Berita Terkini
Trending Tags

Musim Hajatan dan MBG Dongkrak Harga Ayam, Telur Malah Sepi Peminat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 126
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kenaikan harga ayam tekan usaha kuliner di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pergerakan harga dua komoditas pangan utama di Kabupaten Magetan menunjukkan tren yang berlawanan. Harga daging ayam pedaging terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp35 ribu per kilogram, sedangkan harga telur ayam justru merosot ke kisaran Rp20–21 ribu per kilogram di tingkat kandang. Kondisi tersebut memunculkan dampak berbeda bagi peternak, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kuliner.

Kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan pada awal Agustus. Selain banyaknya kegiatan hajatan masyarakat, kebutuhan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendongkrak permintaan ayam pedaging. Sementara itu, penjualan telur justru melemah akibat daya beli masyarakat yang dinilai menurun sehingga stok mulai menumpuk.

Pedagang ayam di Pasar Sayur Magetan, Sunarti, mengatakan harga ayam saat ini telah mencapai Rp35 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp7 ribu dibandingkan sepekan sebelumnya yang masih berkisar Rp28 ribu per kilogram.

Menurutnya, lonjakan permintaan menjadi faktor utama kenaikan harga. Selain kebutuhan hajatan yang meningkat pada musim tertentu, dapur penyedia makanan untuk Program MBG juga menyerap pasokan ayam dalam jumlah cukup besar.

“Harga Rp35 ribu ini sebenarnya sudah standar supaya peternak tetap mendapatkan keuntungan. Kalau terus di harga Rp28 ribu, peternak bisa rugi,” ujarnya.

Sunarti menilai kondisi saat ini justru lebih menguntungkan bagi peternak karena harga jual sudah berada pada level yang layak. Meski margin keuntungan pedagang tidak sebesar ketika harga ayam murah, tingginya permintaan membuat perputaran barang lebih cepat sehingga usaha tetap berjalan sehat.

“Kalau harga ayam mahal justru jualnya lebih enak karena banyak yang cari. Yang penting dagangan cepat habis,” katanya.

Berbeda dengan ayam, harga telur justru terus mengalami penurunan. Saat ini harga di tingkat kandang hanya berada di kisaran Rp20–21 ribu per kilogram. Padahal, saat Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah, harga telur sempat menyentuh Rp23 ribu per kilogram di tingkat peternak dan dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram di pasar.

Image Not Found
Harga telur turun, pedagang keluhkan sepinya pembeli. Foto : Kus-Sinergia

Pedagang telur di Pasar Sayur Magetan, Ook Cahyadi, mengatakan tren penurunan harga terjadi karena permintaan masyarakat kembali melemah. Akibatnya, penjualan melambat dan stok telur mulai menumpuk, baik di kandang peternak maupun di lapak pedagang.

“Awal MBG buka sempat Rp23 ribu dari kandang. Sekarang tinggal Rp20 ribu. Itu pun susah laku, satu peti telur bisa dua hari belum habis,” keluhnya.

Menurut Ook, rendahnya daya beli masyarakat membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan pangan. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan pedagang telur, tetapi juga sejumlah pedagang kebutuhan pokok lainnya yang mengalami perlambatan perputaran barang.

Kenaikan harga ayam juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kuliner. Pemilik warung makan di Magetan, Suprihatin, mengaku biaya pembelian bahan baku meningkat cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, ia memilih mempertahankan harga jual menu agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain.

“Pastinya keuntungan berkurang karena belanja naik. Kami tidak berani menaikkan harga, nanti pelanggan kecewa dan kapok makan di warung,” ujarnya.

Suprihatin mengatakan jumlah pembelian ayam untuk kebutuhan warung tetap dipertahankan agar kualitas dan porsi makanan tidak berubah. Konsekuensinya, keuntungan usaha harus dikurangi demi menjaga loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat.

Perbedaan tren harga ayam dan telur ini menunjukkan dinamika pasar pangan yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari peningkatan permintaan musiman, pelaksanaan Program MBG, hingga melemahnya daya beli masyarakat. Di satu sisi, peternak ayam mulai menikmati harga jual yang lebih menguntungkan. Namun di sisi lain, peternak dan pedagang telur masih menghadapi tantangan akibat lesunya penyerapan pasar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Bhayangkara ke-80, Polres Magetan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Publik

    Hari Bhayangkara ke-80, Polres Magetan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 digelar secara khidmat di Alun-Alun Magetan, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Magetan, TNI, Pemerintah Kabupaten Magetan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat. Dalam upacara tersebut, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa membacakan amanat Kapolda Jawa Timur. […]

    Bagikan
  • Kebutuhan ASN di Madiun Masih Dibahas, Terbentur Batas Belanja Pegawai 2027

    Kebutuhan ASN di Madiun Masih Dibahas, Terbentur Batas Belanja Pegawai 2027

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun masih membahas usulan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun mendatang. Proses tersebut belum final karena harus melalui tahapan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, mengatakan pengajuan formasi Calon Pegawai Negeri […]

    Bagikan
  • Baru Bebas, Residivis di Ngawi Kembali Beraksi Curi Truk, Dihadiahi Timah Panas

    Baru Bebas, Residivis di Ngawi Kembali Beraksi Curi Truk, Dihadiahi Timah Panas

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Polisi menembak kaki seorang residivis kasus pencurian dan penggelapan setelah pelaku kembali beraksi mencuri sebuah truk di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pelaku bernama Ridwan Mahmudi (29), warga Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Ridwan ditangkap Tim Tiger Satreskrim Polres Ngawi pada Kamis (27/8/2026) […]

    Bagikan
  • Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Catat 6 Insiden di Jalur dan Perlintasan

    Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Catat 6 Insiden di Jalur dan Perlintasan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat enam kejadian gangguan keamanan dan ketertiban selama masa Angkutan Lebaran 2026. Data ini menjadi dasar evaluasi perusahaan untuk tetap memperketat pengawasan jalur dan perlintasan meski masa posko telah berakhir. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan frekuensi perjalanan kereta […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Sosialisasi SAKIP Jelang Penilaian Kinerja OPD Tahun 2025

    Pemkab Madiun Sosialisasi SAKIP Jelang Penilaian Kinerja OPD Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia |  Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar sosialisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dalam rangka meningkatkan efektivitas penilaian kinerja organisasi perangkat daerah. Kegiatan ini berlangsung di ruang IT Pusat Pemerintahan Caruban Selasa (25/02/2025). Dalam sambutannya, Wakil Bupati Madiun menegaskan bahwa penguatan akuntabilitas kinerja merupakan salah satu strategi utama dalam mempercepat reformasi […]

    Bagikan
  • Ketua DPRD Soroti Pendidikan, Kesehatan hingga UMKM

    Ketua DPRD Soroti Pendidikan, Kesehatan hingga UMKM

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 menjadi momentum untuk menyoroti sejumlah sektor yang masih membutuhkan pembenahan. Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengakui pelayanan dan pembangunan di sejumlah sektor belum sepenuhnya mampu memberikan hasil terbaik bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Dwi Agus usai mengikuti rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi […]

    Bagikan
expand_less