barang lebih cepat sehingga usaha tetap berjalan sehat.

“Kalau harga ayam mahal justru jualnya lebih enak karena banyak yang cari. Yang penting dagangan cepat habis,” katanya.

Berbeda dengan ayam, harga telur justru terus mengalami penurunan. Saat ini harga di tingkat kandang hanya berada di kisaran Rp20–21 ribu per kilogram. Padahal, saat Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah, harga telur sempat menyentuh Rp23 ribu per kilogram di tingkat peternak dan dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram di pasar.

Image Not Found
Harga telur turun, pedagang keluhkan sepinya pembeli. Foto : Kus-Sinergia

Pedagang telur di Pasar Sayur Magetan, Ook Cahyadi, mengatakan tren penurunan harga terjadi karena permintaan masyarakat kembali melemah. Akibatnya, penjualan melambat dan stok telur mulai menumpuk, baik di kandang peternak maupun di lapak pedagang.

“Awal MBG buka sempat Rp23 ribu dari kandang. Sekarang tinggal Rp20 ribu. Itu pun susah laku, satu peti telur bisa dua hari belum habis,” keluhnya.

Menurut Ook, rendahnya daya beli masyarakat membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan pangan. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan pedagang telur, tetapi juga sejumlah pedagang kebutuhan pokok lainnya yang mengalami perlambatan perputaran barang.

Kenaikan harga ayam juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kuliner. Pemilik warung makan di Magetan, Suprihatin, mengaku biaya pembelian bahan baku meningkat cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, ia memilih mempertahankan harga jual menu agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain.

“Pastinya keuntungan berkurang karena belanja naik. Kami tidak berani menaikkan harga, nanti pelanggan kecewa dan kapok makan di warung,” ujarnya.

Suprihatin mengatakan jumlah pembelian ayam untuk kebutuhan warung tetap dipertahankan agar kualitas dan porsi makanan tidak berubah. Konsekuensinya, keuntungan usaha harus dikurangi demi menjaga loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat.

Perbedaan tren harga ayam dan telur ini menunjukkan dinamika pasar pangan yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari peningkatan permintaan musiman, pelaksanaan Program MBG, hingga melemahnya daya beli masyarakat. Di satu sisi, peternak ayam mulai menikmati harga jual yang lebih menguntungkan. Namun di sisi lain, peternak dan pedagang telur masih menghadapi tantangan akibat lesunya penyerapan pasar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • KORPRI Bagikan 978 Paket Beras untuk Ojek dan Pekerja Informal di Magetan

    KORPRI Bagikan 978 Paket Beras untuk Ojek dan Pekerja Informal di Magetan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, KORPRI Kabupaten Magetan menyalurkan 978 paket beras kepada para pekerja sektor informal seperti ojek online, ojek konvensional, jasa gendong, dan tukang parkir. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan dan menjadi bagian dari gerakan sosial Korpri Peduli. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengatakan bahwa bantuan […]

    Bagikan
  • Serapan Anggaran 2025 Disorot DPRD, Pemkab Ponorogo Akui Ada Proyek Tertunda Pasca OTT KPK

    Serapan Anggaran 2025 Disorot DPRD, Pemkab Ponorogo Akui Ada Proyek Tertunda Pasca OTT KPK

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tahun 2025 menjadi sorotan DPRD. Sejumlah program yang tidak terealisasi hingga akhir tahun menyebabkan munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kali ini merupakan kelanjutan agenda yang sempat tertunda. DPRD pun membentuk panitia khusus […]

    Bagikan
  • Catat ! Selama 13 Hari, Polres Madiun Kerahkan 215 Personel di Ops Zebra Semeru 2025

    Catat ! Selama 13 Hari, Polres Madiun Kerahkan 215 Personel di Ops Zebra Semeru 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Polres Madiun mengerahkan 215 personel dalam Operasi Zebra Semeru 2025 yang resmi dimulai 17–30 November. Kesiapan pasukan ditandai dengan apel gelar di Lapangan Tribrata, Senin (16/11/2025), dipimpin Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara yang membacakan amanat Kapolda Jawa Timur. Operasi Zebra tahun ini menargetkan peningkatan kepatuhan berlalu lintas sekaligus menekan tingginya […]

    Bagikan
  • Periksa 2 Orang Terkait Benda Mencurigakan, Kapolres Madiun : Isi Kardus Itu Petasan

    Periksa 2 Orang Terkait Benda Mencurigakan, Kapolres Madiun : Isi Kardus Itu Petasan

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jajaran Polres Madiun bersama tim Gegana Satbrimob Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang yang berkaitan dengan benda mencurigakan diduga berisi bahan peledak menyerupai bom. Diketahui, benda mencurigakan itu ditemukan di sekitar Exit Tol Dumpil Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Tim Gegana […]

    Bagikan
  • Polisi Selidiki Tas Berisi 155 Amunisi Ditemukan di Tol Ngawi–Kertosono

    Polisi Selidiki Tas Berisi 155 Amunisi Ditemukan di Tol Ngawi–Kertosono

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah tas kain berwarna kuning berisi 155 butir peluru ditemukan di KM 604A Tol Ngawi–Kertosono, tepatnya di wilayah Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (15/08/2025). Polisi segera melakukan penyelidikan untuk melacak pemilik tas dan asal-usul amunisi tersebut. Kanit Pidum Satreskrim Polres Madiun, Ipda Ichsan Novianto, membenarkan penemuan yang pertama […]

    Bagikan
  • Idul Adha 1446 H, Disnakan Magetan Catat 132 Ekor Sapi Disembelih di RPH Magetan

    Idul Adha 1446 H, Disnakan Magetan Catat 132 Ekor Sapi Disembelih di RPH Magetan

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) milik Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan ramai dikunjungi warga pada hari pertama Iduladha, Jumat (06/06/2025). Banyak masyarakat memilih memanfaatkan fasilitas ini karena dianggap lebih aman dan sesuai syariat. Salah satu pengguna jasa RPH, Yuli Budiono, mengungkapkan alasan dirinya mempercayakan proses penyembelihan di fasilitas milik pemerintah […]

    Bagikan
expand_less