Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

TPA Mrican Kritis, TPA Baru Mandek: Pemkab Ponorogo Kejar Rp15 Miliar di 2027

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 148
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
TPA Mrican masih menampung sampah Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — TPA Mrican masih harus menanggung beban sampah Kabupaten Ponorogo setidaknya hingga satu tahun ke depan. Di tengah tertundanya pembangunan TPA baru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo kini mengubah pola pengelolaan di TPA Mrican dari open dumping menjadi sanitary landfill agar lokasi tersebut tetap bisa digunakan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan (PSP) DLH Ponorogo, Adhi Fahrianto Sulistiawan, mengatakan TPA Mrican belum bisa ditinggalkan. Sampah masih akan ditampung di lokasi tersebut sembari pemerintah mengejar pembangunan TPA baru.

“Tetap, kalau lokasi tetap di TPA Mrican yang lama ini. Tetapi kita menggunakan sistemnya itu bukan lagi sistem open dumping. Kita sudah mengandalkan sanitary landfill,” kata Adhi.

Perubahan sistem tersebut menjadi langkah sementara karena pembangunan TPA baru belum dapat dilakukan tahun ini. DLH masih menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan terkait penetapan areal kerja. Adhi mengatakan dari sisi administrasi, DLH Ponorogo telah menyelesaikan seluruh proses yang menjadi kewenangannya.

“Sekarang ini tahapannya memang sudah kita kembalikan lagi, menunggu tanda tangan dari Menteri Kehutanan untuk penetapan areal kerjanya,” ujarnya.

Menurut Adhi, kendala saat ini berada pada proses penerbitan SK yang membutuhkan tanda tangan Menteri Kehutanan. “Kemarin itu kita sepakat di tahun ini, tapi karena memang harus tanda tangan basah dari Pak Menteri, maka kami masih menunggu,” jelasnya.

Dengan pembangunan TPA baru yang tertunda, kondisi TPA Mrican harus dikelola sedemikian rupa agar masih mampu menerima sampah. DLH menerapkan sistem sanitary landfill dengan cara menata timbunan sampah secara bertahap. Sampah diratakan, kemudian ditutup menggunakan tanah. Setelah itu, sampah baru kembali ditambahkan dan proses tersebut diulang.

Image Not Found
Sampah TPA Mrican ditata dan ditutup menggunakan tanah. Foto : Ega-Sinergia

“Sampah yang sekarang ini kita tumpuk dengan tanah. Nanti kalau sudah rata semuanya, baru ditaruh sampah lagi. Terus kita ratakan lagi, terus kita tumpuk lagi dengan tanah,” terang Adhi.

Menurutnya, metode tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak dari timbunan sampah, salah satunya sampah yang beterbangan ketika terkena angin. Penutupan dengan tanah juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan timbunan sampah. Sementara itu, DLH telah menata jaringan pipa untuk menangani air lindi dan gas metana yang dihasilkan dari timbunan.

“Yang pertama ini untuk mengurangi sampah yang kena angin itu berterbangan. Yang kedua, juga dengan tanah ini kan sampah ini bisa menjadi kompos,” katanya.

Dengan pola pengelolaan tersebut, DLH memperkirakan TPA Mrican masih mampu menampung tambahan sampah sekitar satu tahun. “Insyaallah kalau dalam jangka waktu setahun itu masih bisa ditambahkan sampah di sana,” ujar Adhi.

Meski masih mengandalkan TPA Mrican, Pemkab Ponorogo tetap menargetkan pembangunan TPA baru selesai pada 2027. Bahkan, skema pembangunan akan diubah agar proyek tersebut dapat dikerjakan sekaligus dalam satu tahun anggaran. Sebelumnya, pembangunan direncanakan dalam dua tahap pada 2026 dan 2027. Adhi mengatakan rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan DPUPKP Ponorogo.

“Rencananya mau dilelangnya itu tidak dipisah dua tahap, tapi langsung menjadi satu tahapan. Jadi selesai di 2027,” ujarnya.

Pembangunan TPA baru tersebut akan diusulkan dengan anggaran sekitar Rp15 miliar. Perubahan skema itu dilakukan karena sebelumnya pengadaan barang dan jasa proyek tidak dirancang menggunakan skema multiyears.

“Daripada nanti kita berisiko karena tidak dibuat multiyears, kita sepakat langsung dikerjakan di 2027 dengan satu tahun anggaran selesai,” jelasnya.

Untuk sementara, TPA Mrican menjadi titik tumpu utama. Sistem pengelolaannya diperketat agar masih mampu menampung sampah, sementara Pemkab Ponorogo berpacu menyelesaikan persoalan administrasi dan mengejar pembangunan TPA baru pada 2027.

Jika pembangunan kembali molor, TPA Mrican berpotensi harus menanggung beban lebih lama dari target yang telah ditetapkan pemerintah. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 224 Sekolah di Magetan Rusak, Pemkab Hanya Tangani 20 Titik pada 2026

    224 Sekolah di Magetan Rusak, Pemkab Hanya Tangani 20 Titik pada 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan hanya mampu memperbaiki 20 titik sekolah rusak pada tahun anggaran 2026. Padahal Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Magetan mencatat ada 224 lembaga pendidikan yang membutuhkan perbaikan. Kondisi ini menegaskan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan utama dalam pemenuhan sarana pendidikan di daerah. Pejabat PPID Dikpora, Aulia Ahmad […]

    Bagikan
  • Puluhan Santri di Ngawi Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu Program MBG photo_camera 3

    Puluhan Santri di Ngawi Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu Program MBG

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebanyak 67 santri Madrasah Ibtidaiyah di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Mereka mengeluhkan mual, muntah, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan sehari sebelumnya. Data Dinas Kesehatan mencatat, 36 santri […]

    Bagikan
  • HUT ke-21, RSUD Kota Madiun Gelar Sunat Massal dan Papsmear Gratis

    HUT ke-21, RSUD Kota Madiun Gelar Sunat Massal dan Papsmear Gratis

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun menggelar rangkaian kegiatan sosial dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-21, Jumat (25/04/2025). Kegiatan ini diselaraskan dengan agenda “Wali Kota Ngantor di Lapangan”, yang kali ini berlangsung di Taman Hijau Kota Madiun, Kecamatan Taman. Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan bahwa peringatan HUT […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Guyur Magetan, Lima Desa dan Lahan Persawahan Tergenang Banjir

    Hujan Deras Guyur Magetan, Lima Desa dan Lahan Persawahan Tergenang Banjir

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan pada Jumat (18/04/2025) menyebabkan sejumlah ruas jalan utama terendam banjir. Seperti yang terpantau di Jalan penghubung Ngariboyo – Parang dan Ngariboyo – Plaosan, terutama di kawasan Kecamatan Ngariboyo. Genangan air tidak hanya menutupi jalan, tapi juga meluap hingga masuk ke rumah warga. Sejumlah pengguna […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Rotasi 16 Pejabat Eselon II, Masih Ada Kursi Strategis Kosong

    Bupati Madiun Rotasi 16 Pejabat Eselon II, Masih Ada Kursi Strategis Kosong

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 16 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menjalani rotasi jabatan. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto di Pendopo Muda Graha, Kamis (21/08/2025). Rotasi pejabat setingkat eselon II ini menjadi yang pertama di era pemerintahan pasangan Bupati Hari Wuryanto dan Wakil […]

    Bagikan
  • Memprihatinkan, Ratusan Siswa SMPN 1 Bringin Ngawi Belajar di Tengah Ancaman Atap Ambruk

    Memprihatinkan, Ratusan Siswa SMPN 1 Bringin Ngawi Belajar di Tengah Ancaman Atap Ambruk

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru di SMP Negeri 1 Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Senin (20/7/2026), diwarnai kondisi yang memprihatinkan. Puluhan siswa terpaksa mengikuti pelajaran di bawah ancaman atap ruang kelas yang rusak parah dan berpotensi roboh. Kerusakan tersebut terjadi di enam ruang kelas yang digunakan oleh […]

    Bagikan
expand_less