DPRD Soroti Kinerja BUMD Umbul Yang Tak Maksimal, Dinilai Belum Mampu Hasilkan PAD
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun kembali menyoroti kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Umbul Square yang hingga kini belum mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dewan menilai persoalan internal yang berkepanjangan menjadi penyebab utama mandeknya kinerja perusahaan daerah tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Madiun, Rudi Triswahono, mengatakan Umbul Square membutuhkan pembenahan secara menyeluruh, terutama pada aspek tata kelola dan manajemen internal. Menurutnya, berbagai upaya pembahasan bersama manajemen telah dilakukan, namun belum menghasilkan penyelesaian yang signifikan.
“BUMD yang paling perlu dibenahi jelas Umbul. Kita sudah berkali-kali hearing dengan Umbul, tetapi persoalannya tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Harus ada langkah yang luar biasa,” kata Rudi.
Ia menjelaskan, prioritas yang harus segera diselesaikan adalah berbagai persoalan lama yang masih membebani perusahaan. Mulai dari utang-piutang, tunggakan gaji karyawan, hingga penataan kembali struktur manajemen.
“Masih banyak yang perlu dibenahi, terutama sisa masalah sebelumnya atau dosa warisan. Ini harus diselesaikan satu per satu,” ujarnya.
Rudi mengungkapkan, Komisi C DPRD hingga kini masih terus melakukan pendampingan terhadap manajemen Umbul Square agar perusahaan tersebut dapat kembali beroperasi secara sehat dan berfungsi sebagaimana BUMD lainnya.
Menurutnya, proses pembenahan mulai menunjukkan perkembangan meski belum bisa dilakukan secara cepat karena kompleksitas persoalan yang dihadapi.
“Surat-surat pemberesan sudah mulai tampak, tetapi tidak bisa frontal karena memang masalah di dalamnya sudah cukup kronis,” ucapnya.
Di sisi lain, DPRD juga mendorong berbagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas Umbul Square. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai upaya meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus mendongkrak potensi pendapatan.
“Sebagai mitra, kami terus memberikan masukan. Sambil melakukan pembenahan, kami juga mencoba melakukan polesan agar Umbul kembali menarik, ramai dikunjungi, dan nantinya bisa menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Madiun,” tuturnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




