Berita Terkini
Trending Tags

TPA Mrican Kritis, TPA Baru Mandek: Pemkab Ponorogo Kejar Rp15 Miliar di 2027

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 97
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
TPA Mrican masih menampung sampah Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — TPA Mrican masih harus menanggung beban sampah Kabupaten Ponorogo setidaknya hingga satu tahun ke depan. Di tengah tertundanya pembangunan TPA baru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo kini mengubah pola pengelolaan di TPA Mrican dari open dumping menjadi sanitary landfill agar lokasi tersebut tetap bisa digunakan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan (PSP) DLH Ponorogo, Adhi Fahrianto Sulistiawan, mengatakan TPA Mrican belum bisa ditinggalkan. Sampah masih akan ditampung di lokasi tersebut sembari pemerintah mengejar pembangunan TPA baru.

“Tetap, kalau lokasi tetap di TPA Mrican yang lama ini. Tetapi kita menggunakan sistemnya itu bukan lagi sistem open dumping. Kita sudah mengandalkan sanitary landfill,” kata Adhi.

Perubahan sistem tersebut menjadi langkah sementara karena pembangunan TPA baru belum dapat dilakukan tahun ini. DLH masih menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan terkait penetapan areal kerja. Adhi mengatakan dari sisi administrasi, DLH Ponorogo telah menyelesaikan seluruh proses yang menjadi kewenangannya.

“Sekarang ini tahapannya memang sudah kita kembalikan lagi, menunggu tanda tangan dari Menteri Kehutanan untuk penetapan areal kerjanya,” ujarnya.

Menurut Adhi, kendala saat ini berada pada proses penerbitan SK yang membutuhkan tanda tangan Menteri Kehutanan. “Kemarin itu kita sepakat di tahun ini, tapi karena memang harus tanda tangan basah dari Pak Menteri, maka kami masih menunggu,” jelasnya.

Dengan pembangunan TPA baru yang tertunda, kondisi TPA Mrican harus dikelola sedemikian rupa agar masih mampu menerima sampah. DLH menerapkan sistem sanitary landfill dengan cara menata timbunan sampah secara bertahap. Sampah diratakan, kemudian ditutup menggunakan tanah. Setelah itu, sampah baru kembali ditambahkan dan proses tersebut diulang.

Image Not Found
Sampah TPA Mrican ditata dan ditutup menggunakan tanah. Foto : Ega-Sinergia

“Sampah yang sekarang ini kita tumpuk dengan tanah. Nanti kalau sudah rata semuanya, baru ditaruh sampah lagi. Terus kita ratakan lagi, terus kita tumpuk lagi dengan tanah,” terang Adhi.

Menurutnya, metode tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak dari timbunan sampah, salah satunya sampah yang beterbangan ketika terkena angin. Penutupan dengan tanah juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan timbunan sampah. Sementara itu, DLH telah menata jaringan pipa untuk menangani air lindi dan gas metana yang dihasilkan dari timbunan.

“Yang pertama ini untuk mengurangi sampah yang kena angin itu berterbangan. Yang kedua, juga dengan tanah ini kan sampah ini bisa menjadi kompos,” katanya.

Dengan pola pengelolaan tersebut, DLH memperkirakan TPA Mrican masih mampu menampung tambahan sampah sekitar satu tahun. “Insyaallah kalau dalam jangka waktu setahun itu masih bisa ditambahkan sampah di sana,” ujar Adhi.

Meski masih mengandalkan TPA Mrican, Pemkab Ponorogo tetap menargetkan pembangunan TPA baru selesai pada 2027. Bahkan, skema pembangunan akan diubah agar proyek tersebut dapat dikerjakan sekaligus dalam satu tahun anggaran. Sebelumnya, pembangunan direncanakan dalam dua tahap pada 2026 dan 2027. Adhi mengatakan rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan DPUPKP Ponorogo.

“Rencananya mau dilelangnya itu tidak dipisah dua tahap, tapi langsung menjadi satu tahapan. Jadi selesai di 2027,” ujarnya.

Pembangunan TPA baru tersebut akan diusulkan dengan anggaran sekitar Rp15 miliar. Perubahan skema itu dilakukan karena sebelumnya pengadaan barang dan jasa proyek tidak dirancang menggunakan skema multiyears.

“Daripada nanti kita berisiko karena tidak dibuat multiyears, kita sepakat langsung dikerjakan di 2027 dengan satu tahun anggaran selesai,” jelasnya.

Untuk sementara, TPA Mrican menjadi titik tumpu utama. Sistem pengelolaannya diperketat agar masih mampu menampung sampah, sementara Pemkab Ponorogo berpacu menyelesaikan persoalan administrasi dan mengejar pembangunan TPA baru pada 2027.

Jika pembangunan kembali molor, TPA Mrican berpotensi harus menanggung beban lebih lama dari target yang telah ditetapkan pemerintah. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Bersama Duta Besar India Bahas Kolaborasi Wujudkan Kota Maju dan Mendunia

    Pemkot Madiun Bersama Duta Besar India Bahas Kolaborasi Wujudkan Kota Maju dan Mendunia

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya Pemerintah Kota Madiun untuk mewujudkan visi Madiun Maju dan Mendunia kembali mendapat dukungan dari komunitas internasional. Kali ini, giliran Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, yang mengunjungi Kota Madiun pada Senin (21/07/2025). Kunjungan tersebut menjadi momen penting untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus menjajaki peluang kerja sama lintas […]

    Bagikan
  • Aston Madiun Gelar Ajang Kompetisi Perhotelan, Jaring Bakat Generasi Muda

    Aston Madiun Gelar Ajang Kompetisi Perhotelan, Jaring Bakat Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perkembangan kebutuhan industri perhotelan terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya terampil secara teori, tetapi juga siap kerja secara praktik. Kali ini, Aston Madiun Hotel & Conference Center dan fave hotel Madiun menghadirkan ajang kompetisi edukatif, yaitu Bed Making Competition dan Cooking Competition 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen […]

    Bagikan
  • Balita 1,5 Tahun di Ngawi Tewas Tertabrak Mobil Pick Up

    Balita 1,5 Tahun di Ngawi Tewas Tertabrak Mobil Pick Up

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Karangjati, Kabupaten Ngawi, digemparkan oleh insiden tragis pada Senin (11/08/2025) siang. Seorang balita perempuan, AS meninggal dunia setelah tertabrak mobil pikap milik orang tuanya sendiri di halaman rumah. Menurut Kepala Dusun setempat, Aryanto Adi, peristiwa bermula ketika mobil pikap pengangkut ayam milik keluarga korban baru selesai dicuci. Sopir, Aries Diantoro […]

    Bagikan
  • Rupiah Tembus Rp17.671 per Dolar AS, Penjualan Sapi Kurban di Madiun Lesu

    Rupiah Tembus Rp17.671 per Dolar AS, Penjualan Sapi Kurban di Madiun Lesu

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kondisi ini dirasakan para pedagang sapi kurban di Kabupaten Madiun yang mengaku penjualan tahun ini berjalan lebih lambat dibanding biasanya. Salah satunya dialami Samirin (61), peternak sekaligus penjual sapi asal Desa […]

    Bagikan
  • Libur Idul Adha, Arus Kendaraan Keluar GT Madiun Naik Hampir 18 Persen

    Libur Idul Adha, Arus Kendaraan Keluar GT Madiun Naik Hampir 18 Persen

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Arus lalu lintas kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol (GT) Madiun mulai mengalami lonjakan libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat volume kendaraan keluar GT Madiun meningkat 17,98 persen selama periode 26-27 Mei 2026 dibandingkan kondisi lalu lintas normal. Berdasarkan data PT JNK, sebanyak […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Ambil Langkah Preventif Usai Viral Aksi “Balap Orang” di Jalan Raya Sugihwaras

    Polres Magetan Ambil Langkah Preventif Usai Viral Aksi “Balap Orang” di Jalan Raya Sugihwaras

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Viralnya aksi “balap orang” yang menggunakan akses jalan raya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, mendorong Polres Magetan untuk segera mengambil langkah cepat. Aksi yang memanfaatkan fasilitas jalan umum untuk kepentingan pribadi tanpa izin resmi, sehingga memicu perhatian publik. Sebagai tindak lanjut, Satuan Lalu Lintas Polres Magetan melalui Unit Kamsel bersama jajaran […]

    Bagikan
expand_less