Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Musim Hajatan dan MBG Dongkrak Harga Ayam, Telur Malah Sepi Peminat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 211
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kenaikan harga ayam tekan usaha kuliner di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pergerakan harga dua komoditas pangan utama di Kabupaten Magetan menunjukkan tren yang berlawanan. Harga daging ayam pedaging terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp35 ribu per kilogram, sedangkan harga telur ayam justru merosot ke kisaran Rp20–21 ribu per kilogram di tingkat kandang. Kondisi tersebut memunculkan dampak berbeda bagi peternak, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kuliner.

Kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan pada awal Agustus. Selain banyaknya kegiatan hajatan masyarakat, kebutuhan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendongkrak permintaan ayam pedaging. Sementara itu, penjualan telur justru melemah akibat daya beli masyarakat yang dinilai menurun sehingga stok mulai menumpuk.

Pedagang ayam di Pasar Sayur Magetan, Sunarti, mengatakan harga ayam saat ini telah mencapai Rp35 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp7 ribu dibandingkan sepekan sebelumnya yang masih berkisar Rp28 ribu per kilogram.

Menurutnya, lonjakan permintaan menjadi faktor utama kenaikan harga. Selain kebutuhan hajatan yang meningkat pada musim tertentu, dapur penyedia makanan untuk Program MBG juga menyerap pasokan ayam dalam jumlah cukup besar.

“Harga Rp35 ribu ini sebenarnya sudah standar supaya peternak tetap mendapatkan keuntungan. Kalau terus di harga Rp28 ribu, peternak bisa rugi,” ujarnya.

Sunarti menilai kondisi saat ini justru lebih menguntungkan bagi peternak karena harga jual sudah berada pada level yang layak. Meski margin keuntungan pedagang tidak sebesar ketika harga ayam murah, tingginya permintaan membuat perputaran barang lebih cepat sehingga usaha tetap berjalan sehat.

“Kalau harga ayam mahal justru jualnya lebih enak karena banyak yang cari. Yang penting dagangan cepat habis,” katanya.

Berbeda dengan ayam, harga telur justru terus mengalami penurunan. Saat ini harga di tingkat kandang hanya berada di kisaran Rp20–21 ribu per kilogram. Padahal, saat Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah, harga telur sempat menyentuh Rp23 ribu per kilogram di tingkat peternak dan dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram di pasar.

Image Not Found
Harga telur turun, pedagang keluhkan sepinya pembeli. Foto : Kus-Sinergia

Pedagang telur di Pasar Sayur Magetan, Ook Cahyadi, mengatakan tren penurunan harga terjadi karena permintaan masyarakat kembali melemah. Akibatnya, penjualan melambat dan stok telur mulai menumpuk, baik di kandang peternak maupun di lapak pedagang.

“Awal MBG buka sempat Rp23 ribu dari kandang. Sekarang tinggal Rp20 ribu. Itu pun susah laku, satu peti telur bisa dua hari belum habis,” keluhnya.

Menurut Ook, rendahnya daya beli masyarakat membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan pangan. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan pedagang telur, tetapi juga sejumlah pedagang kebutuhan pokok lainnya yang mengalami perlambatan perputaran barang.

Kenaikan harga ayam juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kuliner. Pemilik warung makan di Magetan, Suprihatin, mengaku biaya pembelian bahan baku meningkat cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, ia memilih mempertahankan harga jual menu agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain.

“Pastinya keuntungan berkurang karena belanja naik. Kami tidak berani menaikkan harga, nanti pelanggan kecewa dan kapok makan di warung,” ujarnya.

Suprihatin mengatakan jumlah pembelian ayam untuk kebutuhan warung tetap dipertahankan agar kualitas dan porsi makanan tidak berubah. Konsekuensinya, keuntungan usaha harus dikurangi demi menjaga loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat.

Perbedaan tren harga ayam dan telur ini menunjukkan dinamika pasar pangan yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari peningkatan permintaan musiman, pelaksanaan Program MBG, hingga melemahnya daya beli masyarakat. Di satu sisi, peternak ayam mulai menikmati harga jual yang lebih menguntungkan. Namun di sisi lain, peternak dan pedagang telur masih menghadapi tantangan akibat lesunya penyerapan pasar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pertanian Pemkab Madiun Adaptasi Tehnologi Drone Pupuk, Lahan Seluas 1.5 Hektar Bisa Disemprot Presisi

    Dinas Pertanian Pemkab Madiun Adaptasi Tehnologi Drone Pupuk, Lahan Seluas 1.5 Hektar Bisa Disemprot Presisi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun tengah getol uji drone untuk proses pemupukan. Efisiensi pemakaian selama 20 menit terbang, burung besi itu mampu menyemprotkan pupuk secara presisi di lahan sawah seluas 1.5 hektar. Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun, Raswiyanto mengaku drone ini merupakan salah satu adaptasi inovasi tehnologi kekinian. […]

    Bagikan
  • Guru-Guru Magetan Belajar Koding dan AI: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

    Guru-Guru Magetan Belajar Koding dan AI: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dunia pendidikan di Kabupaten Magetan tengah mengalami transformasi signifikan. Tak hanya fokus pada pelajaran konvensional, para guru kini sedang dibekali keterampilan masa depan pemrograman (koding) dan kecerdasan artifisial (AI). Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. […]

    Bagikan
  • Kejati Jatim Turut Kawal Program Asacita Presiden Prabowo

    Kejati Jatim Turut Kawal Program Asacita Presiden Prabowo

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur telah komitmen mengawal prioritas program nasional, termasuk makan bergizi gratis (MBG) dan ketahanan pangan.  Langkah itu ditegaskan Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati usai meresmikan gedung baru Kejaksaan negeri Madiun, sekaligus melaksanakan tebar benih bersama jajaran Forpimda Kabupaten Madiun Jawa Timur Selasa kemarin (21/1/2025).  “Kami mendukung […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siap Awasi Sasaran Program MBG bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita

    Pemkot Madiun Siap Awasi Sasaran Program MBG bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bakal melakukan pengawasan terhadap distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MGB). Apalagi, Kota Madiun ditunjuk oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk simulasi MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui hingga balita non PAUD. Hal itu bagian dari upaya untuk mencukupi […]

    Bagikan
  • Pasca Efisiensi Anggaran, Tender Proyek Fisik Belum Jalan

    Pasca Efisiensi Anggaran, Tender Proyek Fisik Belum Jalan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Proyek fisik di lingkup Pemerintah Kabupaten Madiun belum menampakan aktivitasnya pasca penyusunan efisiensi anggaran. Seiring terpangkasnya anggaran APBD Kabupaten Madiun senilai Rp 45 Miliar guna menindaklanjuti Inpres No 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kepala Bagian PBJ […]

    Bagikan
  • Penanganan RTLH di Kabupaten Madiun Tahun 2026 Turun 50 Persen, Ribuan Rumah Menunggu Perbaikan

    Penanganan RTLH di Kabupaten Madiun Tahun 2026 Turun 50 Persen, Ribuan Rumah Menunggu Perbaikan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun— Upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Madiun pada 2026 mengalami penurunan cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, sehingga jumlah rumah yang dapat ditangani tahun ini berkurang hampir separuh. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun mencatat, sepanjang 2026 hanya sekitar […]

    Bagikan
expand_less