Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Defisit Perubahan APBD Ngawi Tembus Rp150 Miliar, Sejumlah Kegiatan Dipangkas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 177
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD dan Pemkab Ngawi bahas perubahan APBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama DPRD menyepakati Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD sekaligus pengambilan keputusan.

Salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut adalah defisit anggaran yang mencapai sekitar Rp150 miliar. Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko menyebut, kondisi itu dipengaruhi penurunan pendapatan daerah sekitar 3,2 persen dan belanja yang cukup ekspansif.

Meski PAD meningkat sekitar Rp15 miliar, pendapatan transfer dari pemerintah pusat justru turun sekitar Rp79 miliar. Akibatnya, defisit yang dalam rancangan awal hanya sekitar Rp20 miliar meningkat menjadi sekitar Rp150 miliar.

“Defisit yang kita alami itu ada dua penyebab. Pertama, turunnya pendapatan daerah sekitar 3,2 persen,” ujar Yuwono.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian agar belanja tetap mengacu pada RKPD. DPRD menetapkan lima prioritas yang harus mendapat dukungan anggaran, yakni penguatan SDM, pertumbuhan ekonomi, digitalisasi tata kelola pemerintahan, infrastruktur khususnya konektivitas antarwilayah, serta kondusivitas daerah melalui pengembangan budaya dan agama.

“Kelima hal itu menjadi atensi dewan karena ini sudah tercantum dalam RKPD,” katanya.

Yuwono juga meminta Pemkab melakukan perencanaan secara lebih cermat agar tidak muncul persoalan pendanaan saat program memasuki tahap pelaksanaan.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan Pemkab telah melakukan penyesuaian untuk menekan defisit, salah satunya dengan memangkas sejumlah kegiatan yang belum menjadi prioritas.

“Dari defisit kita di manajemen kas, ada beberapa kegiatan yang memang diputuskan kita tidak anggarkan. Sehingga itu bisa mengurangi defisit kita di anggaran,” ujar Ony.

Ia mengapresiasi DPRD yang bersedia melakukan penyesuaian, termasuk terhadap pokok-pokok pikiran DPRD. Menurut Ony, langkah tersebut menunjukkan koordinasi eksekutif dan legislatif berjalan baik dalam menghadapi keterbatasan fiskal.

“Ini di Ngawi guyub rukun. Teman-teman di DPRD dengan eksekutif berjalan dengan baik sehingga kita bisa menutup beberapa defisit anggaran kita,” katanya.

Dalam pembahasan, penganggaran pokir DPRD juga menjadi perhatian. Ony menyebut terdapat kegiatan sekitar Rp18 miliar yang harus disesuaikan karena belum seluruhnya memenuhi tahapan perencanaan. Ia menegaskan, pokir harus masuk sejak awal melalui dokumen hasil reses, musrenbang hingga SIPD-RI.

“Pokok-pokok pikiran itu harus masuk kepada perencanaan awal sebelum kegiatan musren,” jelasnya.

Karena belum memenuhi tahapan tersebut, kegiatan itu tidak dipaksakan masuk dalam perubahan APBD 2026 dan dapat diupayakan kembali pada 2027 setelah persyaratan administrasinya terpenuhi.

Dari sisi pendapatan, Pemkab juga kehilangan potensi sekitar Rp4,8 miliar dari retribusi parkir berlangganan. Ony menjelaskan, penerimaan tersebut belum dapat ditarik karena kesepakatan kerja sama dan pembagian kewenangan antarpihak belum selesai.

“Ketika itu belum ada kesepakatan bersama, maka kita tidak bisa menarik retribusi dari parkir berlangganan,” katanya.

Pemkab optimis penerimaan tersebut dapat kembali dioptimalkan pada 2027 melalui penyesuaian skema parkir berlangganan.

Di tengah tekanan fiskal, anggaran perubahan tetap diarahkan pada kebutuhan dasar dan program strategis masyarakat. Prioritasnya antara lain kelanjutan peningkatan kualitas jalan dan konektivitas wilayah, pertanian ramah lingkungan, pengadaan dua unit mobil pemadam kebakaran, serta penanganan sampah dengan metode sanitary landfill.

“Ini semuanya memang sangat strategis dan memang dibutuhkan secepatnya,” ujar Ony.

DPRD juga menyatakan kesediaannya menyesuaikan sebagian pokir untuk mendukung lima prioritas pembangunan daerah. Yuwono menilai besarnya defisit 2026 menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas perencanaan anggaran. Ia berharap peningkatan PAD dan optimalisasi transfer pemerintah dapat memperkuat kemampuan fiskal Kabupaten Ngawi ke depan.

“Kita berharap ada peningkatan PAD-nya, ada peningkatan transfer daerah,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan pupuk non subsidi kepada kelompok tani di wilayah setempat. Program ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pupuk majemuk para petani di tengah terbatasnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Subkor Budidaya, Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Insiden ini memicu kegaduhan publik, mengingat siswa tersebut telah mengikuti seluruh […]

    Bagikan
  • Disdukcapil Kab. Madiun Luncurkan Program “Senopati”, Permudah Layanan Kependudukan Digital

    Disdukcapil Kab. Madiun Luncurkan Program “Senopati”, Permudah Layanan Kependudukan Digital

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinegia | Kab. Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun meluncurkan program inovatif bernama SENOPATI (Sistem Online Pelayanan Kependudukan Terintegrasi) pada Senin (02/06/2025). Peluncuran tersebut digelar di Pendopo Graha Muda dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi dan jajaran camat serta kepala desa se-Kabupaten […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Tangani 200 Lansia Ngebrok, Berikan Bantuan Sosial Rp. 8 Juta

    Pemkot Madiun Tangani 200 Lansia Ngebrok, Berikan Bantuan Sosial Rp. 8 Juta

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun menyambangi sejumlah lansia ngebrok yang berada di Kelurahan Kanigoro Kecamatan Kartoharjo pada Selasa (4/3/2025). Dalam kesempatan ini, juga diserahkan santunan kepada para lansia. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang […]

    Bagikan
  • Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun Bertambah, Mayoritas Usia Produktif

    Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun Bertambah, Mayoritas Usia Produktif

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Madiun terus mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mencatat, sepanjang triwulan pertama tahun ini, ditemukan 36 kasus ODHA baru. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Anies Djaka Karyawan, mengungkapkan untuk keseluruhan tahun berjalan, jumlah ODHA baru yang terdata sudah mencapai 160 orang. […]

    Bagikan
  • Stok Hewan Kurban di Kabupaten Madiun Surplus, DKPP Siagakan Tim Pemeriksa

    Stok Hewan Kurban di Kabupaten Madiun Surplus, DKPP Siagakan Tim Pemeriksa

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kabupaten Madiun dipastikan mengalami surplus ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mencatat populasi sapi, kambing, dan domba masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 54 hari ke depan. Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris Imballo R. Siregar, mengatakan berdasarkan neraca potensi […]

    Bagikan
expand_less