Minggu, 8 Nov 2026
Trending Tags

Inspiratif! Seorang Guru Sulap Dak Lantai Tiga Jadi Kebun Ketahanan Pangan, Tanam Karakter Siswa Lewat Praktik Nyata

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 214
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Guru SMKN 2 Ponorogo sulap dak jadi kebun produktif. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai akademik. Pembentukan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, hingga jiwa kewirausahaan membutuhkan pengalaman langsung yang dapat dirasakan peserta didik.

Semangat tersebut sejalan dengan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Program ini mendorong sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sarana belajar sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian alam.

Gagasan itu diwujudkan Tarmin, guru SMK Negeri 2 Ponorogo, dengan cara sederhana namun inspiratif. Ia mengubah area kosong di dak lantai tiga Kost Griya Amanah yang dikelolanya di Jalan Poncowolo, Pakunden, Ponorogo, menjadi kebun produktif yang dimanfaatkan sebagai laboratorium belajar bagi siswa.

Lokasinya yang tidak jauh dari sekolah membuat kebun tersebut mudah dijangkau sebagai tempat praktik di luar ruang kelas. Di atas dak bangunan itu, puluhan tanaman pangan tumbuh subur dalam media tanam yang dibuat dari galon air mineral bekas. Berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, bawang merah, cabai, seledri, terong, hingga aneka tanaman hortikultura lainnya memenuhi area kebun dengan susunan yang rapi.

Konsep yang diterapkan tidak berhenti pada budidaya tanaman. Para siswa juga diajak memahami pentingnya ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Daun kering, sisa tanaman, dan limbah organik lainnya diolah kembali sebagai pupuk sehingga proses bercocok tanam menjadi lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi limbah.

Hasil panen dari kebun tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran penghuni Kost Griya Amanah yang sebagian besar merupakan siswa SMK Negeri 2 Ponorogo. Saat produksi melimpah, sayuran segar juga dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Tarmin mengatakan, kebun tersebut merupakan implementasi nyata Program SIKAP sekaligus media untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.

“Program ini bukan sekadar mengajarkan cara menanam sayuran, tetapi juga menanamkan karakter. Anak-anak belajar disiplin merawat tanaman setiap hari, bertanggung jawab terhadap tugasnya, bekerja sama, mencintai lingkungan, serta memahami pentingnya ketahanan pangan. Ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Program SIKAP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sekaligus langkah kecil dalam mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan lahan sempit, pengelolaan sampah organik, dan penggunaan limbah galon bekas sebagai media tanam yang bernilai guna. Harapan kami, kebiasaan baik ini dapat dibawa pulang oleh siswa dan diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa memahami bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan kesabaran, ketekunan, konsistensi, dan kerja sama. Mereka juga belajar bahwa hasil dari sebuah proses dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Salah seorang siswa, Maya, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang bisa ikut belajar menanam. Selama ini saya hanya melihat orang bercocok tanam, tetapi sekarang bisa mencoba sendiri. Pengalaman ini sangat berarti bagi saya. Saya jadi tahu cara memanfaatkan barang bekas menjadi media tanam, merawat tanaman sampai panen, dan insyaallah nanti akan saya terapkan di rumah bersama keluarga,” katanya.

Kebun di atas dak itu kini tidak hanya menghasilkan sayuran segar, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menumbuhkan kreativitas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Di tengah keterbatasan lahan perkotaan serta tantangan perubahan iklim, inovasi tersebut membuktikan bahwa pendidikan dapat dimulai dari ruang sekecil apa pun.

Kisah Tarmin menjadi contoh bahwa perubahan besar sering lahir dari langkah sederhana. Sebidang dak yang sebelumnya kosong kini menjelma menjadi laboratorium kehidupan, tempat tumbuhnya karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Dari ruang sederhana itu, para siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan akan lebih bernilai ketika diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedai Djakal Magetan Dibobol Maling, Uang Penjualan Senilai Rp. 4 Juta Raib

    Kedai Djakal Magetan Dibobol Maling, Uang Penjualan Senilai Rp. 4 Juta Raib

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pembobolan kembali terjadi di wilayah Kota Magetan. Kali ini, sasaran pelaku adalah Kedai Djakal yang berlokasi di Jalan Kalimantan, Kelurahan Kepolorejo, pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Kejadian tersebut baru diketahui oleh Adindi, karyawan kedai yang masuk kerja pada shift pagi. Dirinya mendapati kondisi mencurigakan ketika tiba di tempat kerja sekitar […]

    Bagikan
  • Anak-Anak Kelurahan Kejuron Isi Liburan Sekolah dengan Latihan Berkuda

    Anak-Anak Kelurahan Kejuron Isi Liburan Sekolah dengan Latihan Berkuda

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Liburan sekolah dimanfaatkan secara positif oleh sekelompok anak dari Kelurahan Kejuron, Kota Madiun. Mereka mengisi waktu luang dengan berlatih berkuda di sebuah kandang milik pribadi. Di kandang yang dihuni tiga ekor kuda tersebut, anak-anak rutin melakukan latihan menunggang kuda hingga melewati berbagai rintangan. Selain itu, mereka juga diajarkan cara merawat […]

    Bagikan
  • Dua Ular Bersarang di Gudang Rumah Warga, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi photo_camera 3

    Dua Ular Bersarang di Gudang Rumah Warga, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepanikan melanda penghuni rumah milik Arif Nugroho di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Magetan. Hal itu setelah seekor ular tiba-tiba ditemukan di dalam gudang penyimpanan barang. Penemuan tersebut bermula saat adik penghuni rumah hendak ke kamar mandi dan melihat sosok yang dikira tokek. Namun setelah dicek justru tampak seekor ular berukuran cukup […]

    Bagikan
  • Miris! Ayah Tiri di Magetan Aniaya Remaja 14 Tahun, Akui Juga Lakukan Tindakan Asusila

    Miris! Ayah Tiri di Magetan Aniaya Remaja 14 Tahun, Akui Juga Lakukan Tindakan Asusila

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa remaja berinisial SD (14) di Kabupaten Magetan memasuki babak baru. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan resmi menetapkan BA (41), warga Kecamatan Bendo, sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan. Keputusan tersebut diambil setelah penyidik memastikan adanya bukti awal yang kuat terkait dugaan […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Kembalikan Satu Unit Pajero, Polemik Aset Pemkab Magetan Mulai Terurai

    Kejari Magetan Kembalikan Satu Unit Pajero, Polemik Aset Pemkab Magetan Mulai Terurai

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penertiban aset kendaraan dinas lama milik Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menunjukkan hasil. Satu unit Mitsubishi Pajero Sport yang selama beberapa tahun dipinjam dan dipakaikan kepada Kejaksaan Negeri Magetan resmi dikembalikan pada Senin (24/11/2025). Penyerahan dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Dezi Setiapernama kepada oleh Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto. Meski […]

    Bagikan
  • Kurang Konsentrasi Saat Menyebrang, Pengendara Motor Tertabrak Pick Up di Jenangan

    Kurang Konsentrasi Saat Menyebrang, Pengendara Motor Tertabrak Pick Up di Jenangan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (19/12/2025) pagi. Seorang pengendara sepeda motor tertabrak mobil pick up saat hendak menyeberang jalan. Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Mobil pick up yang dikemudikan Jefry Nanda (27), […]

    Bagikan
expand_less