Minggu, 8 Nov 2026
Trending Tags

Inspiratif! Seorang Guru Sulap Dak Lantai Tiga Jadi Kebun Ketahanan Pangan, Tanam Karakter Siswa Lewat Praktik Nyata

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 215
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Guru SMKN 2 Ponorogo sulap dak jadi kebun produktif. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai akademik. Pembentukan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, hingga jiwa kewirausahaan membutuhkan pengalaman langsung yang dapat dirasakan peserta didik.

Semangat tersebut sejalan dengan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Program ini mendorong sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sarana belajar sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian alam.

Gagasan itu diwujudkan Tarmin, guru SMK Negeri 2 Ponorogo, dengan cara sederhana namun inspiratif. Ia mengubah area kosong di dak lantai tiga Kost Griya Amanah yang dikelolanya di Jalan Poncowolo, Pakunden, Ponorogo, menjadi kebun produktif yang dimanfaatkan sebagai laboratorium belajar bagi siswa.

Lokasinya yang tidak jauh dari sekolah membuat kebun tersebut mudah dijangkau sebagai tempat praktik di luar ruang kelas. Di atas dak bangunan itu, puluhan tanaman pangan tumbuh subur dalam media tanam yang dibuat dari galon air mineral bekas. Berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, bawang merah, cabai, seledri, terong, hingga aneka tanaman hortikultura lainnya memenuhi area kebun dengan susunan yang rapi.

Konsep yang diterapkan tidak berhenti pada budidaya tanaman. Para siswa juga diajak memahami pentingnya ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Daun kering, sisa tanaman, dan limbah organik lainnya diolah kembali sebagai pupuk sehingga proses bercocok tanam menjadi lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi limbah.

Hasil panen dari kebun tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran penghuni Kost Griya Amanah yang sebagian besar merupakan siswa SMK Negeri 2 Ponorogo. Saat produksi melimpah, sayuran segar juga dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Tarmin mengatakan, kebun tersebut merupakan implementasi nyata Program SIKAP sekaligus media untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.

“Program ini bukan sekadar mengajarkan cara menanam sayuran, tetapi juga menanamkan karakter. Anak-anak belajar disiplin merawat tanaman setiap hari, bertanggung jawab terhadap tugasnya, bekerja sama, mencintai lingkungan, serta memahami pentingnya ketahanan pangan. Ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Program SIKAP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sekaligus langkah kecil dalam mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan lahan sempit, pengelolaan sampah organik, dan penggunaan limbah galon bekas sebagai media tanam yang bernilai guna. Harapan kami, kebiasaan baik ini dapat dibawa pulang oleh siswa dan diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa memahami bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan kesabaran, ketekunan, konsistensi, dan kerja sama. Mereka juga belajar bahwa hasil dari sebuah proses dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Salah seorang siswa, Maya, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang bisa ikut belajar menanam. Selama ini saya hanya melihat orang bercocok tanam, tetapi sekarang bisa mencoba sendiri. Pengalaman ini sangat berarti bagi saya. Saya jadi tahu cara memanfaatkan barang bekas menjadi media tanam, merawat tanaman sampai panen, dan insyaallah nanti akan saya terapkan di rumah bersama keluarga,” katanya.

Kebun di atas dak itu kini tidak hanya menghasilkan sayuran segar, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menumbuhkan kreativitas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Di tengah keterbatasan lahan perkotaan serta tantangan perubahan iklim, inovasi tersebut membuktikan bahwa pendidikan dapat dimulai dari ruang sekecil apa pun.

Kisah Tarmin menjadi contoh bahwa perubahan besar sering lahir dari langkah sederhana. Sebidang dak yang sebelumnya kosong kini menjelma menjadi laboratorium kehidupan, tempat tumbuhnya karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Dari ruang sederhana itu, para siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan akan lebih bernilai ketika diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Magetan Cecar Bupati Soal Anggaran ‘Kejar Tayang’ R-APBD TA. 2026

    DPRD Magetan Cecar Bupati Soal Anggaran ‘Kejar Tayang’ R-APBD TA. 2026

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Magetan Tahun 2026 berlangsung panas dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (26/11/2025). Tidak hanya mempertanyakan proses penyusunan anggaran yang “kejar tayang”, para legislator juga menumpuk sederet kritik mulai dari defisit APBD, persoalan layanan publik, hingga problematika program nasional yang diadopsi daerah. Dokumen RAPBD […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang jatuh pada 28 September 2025 serta memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) pada 17 September, PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang. Manajer Humas Daop 7 […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Ajak Stakeholder Tangani Persoalan Sampah

    Wali Kota Madiun Ajak Stakeholder Tangani Persoalan Sampah

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengadakan kegiatan “Coffee Morning” bersama Wali Kota Maidi, jajaran Forkopimda, DPRD, serta perwakilan dari rumah sakit, perbankan, media, dan pelaku usaha. Acara ini berlangsung pada Selasa (05/08/2025) di Kayana Ballroom, Votel Kartika Madiun. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maidi menyinggung sejumlah isu krusial yang tengah dihadapi kota, […]

    Bagikan
  • Buntut Polemik Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Turun Tangan

    Buntut Polemik Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Polemik pembangunan Kantor Desa Serag, Kecamatan Pulung,Ponorogo, Jawa Timur mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Pemkab memastikan persoalan tersebut akan dibahas lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk melibatkan Inspektorat. Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, mengatakan Pemkab akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk membahas persoalan […]

    Bagikan
  • Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Momen Bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri, beberapa bahan pokok di pasar-pasar tradisional mengalami perubahan harga yang cukup signifikan. Seperti di Pasar Besar Madiun (PBM), harga bawang merah yang kembali naik dalam sepekan terakhir. Berdasarkan informasi dari pedagang, harga bawang merah yang semula Rp. 38.000 per kilogram kini mencapai […]

    Bagikan
  • Tuntut Reklamasi Tambang Pasir Mangkrak, Warga Dua Desa di Magetan Luruk Dewan

    Tuntut Reklamasi Tambang Pasir Mangkrak, Warga Dua Desa di Magetan Luruk Dewan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Warga Desa Sobontoro dan Desa Sumursongo, Kecamatan Karas luruk Gedung DPRD Magetan, Senin (17/02/2025) pukul 12.00 WIB. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini dihadiri Komisi D, Ketua DPRD Kabupaten Magetan Suratno, pemilik tambang, dan sejumlah OPD terkait. Warga 2 desa itu mengeluhkan keberadaan bekas tambang pasir yang dinilai mangkrak. Perwakilan […]

    Bagikan
expand_less