Berita Terkini
Trending Tags

Defisit Perubahan APBD Ngawi Tembus Rp150 Miliar, Sejumlah Kegiatan Dipangkas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 119
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD dan Pemkab Ngawi bahas perubahan APBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama DPRD menyepakati Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD sekaligus pengambilan keputusan.

Salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut adalah defisit anggaran yang mencapai sekitar Rp150 miliar. Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko menyebut, kondisi itu dipengaruhi penurunan pendapatan daerah sekitar 3,2 persen dan belanja yang cukup ekspansif.

Meski PAD meningkat sekitar Rp15 miliar, pendapatan transfer dari pemerintah pusat justru turun sekitar Rp79 miliar. Akibatnya, defisit yang dalam rancangan awal hanya sekitar Rp20 miliar meningkat menjadi sekitar Rp150 miliar.

“Defisit yang kita alami itu ada dua penyebab. Pertama, turunnya pendapatan daerah sekitar 3,2 persen,” ujar Yuwono.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian agar belanja tetap mengacu pada RKPD. DPRD menetapkan lima prioritas yang harus mendapat dukungan anggaran, yakni penguatan SDM, pertumbuhan ekonomi, digitalisasi tata kelola pemerintahan, infrastruktur khususnya konektivitas antarwilayah, serta kondusivitas daerah melalui pengembangan budaya dan agama.

“Kelima hal itu menjadi atensi dewan karena ini sudah tercantum dalam RKPD,” katanya.

Yuwono juga meminta Pemkab melakukan perencanaan secara lebih cermat agar tidak muncul persoalan pendanaan saat program memasuki tahap pelaksanaan.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan Pemkab telah melakukan penyesuaian untuk menekan defisit, salah satunya dengan memangkas sejumlah kegiatan yang belum menjadi prioritas.

“Dari defisit kita di manajemen kas, ada beberapa kegiatan yang memang diputuskan kita tidak anggarkan. Sehingga itu bisa mengurangi defisit kita di anggaran,” ujar Ony.

Ia mengapresiasi DPRD yang bersedia melakukan penyesuaian, termasuk terhadap pokok-pokok pikiran DPRD. Menurut Ony, langkah tersebut menunjukkan koordinasi eksekutif dan legislatif berjalan baik dalam menghadapi keterbatasan fiskal.

“Ini di Ngawi guyub rukun. Teman-teman di DPRD dengan eksekutif berjalan dengan baik sehingga kita bisa menutup beberapa defisit anggaran kita,” katanya.

Dalam pembahasan, penganggaran pokir DPRD juga menjadi perhatian. Ony menyebut terdapat kegiatan sekitar Rp18 miliar yang harus disesuaikan karena belum seluruhnya memenuhi tahapan perencanaan. Ia menegaskan, pokir harus masuk sejak awal melalui dokumen hasil reses, musrenbang hingga SIPD-RI.

“Pokok-pokok pikiran itu harus masuk kepada perencanaan awal sebelum kegiatan musren,” jelasnya.

Karena belum memenuhi tahapan tersebut, kegiatan itu tidak dipaksakan masuk dalam perubahan APBD 2026 dan dapat diupayakan kembali pada 2027 setelah persyaratan administrasinya terpenuhi.

Dari sisi pendapatan, Pemkab juga kehilangan potensi sekitar Rp4,8 miliar dari retribusi parkir berlangganan. Ony menjelaskan, penerimaan tersebut belum dapat ditarik karena kesepakatan kerja sama dan pembagian kewenangan antarpihak belum selesai.

“Ketika itu belum ada kesepakatan bersama, maka kita tidak bisa menarik retribusi dari parkir berlangganan,” katanya.

Pemkab optimis penerimaan tersebut dapat kembali dioptimalkan pada 2027 melalui penyesuaian skema parkir berlangganan.

Di tengah tekanan fiskal, anggaran perubahan tetap diarahkan pada kebutuhan dasar dan program strategis masyarakat. Prioritasnya antara lain kelanjutan peningkatan kualitas jalan dan konektivitas wilayah, pertanian ramah lingkungan, pengadaan dua unit mobil pemadam kebakaran, serta penanganan sampah dengan metode sanitary landfill.

“Ini semuanya memang sangat strategis dan memang dibutuhkan secepatnya,” ujar Ony.

DPRD juga menyatakan kesediaannya menyesuaikan sebagian pokir untuk mendukung lima prioritas pembangunan daerah. Yuwono menilai besarnya defisit 2026 menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas perencanaan anggaran. Ia berharap peningkatan PAD dan optimalisasi transfer pemerintah dapat memperkuat kemampuan fiskal Kabupaten Ngawi ke depan.

“Kita berharap ada peningkatan PAD-nya, ada peningkatan transfer daerah,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas Damkar Madiun Evakuasi Ular Sanca 5 Meter di Permukiman Warga

    Petugas Damkar Madiun Evakuasi Ular Sanca 5 Meter di Permukiman Warga

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun, mengevakuasi seekor ular sanca kembang berukuran besar yang ditemukan warga di selokan dekat permukiman di Jalan Teratai, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Sabtu tengah malam (22/3/2025). Mendapat laporan dari warga, petugas segera menuju lokasi dan menemukan ular dengan panjang sekitar 5 meter. Proses evakuasi sempat […]

    Bagikan
  • DPC PKB Madiun Ajak Kader Teladani 3 Sosok Pahlawan Nasional 2025 Asal Jatim

    DPC PKB Madiun Ajak Kader Teladani 3 Sosok Pahlawan Nasional 2025 Asal Jatim

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun menggelar Ngaji Politik Kebangsaan sekaligus tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 kepada tiga tokoh besar bangsa yakni K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Marsinah. Acara berlangsung di kantor DPC PKB Kabupaten Madiun, Kamis (13/11/2025), dan […]

    Bagikan
  • Diduga Ulah Orang Tak Bertanggung Jawab, Lahan Tebu Seluas 2 Hektare di Plunturan Ponorogo Terbakar

    Diduga Ulah Orang Tak Bertanggung Jawab, Lahan Tebu Seluas 2 Hektare di Plunturan Ponorogo Terbakar

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Lahan tebu seluas kurang lebih dua hektare di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, terbakar pada Rabu (5/8/2026) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 19.30 WIB dan sempat membesar akibat tiupan angin. Kebakaran tersebut terjadi di lahan bengkok Kepala Desa Plunturan yang disewakan kepada Parmon, warga Kecamatan Jenangan. Api membakar sisa […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) mengajukan perceraian sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, dua pasangan memilih untuk rujuk, sedangkan 11 perkara lainnya masih berproses. Analis SDM Aparatur BKPSDM Magetan, Nyta, menyampaikan bahwa persoalan ekonomi menjadi faktor utama penyebab retaknya […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin masif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar sejak usia dini. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 dimanfaatkan BPBD untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK di Magetan, salah […]

    Bagikan
  • Imbas Sidang MK, Pelantikan Bupati Madiun Diundur: Fokus Program 100 Hari

    Imbas Sidang MK, Pelantikan Bupati Madiun Diundur: Fokus Program 100 Hari

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Meski tidak ada agenda sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, namun jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Madiun terpilih, ikut diundur bersama sejumlah daerah lainnya. Sebagaimana diketahui, Paslon Nomor Urut 2, Hari Wuryanto-dr Purnomo Hadi, ditetapkan KPU Kabupaten Madiun sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih, dalam Rapat […]

    Bagikan
expand_less