Berita Terkini
Trending Tags

Inspiratif! Seorang Guru Sulap Dak Lantai Tiga Jadi Kebun Ketahanan Pangan, Tanam Karakter Siswa Lewat Praktik Nyata

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 129
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Guru SMKN 2 Ponorogo sulap dak jadi kebun produktif. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai akademik. Pembentukan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, hingga jiwa kewirausahaan membutuhkan pengalaman langsung yang dapat dirasakan peserta didik.

Semangat tersebut sejalan dengan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Program ini mendorong sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sarana belajar sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian alam.

Gagasan itu diwujudkan Tarmin, guru SMK Negeri 2 Ponorogo, dengan cara sederhana namun inspiratif. Ia mengubah area kosong di dak lantai tiga Kost Griya Amanah yang dikelolanya di Jalan Poncowolo, Pakunden, Ponorogo, menjadi kebun produktif yang dimanfaatkan sebagai laboratorium belajar bagi siswa.

Lokasinya yang tidak jauh dari sekolah membuat kebun tersebut mudah dijangkau sebagai tempat praktik di luar ruang kelas. Di atas dak bangunan itu, puluhan tanaman pangan tumbuh subur dalam media tanam yang dibuat dari galon air mineral bekas. Berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, bawang merah, cabai, seledri, terong, hingga aneka tanaman hortikultura lainnya memenuhi area kebun dengan susunan yang rapi.

Konsep yang diterapkan tidak berhenti pada budidaya tanaman. Para siswa juga diajak memahami pentingnya ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Daun kering, sisa tanaman, dan limbah organik lainnya diolah kembali sebagai pupuk sehingga proses bercocok tanam menjadi lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi limbah.

Hasil panen dari kebun tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran penghuni Kost Griya Amanah yang sebagian besar merupakan siswa SMK Negeri 2 Ponorogo. Saat produksi melimpah, sayuran segar juga dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Tarmin mengatakan, kebun tersebut merupakan implementasi nyata Program SIKAP sekaligus media untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.

“Program ini bukan sekadar mengajarkan cara menanam sayuran, tetapi juga menanamkan karakter. Anak-anak belajar disiplin merawat tanaman setiap hari, bertanggung jawab terhadap tugasnya, bekerja sama, mencintai lingkungan, serta memahami pentingnya ketahanan pangan. Ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Program SIKAP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sekaligus langkah kecil dalam mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan lahan sempit, pengelolaan sampah organik, dan penggunaan limbah galon bekas sebagai media tanam yang bernilai guna. Harapan kami, kebiasaan baik ini dapat dibawa pulang oleh siswa dan diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa memahami bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan kesabaran, ketekunan, konsistensi, dan kerja sama. Mereka juga belajar bahwa hasil dari sebuah proses dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Salah seorang siswa, Maya, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang bisa ikut belajar menanam. Selama ini saya hanya melihat orang bercocok tanam, tetapi sekarang bisa mencoba sendiri. Pengalaman ini sangat berarti bagi saya. Saya jadi tahu cara memanfaatkan barang bekas menjadi media tanam, merawat tanaman sampai panen, dan insyaallah nanti akan saya terapkan di rumah bersama keluarga,” katanya.

Kebun di atas dak itu kini tidak hanya menghasilkan sayuran segar, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menumbuhkan kreativitas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Di tengah keterbatasan lahan perkotaan serta tantangan perubahan iklim, inovasi tersebut membuktikan bahwa pendidikan dapat dimulai dari ruang sekecil apa pun.

Kisah Tarmin menjadi contoh bahwa perubahan besar sering lahir dari langkah sederhana. Sebidang dak yang sebelumnya kosong kini menjelma menjadi laboratorium kehidupan, tempat tumbuhnya karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Dari ruang sederhana itu, para siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan akan lebih bernilai ketika diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

    Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memastikan penundaan pengadaan incinerator pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah adanya kepastian program pengentasan kawasan kumuh dari Pemerintah Pusat pada tahun depan dengan pagu Rp. 58 miliar. “Ketika finalisasi pembahasan APBD kemarin, kita mendapat kabar bahwa ada kegiatan dari pemerintah pusat yang […]

    Bagikan
  • Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Magetan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Event Nasional yang berlangsung di Hotel Bukit Bintang, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini Mochamad, yang sekaligus melakukan kunjungan kerja dan menjalin silaturahmi dengan […]

    Bagikan
  • Hujan Tiga Pekan Rusak Lahan Sayur, Petani di Magetan Pilih Bongkar Tanaman Siap Panen

    Hujan Tiga Pekan Rusak Lahan Sayur, Petani di Magetan Pilih Bongkar Tanaman Siap Panen

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Magetan dalam tiga pekan terakhir membuat sentra pertanian sayur di Kecamatan Poncol mengalami kerusakan parah. Desa Genilangit menjadi salah satu titik terdampak paling berat. Lahan-lahan yang biasanya subur kini berubah menjadi area tergenang dan tidak produktif. Sejumlah petani terlihat membongkar tanaman cabai mereka yang […]

    Bagikan
  • Diterjang Longsor, Dua Rumah di Poncol Magetan Rusak Parah

    Diterjang Longsor, Dua Rumah di Poncol Magetan Rusak Parah

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol Magetan selama sepekan terakhir memicu bencana tanah longsor. Pada Senin (19/05/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi tanah longsor yang menimpa dua rumah warga di Desa Plangkrongan. Material longsoran berasal dari talud sepanjang 10 meter dan lebar 6 meter yang berada di pekarangan rumah […]

    Bagikan
  • Hendak Ganti Oli dan Servis Motor, Seorang Pria Meninggal Mendadak di Teras Bengkel

    Hendak Ganti Oli dan Servis Motor, Seorang Pria Meninggal Mendadak di Teras Bengkel

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, mendadak heboh, Selasa (4/11/2025) pagi. Seorang pria ditemukan meninggal dunia secara tiba-tiba di teras sebuah bengkel motor. Korban diketahui bernama Sukardi (60), warga Desa Grabahan, Kecamatan Karangrejo. Ia sempat datang ke Bengkel Aldo Motor sekitar pukul 09.15 WIB untuk mengganti oli sekaligus melakukan […]

    Bagikan
  • HUT Ke-80 Bhayangkara, Pemkot Madiun dan Polres Madiun Kota Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Masyarakat

    HUT Ke-80 Bhayangkara, Pemkot Madiun dan Polres Madiun Kota Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Madiun dan Polres Madiun Kota untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan dalam upacara HUT ke-80 Bhayangkara di halaman Mapolres Madiun Kota pada Rabu (01/07/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Pelaksana […]

    Bagikan
expand_less