Berita Terkini
Trending Tags

Musim Hajatan dan MBG Dongkrak Harga Ayam, Telur Malah Sepi Peminat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 50
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kenaikan harga ayam tekan usaha kuliner di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pergerakan harga dua komoditas pangan utama di Kabupaten Magetan menunjukkan tren yang berlawanan. Harga daging ayam pedaging terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp35 ribu per kilogram, sedangkan harga telur ayam justru merosot ke kisaran Rp20–21 ribu per kilogram di tingkat kandang. Kondisi tersebut memunculkan dampak berbeda bagi peternak, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kuliner.

Kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan pada awal Agustus. Selain banyaknya kegiatan hajatan masyarakat, kebutuhan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendongkrak permintaan ayam pedaging. Sementara itu, penjualan telur justru melemah akibat daya beli masyarakat yang dinilai menurun sehingga stok mulai menumpuk.

Pedagang ayam di Pasar Sayur Magetan, Sunarti, mengatakan harga ayam saat ini telah mencapai Rp35 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp7 ribu dibandingkan sepekan sebelumnya yang masih berkisar Rp28 ribu per kilogram.

Menurutnya, lonjakan permintaan menjadi faktor utama kenaikan harga. Selain kebutuhan hajatan yang meningkat pada musim tertentu, dapur penyedia makanan untuk Program MBG juga menyerap pasokan ayam dalam jumlah cukup besar.

“Harga Rp35 ribu ini sebenarnya sudah standar supaya peternak tetap mendapatkan keuntungan. Kalau terus di harga Rp28 ribu, peternak bisa rugi,” ujarnya.

Sunarti menilai kondisi saat ini justru lebih menguntungkan bagi peternak karena harga jual sudah berada pada level yang layak. Meski margin keuntungan pedagang tidak sebesar ketika harga ayam murah, tingginya permintaan membuat perputaran barang lebih cepat sehingga usaha tetap berjalan sehat.

“Kalau harga ayam mahal justru jualnya lebih enak karena banyak yang cari. Yang penting dagangan cepat habis,” katanya.

Berbeda dengan ayam, harga telur justru terus mengalami penurunan. Saat ini harga di tingkat kandang hanya berada di kisaran Rp20–21 ribu per kilogram. Padahal, saat Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah, harga telur sempat menyentuh Rp23 ribu per kilogram di tingkat peternak dan dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram di pasar.

Image Not Found
Harga telur turun, pedagang keluhkan sepinya pembeli. Foto : Kus-Sinergia

Pedagang telur di Pasar Sayur Magetan, Ook Cahyadi, mengatakan tren penurunan harga terjadi karena permintaan masyarakat kembali melemah. Akibatnya, penjualan melambat dan stok telur mulai menumpuk, baik di kandang peternak maupun di lapak pedagang.

“Awal MBG buka sempat Rp23 ribu dari kandang. Sekarang tinggal Rp20 ribu. Itu pun susah laku, satu peti telur bisa dua hari belum habis,” keluhnya.

Menurut Ook, rendahnya daya beli masyarakat membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan pangan. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan pedagang telur, tetapi juga sejumlah pedagang kebutuhan pokok lainnya yang mengalami perlambatan perputaran barang.

Kenaikan harga ayam juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kuliner. Pemilik warung makan di Magetan, Suprihatin, mengaku biaya pembelian bahan baku meningkat cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, ia memilih mempertahankan harga jual menu agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain.

“Pastinya keuntungan berkurang karena belanja naik. Kami tidak berani menaikkan harga, nanti pelanggan kecewa dan kapok makan di warung,” ujarnya.

Suprihatin mengatakan jumlah pembelian ayam untuk kebutuhan warung tetap dipertahankan agar kualitas dan porsi makanan tidak berubah. Konsekuensinya, keuntungan usaha harus dikurangi demi menjaga loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat.

Perbedaan tren harga ayam dan telur ini menunjukkan dinamika pasar pangan yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari peningkatan permintaan musiman, pelaksanaan Program MBG, hingga melemahnya daya beli masyarakat. Di satu sisi, peternak ayam mulai menikmati harga jual yang lebih menguntungkan. Namun di sisi lain, peternak dan pedagang telur masih menghadapi tantangan akibat lesunya penyerapan pasar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN Kecamatan Barat Jadi Korban Kecelakaan Maut KA Malioboro Ekspres di Magetan

    ASN Kecamatan Barat Jadi Korban Kecelakaan Maut KA Malioboro Ekspres di Magetan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api resmi dekat Stasiun Magetan, Jawa Timur, Senin (19/05/2025) siang. Sebuah rangkaian kereta api Malioboro Ekspres menabrak tujuh sepeda motor yang tengah melintas, menyebabkan empat orang tewas di lokasi. Salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Totok Hermanto (51), seorang aparatur sipil negara (ASN) […]

    Bagikan
  • Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

    Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suara gamelan mengalun di antara rindangnya pepohonan saat puluhan warga berkumpul di kawasan Petirtaan Dewi Sri, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Jumat Pahing bulan Suro. Di tengah prosesi bersih desa yang telah berlangsung turun-temurun, perhatian masyarakat tertuju pada ritual unik penarikan ikan kutuk atau ikan gabus yang hanya dapat dijumpai di situs […]

    Bagikan
  • Ini Dampak KA Kertanegara Tertemper Truk Pengangkut Pupuk Di Kediri

    Ini Dampak KA Kertanegara Tertemper Truk Pengangkut Pupuk Di Kediri

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kediri – Insiden kecelakaan melibatkan KA Kertanegara relasi Stasiun Malang-Purwokerto tertemper truk di JPL 267 KM 174+816 antara Stasiun Kras-Ngadiluwih menggemparkan warga di sekitar di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Akibat kerasnya benturan, KA Kertanegara menjadi ringsek dan menghentikan perjalanan. Sementara itu, truk nopol AG 8154 GD yang […]

    Bagikan
  • RSUD dr. Sayidiman Identifikasi Empat Korban Tewas Insiden KA Malioboro Ekspres

    RSUD dr. Sayidiman Identifikasi Empat Korban Tewas Insiden KA Malioboro Ekspres

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Empat orang dinyatakan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tragis yang terjadi di Magetan, Minggu (19/5/2025). Meski kronologi lengkap belum dirilis secara resmi, para korban telah mendapatkan penanganan medis dan administratif oleh rumah sakit rujukan di wilayah setempat. Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr. Sayidiman Magetan, Pujo Catur […]

    Bagikan
  • Banjir di Daop 4 Belum Surut, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Perjalanan KA Gajayana Tambahan Malang-Gambir

    Banjir di Daop 4 Belum Surut, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Perjalanan KA Gajayana Tambahan Malang-Gambir

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membatalkan perjalanan Kereta Api Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir pulang-pergi (PP) pada Selasa (20/1/2026). Pembatalan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan operasional akibat genangan air yang melanda wilayah Daop 4 Semarang pada Sabtu (17/1) hingga Minggu (18/1) lalu. Genangan air […]

    Bagikan
  • Ratusan Atlet Taekwondo dari Seluruh Indonesia Bertanding di Kejurnas Danlanud Iswahjudi Cup 2025

    Ratusan Atlet Taekwondo dari Seluruh Indonesia Bertanding di Kejurnas Danlanud Iswahjudi Cup 2025

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ratusan atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Kejurnas Danlanud Iswahjudi Cup Taekwondo Championship 2025 yang digelar di GOR Wilis Kota Madiun mulai Sabtu (18/10/2025) hingga Minggu (19/10/2025). Ketua Pelaksana Kejurnas, Letkol Kes Wahyudi Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ajang ini diikuti oleh 56 kontingen dengan total […]

    Bagikan
expand_less