Peringati HAN 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Anak Disabilitas Naik Kereta Gratis dan Tampilkan Unjuk Bakat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli dengan menggelar kegiatan edukasi bagi anak-anak penyandang disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak merasakan pengalaman naik kereta api secara gratis sekaligus menampilkan berbagai pertunjukan bakat.
Kegiatan diikuti siswa-siswi dari SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun, SLB Manisrejo Kota Madiun, dan SLB Panca Bhakti Magetan. Mereka diajak melakukan perjalanan menggunakan KA Singasari relasi Madiun–Blitar dan kembali dengan KA Brantas relasi Blitar–Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak disabilitas untuk berekspresi sekaligus mengenalkan tata cara menggunakan transportasi kereta api.
“Anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan diri. Melalui tema Hari Anak Nasional ‘Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, KAI berkomitmen menghadirkan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi penyandang disabilitas,” ujar Tohari, Kamis (23/7/2026).

Selain menikmati perjalanan dengan kereta api, para peserta juga dikenalkan pada alur pelayanan penumpang, mulai dari pembelian tiket, proses boarding, hingga edukasi mengenai keselamatan selama perjalanan.
Peringatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan bakat dari para siswa sekolah luar biasa (SLB). Berbagai pertunjukan yang ditampilkan antara lain paduan suara siswa tunarungu, peragaan busana oleh siswa tunagrahita, serta atraksi pencak silat dari siswa tunarungu.
“Ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas,” jelas Tohari.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aksesibilitas, KAI memberikan tarif reduksi sebesar 20 persen untuk perjalanan kereta api jarak jauh bagi penyandang disabilitas yang telah melakukan registrasi dengan melampirkan surat keterangan dokter sesuai ketentuan.
Selain itu, KAI juga menyediakan berbagai fasilitas ramah anak, seperti area bermain di sejumlah stasiun serta pembagian hadiah edukatif berupa buku mewarnai, puzzle, dan permainan lainnya pada momen tertentu, seperti libur panjang dan Lebaran.
Untuk meningkatkan kualitas layanan bagi penyandang disabilitas, petugas layanan pelanggan di stasiun, seperti Customer Service on Station dan Ticket Officer, juga dibekali kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat guna melayani pelanggan tunarungu. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




