Berita Terkini
Trending Tags

Spektakuler! 5.000 Lebih Penari Ikut Andil dalam Madiun Menari, Semarakkan Tari Beksan Parisuko

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 130
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lebih dari 5.000 penari tampil di Madiun Menari. Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun — Ribuan orang bergerak serempak di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun, Sabtu (29/8/2026) malam. Lebih dari 5.000 penari ambil bagian dalam Madiun Menari, sebuah pertunjukan kolosal yang menghadirkan Tari Beksan Parisuko.

Suasana PSC malam itu berubah menjadi panggung terbuka. Para penari yang berasal dari berbagai latar belakang tampil bersama, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum.

Tak hanya masyarakat, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun turut larut dalam pertunjukan. Mereka ikut menunjukkan gerakan tari tradisional bersama ribuan warga.

Bagi Bagus, kemeriahan Madiun Menari bukan sekadar pertunjukan seni. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kepedulian dan keinginan untuk membangun identitas Kota Madiun sebagai kota budaya.

“Ini bukan kegiatannya Pemkot. Ini kegiatannya masyarakat, semua inisiasi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan lebih dari 5.000 masyarakat menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan di Kota Madiun. Karena itu, pemerintah kota ke depan dinilai perlu memperluas fasilitasi terhadap kegiatan kebudayaan, termasuk seni tari.

“Sehingga hari ini kita membuktikan masyarakat Kota Madiun semuanya bersatu menjaga dan membangun Kota Madiun,” katanya.

Image Not Found
Tari Beksan Parisuko dibawakan secara kolosal di PSC. Foto : Istimewa

Antusiasme warga menjadi salah satu hal yang paling terasa dalam Madiun Menari. Bagus mengaku senang melihat kegiatan yang lahir dari inisiatif masyarakat tersebut mendapat sambutan luas.

Ia berharap semangat serupa terus tumbuh sehingga semakin banyak kegiatan di Kota Madiun yang digagas langsung oleh masyarakat.

“Harapan-harapan besarnya, saya ingin inisiasi-inisiasi kegiatan itu berasal dari masyarakat,” tuturnya.

Kehadiran ribuan warga juga memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Lapak pedagang dan pelaku UMKM ikut mendapat keuntungan dari ramainya kawasan PSC.

Bagus bahkan menyebut multiplier effect kegiatan tersebut terhadap perekonomian sangat besar.

“Besar banget, besar sekali. Jadi yang jualan di sana insyaallah bukan bakule payu, dagangane payu,” ujarnya.

Image Not Found
Kemegahan Madiun Menari juga mendapat perhatian dari warga luar daerah. Foto : Istimewa

Menariknya, Bagus memilih tidak menjadikan pencatatan rekor sebagai tujuan utama. Ketika ditanya mengenai kemungkinan mendaftarkan Madiun Menari ke Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), ia justru menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan milik masyarakat.

“Ini yang punya masyarakat, bukan Pemerintah Kota Madiun,” katanya.

Kemegahan Madiun Menari juga mendapat perhatian dari luar daerah. Balgis Diab, Wakil Wali Kota Pekalongan yang hadir langsung di Kota Madiun mengaku terkesan menyaksikan ribuan penari bergerak bersama. Ia pun turut menarik bersama masyarakat Kota Pendekar. 

Dirinya menyebut pertunjukan tersebut spektakuler dan menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi warga Madiun. “Saya baru pertama kali melihat ada 5.000 lebih penari yang bergerak bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Madiun Menari menunjukkan bagaimana sebuah kota dapat mengambil peran dalam melestarikan budaya melalui tarian klasik yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

“Untuk itu, Madiun keren. Saya sengaja hadir di Kota Madiun ini untuk menyaksikan 5.000 lebih penari,” katanya.

Image Not Found
Warga antusias menyaksikan Madiun Menari di kawasan PSC. Foto : Istimewa

Antusiasme masyarakat, menurutnya, terlihat begitu kuat. Bahkan, ia menggambarkan suasana malam itu seolah-olah seluruh warga berbondong-bondong meninggalkan rumah untuk berkumpul di PSC.

“Kelihatannya kalau kita lihat tadi, rumah-rumah kosong semua. Ini seperti bedol desa. Hadir semua disinu,” ujarnya berseloroh.

Hal lain yang membuatnya terkesan adalah hampir tidak ada masyarakat yang hanya menjadi penonton. Sebagian besar justru ikut ambil bagian dalam tarian.

“Saya melihat tidak ada satu penonton, semua ikut menari,” katanya sambil tersenyum.

Semangat pelestarian budaya juga dirasakan para pelajar yang terlibat. Salah satunya Nur Syifa Aska, siswi SMA Negeri 5 Madiun.

Dirinua mengaku senang mendapat kesempatan turut andil dalam Madiun Menari.

“Saya senang bisa ikut disini. Latihan sekitar 2 Minggu bersama teman-teman yang lain,” ujarnya.

Baginya, kegiatan semacam ini layak dipertahankan dan dikembangkan. Ia berharap Madiun Menari dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan keterlibatan masyarakat yang semakin luas.

“Harapan saya bisa dilestarikan lagi tahun-tahun ke depan dan lebih banyak lagi, diramaikan di sini,” katanya.

Malam itu, Madiun Menari akhirnya bukan sekadar soal ribuan penari yang tampil dalam satu panggung. Lebih dari itu, gerak bersama tersebut menjadi gambaran bagaimana seni tradisional dapat mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu ruang.

Di tengah gemerlap PSC, Tari Beksan Parisuko menjadi bahasa yang menyatukan pelajar, masyarakat, pemerintah, hingga tamu dari luar daerah. Sebuah pertunjukan kolosal yang sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya bisa tumbuh kuat ketika masyarakat menjadi bagian utama di dalamnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cari Umpan Udang Untuk Memancing, Pelajar Tenggelam di Embung Duwetsewu Magetan

    Cari Umpan Udang Untuk Memancing, Pelajar Tenggelam di Embung Duwetsewu Magetan

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang remaja bernama ADK (17), warga Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dilaporkan tenggelam di Embung Duwetsewu, Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Minggu (9/11/2025) sore. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan dari BPBD Magetan, Polsek Ngariboyo, dan relawan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat berdiri di tepi embung sambil […]

    Bagikan
  • Remaja 13 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam dan Tertindih Motor di Parit

    Remaja 13 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam dan Tertindih Motor di Parit

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – MD, remaja berusia 13 tahun ditemukan dalam kondisi tewas tenggelam di parit dalam kondisi tertindih sepeda motor di Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, pada Jumat (23/05/2025). Warga awalnya melihat sepeda motor Honda Beat dalam kondisi ringsek tercebur ke ke parit. Saat evakuasi dilakukan, mereka dikejutkan dengan penemuan jasad remaja […]

    Bagikan
  • Alat Berat Excavator Evakuasi Material Longsor di Lereng Wilis Dusun Kandangan Madiun

    Alat Berat Excavator Evakuasi Material Longsor di Lereng Wilis Dusun Kandangan Madiun

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah alat berat excavator sedang berupaya membersihkan material longsor di Lereng Wilis, Dusun Kandangan, Desa Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun Sabtu (1/2/2025). Longsor yang sebelumnya memutus akses dan sulit dilalui oleh pejalan kaki kini mulai menunjukkan perkembangan. Sebagian jalur sudah dapat dibuka, meskipun tim evakuasi masih terkendala dengan keberadaan pohon-pohon besar […]

    Bagikan
  • Rookie Dragbike 2025, Upaya Polres Magetan Tekan Balap Liar dan Kenakalan Remaja

    Rookie Dragbike 2025, Upaya Polres Magetan Tekan Balap Liar dan Kenakalan Remaja

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Magetan menggelar ajang balap resmi bertajuk Bhayangkara Rookie Dragbike 2025, Minggu (29/06/2025), di Sirkuit Non Permanen Jalan Pasar Sayur, Magetan. Ajang ini menjadi strategi konkret kepolisian dalam menekan praktik balap liar sekaligus menyalurkan bakat generasi muda ke jalur yang legal dan aman. Kapolres […]

    Bagikan
  • Tekan Angka Kehamilan Remaja, Pemkot Madiun Gencarkan Edukasi dan Pembinaan Dini

    Tekan Angka Kehamilan Remaja, Pemkot Madiun Gencarkan Edukasi dan Pembinaan Dini

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun terus berupaya menekan angka kehamilan di kalangan remaja. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Puskesmas Demangan, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi serta pembinaan kepada remaja agar lebih memahami risiko pernikahan […]

    Bagikan
  • Pengumuman Hasil Seleksi JPTP Pemkab Madiun Ditunda, Peserta Harap-Harap Cemas

    Pengumuman Hasil Seleksi JPTP Pemkab Madiun Ditunda, Peserta Harap-Harap Cemas

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pengumuman tiga nama terbaik hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun yang dijadwalkan pada 10 September 2025 ditunda. Penundaan ini menyebabkan 14 peserta seleksi harus menunggu lebih lama untuk mengetahui hasil penilaian kompetensi. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru […]

    Bagikan
expand_less