Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Spektakuler! 5.000 Lebih Penari Ikut Andil dalam Madiun Menari, Semarakkan Tari Beksan Parisuko

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lebih dari 5.000 penari tampil di Madiun Menari. Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun — Ribuan orang bergerak serempak di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun, Sabtu (29/8/2026) malam. Lebih dari 5.000 penari ambil bagian dalam Madiun Menari, sebuah pertunjukan kolosal yang menghadirkan Tari Beksan Parisuko.

Suasana PSC malam itu berubah menjadi panggung terbuka. Para penari yang berasal dari berbagai latar belakang tampil bersama, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum.

Tak hanya masyarakat, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun turut larut dalam pertunjukan. Mereka ikut menunjukkan gerakan tari tradisional bersama ribuan warga.

Bagi Bagus, kemeriahan Madiun Menari bukan sekadar pertunjukan seni. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kepedulian dan keinginan untuk membangun identitas Kota Madiun sebagai kota budaya.

“Ini bukan kegiatannya Pemkot. Ini kegiatannya masyarakat, semua inisiasi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan lebih dari 5.000 masyarakat menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan di Kota Madiun. Karena itu, pemerintah kota ke depan dinilai perlu memperluas fasilitasi terhadap kegiatan kebudayaan, termasuk seni tari.

“Sehingga hari ini kita membuktikan masyarakat Kota Madiun semuanya bersatu menjaga dan membangun Kota Madiun,” katanya.

Image Not Found
Tari Beksan Parisuko dibawakan secara kolosal di PSC. Foto : Istimewa

Antusiasme warga menjadi salah satu hal yang paling terasa dalam Madiun Menari. Bagus mengaku senang melihat kegiatan yang lahir dari inisiatif masyarakat tersebut mendapat sambutan luas.

Ia berharap semangat serupa terus tumbuh sehingga semakin banyak kegiatan di Kota Madiun yang digagas langsung oleh masyarakat.

“Harapan-harapan besarnya, saya ingin inisiasi-inisiasi kegiatan itu berasal dari masyarakat,” tuturnya.

Kehadiran ribuan warga juga memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Lapak pedagang dan pelaku UMKM ikut mendapat keuntungan dari ramainya kawasan PSC.

Bagus bahkan menyebut multiplier effect kegiatan tersebut terhadap perekonomian sangat besar.

“Besar banget, besar sekali. Jadi yang jualan di sana insyaallah bukan bakule payu, dagangane payu,” ujarnya.

Image Not Found
Kemegahan Madiun Menari juga mendapat perhatian dari warga luar daerah. Foto : Istimewa

Menariknya, Bagus memilih tidak menjadikan pencatatan rekor sebagai tujuan utama. Ketika ditanya mengenai kemungkinan mendaftarkan Madiun Menari ke Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), ia justru menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan milik masyarakat.

“Ini yang punya masyarakat, bukan Pemerintah Kota Madiun,” katanya.

Kemegahan Madiun Menari juga mendapat perhatian dari luar daerah. Balgis Diab, Wakil Wali Kota Pekalongan yang hadir langsung di Kota Madiun mengaku terkesan menyaksikan ribuan penari bergerak bersama. Ia pun turut menarik bersama masyarakat Kota Pendekar. 

Dirinya menyebut pertunjukan tersebut spektakuler dan menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi warga Madiun. “Saya baru pertama kali melihat ada 5.000 lebih penari yang bergerak bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Madiun Menari menunjukkan bagaimana sebuah kota dapat mengambil peran dalam melestarikan budaya melalui tarian klasik yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

“Untuk itu, Madiun keren. Saya sengaja hadir di Kota Madiun ini untuk menyaksikan 5.000 lebih penari,” katanya.

Image Not Found
Warga antusias menyaksikan Madiun Menari di kawasan PSC. Foto : Istimewa

Antusiasme masyarakat, menurutnya, terlihat begitu kuat. Bahkan, ia menggambarkan suasana malam itu seolah-olah seluruh warga berbondong-bondong meninggalkan rumah untuk berkumpul di PSC.

“Kelihatannya kalau kita lihat tadi, rumah-rumah kosong semua. Ini seperti bedol desa. Hadir semua disinu,” ujarnya berseloroh.

Hal lain yang membuatnya terkesan adalah hampir tidak ada masyarakat yang hanya menjadi penonton. Sebagian besar justru ikut ambil bagian dalam tarian.

“Saya melihat tidak ada satu penonton, semua ikut menari,” katanya sambil tersenyum.

Semangat pelestarian budaya juga dirasakan para pelajar yang terlibat. Salah satunya Nur Syifa Aska, siswi SMA Negeri 5 Madiun.

Dirinua mengaku senang mendapat kesempatan turut andil dalam Madiun Menari.

“Saya senang bisa ikut disini. Latihan sekitar 2 Minggu bersama teman-teman yang lain,” ujarnya.

Baginya, kegiatan semacam ini layak dipertahankan dan dikembangkan. Ia berharap Madiun Menari dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan keterlibatan masyarakat yang semakin luas.

“Harapan saya bisa dilestarikan lagi tahun-tahun ke depan dan lebih banyak lagi, diramaikan di sini,” katanya.

Malam itu, Madiun Menari akhirnya bukan sekadar soal ribuan penari yang tampil dalam satu panggung. Lebih dari itu, gerak bersama tersebut menjadi gambaran bagaimana seni tradisional dapat mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu ruang.

Di tengah gemerlap PSC, Tari Beksan Parisuko menjadi bahasa yang menyatukan pelajar, masyarakat, pemerintah, hingga tamu dari luar daerah. Sebuah pertunjukan kolosal yang sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya bisa tumbuh kuat ketika masyarakat menjadi bagian utama di dalamnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Siapkan 8 Hektare Lahan di Karangrejo untuk Sekolah Rakyat

    Pemkab Magetan Siapkan 8 Hektare Lahan di Karangrejo untuk Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Kecamatan Karangrejo untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Langkah ini diambil setelah pengajuan awal pembangunan di bekas SDN Selosari 4 ditolak Pemerintah Pusat karena tidak memenuhi syarat minimal luasan lahan. Menurut Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, lahan di Selosari hanya memiliki […]

    Bagikan
  • Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mendorong kemandirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh wilayah. BUMDes diminta tidak sekadar menjalankan program wajib, tetapi mampu menangkap peluang ekonomi di tingkat desa. Menurut Kang Giri, BUMDes harus memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi lokal dan pendapatan asli desa (PADes). Apalagi setiap tahun BUMDes mendapat […]

    Bagikan
  • DPRD-Pemkot Madiun Siap Tindaklanjuti Arahan Presiden RI saat Pidato Kenegaraan

    DPRD-Pemkot Madiun Siap Tindaklanjuti Arahan Presiden RI saat Pidato Kenegaraan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025, DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto pada Jumat (15/08/2025). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan sejumlah fokus pembangunan nasional yang wajib diterjemahkan dan dijalankan di daerah. Paripurna ini dihadiri Wali Kota Madiun, Maidi beserta jajaran […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun merespons cepat kasus enam warganya yang diduga menjadi korban perdagangan manusia saat bekerja di Guinea Ekuatorial, Afrika. Para korban tiba di kampung halaman pada Rabu (03/09/2025) dan langsung mendapat bantuan sosial berupa paket bahan pangan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menyambut kepulangan mereka di Kantor […]

    Bagikan
  • Panik! Bocah 9 Tahun di Ngawi Tak Bisa Lepas Resleting, Begini Cara Damkar Menanganinya

    Panik! Bocah 9 Tahun di Ngawi Tak Bisa Lepas Resleting, Begini Cara Damkar Menanganinya

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang anak berinisial L (9), warga Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, harus menjalani penanganan darurat setelah alat kelaminnya terjepit resleting celana yang ia kenakan. Kejadian tersebut membuat korban menangis histeris karena menahan sakit. Insiden bermula saat orang tua korban mendapati putranya tak mampu melepaskan resleting yang menjepit bagian sensitif. Panik, […]

    Bagikan
  • Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Raditya Desta Nugroho (16) remaja asal Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan meninggal dunia usai tenggelam di Sungai Gonggang di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Sabtu (22/11/2025) siang. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Insiden ini membuat warga sekitar terkejut mengingat lokasi sungai dikenal memiliki arus kuat serta kedalaman yang mencapai […]

    Bagikan
expand_less